
keesokan harinya adalah waktu dimana setya akan mulai berangkat dan tinggal disekolah barunya setya sedang menyiapkan berbagai perlengkapan disekolah barunya " ayah aku tiba tiba merasa sakit tidak bisakah sekolahnya ditunda? perutku benar benar sakit ayah.. ucap setya kepada ayahnya.
tentu saja ayah setya paham kalau setya sedang berbohong.. " setya akan ayah panggilkan ahli kesehatan kerajaan supaya segera memeriksa sakitmu," jawab ayah setya
" ayah, aku benar benar sakit perut waduh waduh wahhhh hah hah hah" teriak setya dengan pwnuh sandiwara sambil memegangi perutnya" sakit sekali ayah sakit sekali aku tidak sanggup lagi menahannya"
"silahkan ahli kesehatan tolong segera periksa setya dan tolong beritahu saya dia sebenarnya sakit apa??" tanya ayah setya kepada perawat
sang ahli kesehatan itu menjawab" baik yang mulia saya akan segera memeriksanya" kata sang ahli kesehatan sambil mulai memegangi perut setya untuk memerika
ketika tangan perawat itu menyentuh perut setya tiba tiba setya berteriak histeris" waduuhhh woyohhhhh waaaahahhhhhhh haaaaaaaaa sakitttttt wahhhahahahah sakiittt wahhhhhhhh " sambil memegangi perutnya dan tubuhnya bergerak terus seakan akan dia sedang merasa sakit yang teramat sangat. tentu saja saja sang pelayan tidak memilikj kesempatan untuk memegan perut setya dan memeriksanya
__ADS_1
" maaf yang mulia sepertinya ini benar benar penyakit yang parah sampai sampai tuan setya kesakitan sampai seperti itu, prajurit tolong segera bawa setya kekamarnya supaya saya bisa memeriksanya dengan lebih mudah" kata sang perawat.. sang perawat sangat takut ketika memeriksa tuan setya terdapat kesalahan karena bagaimanapun juga raja setya merupakan putra mahkota kerajaan tersebut yabg suatu saat nanti akan menjadi raja dia harus sangat hati hati dalam memeriksanya... sang perawat mulai meracik obat obatan dengan mengulek ulek berbagai macam tanaman tanaman yang sudah dicampurkan kemudian memasukan campuran berbagai tanaman yang telah dilembutkan kedalam air putih supaya dapat diminum
" tuan setya ini obat untuk meredakan rasa sakit tolong diminum mungkin rasanya agak pahit tapi obat ini lumayan dapat meringankan rasa sakit" kata pelayan sambil menyerahkan ramuan tersebut kepada setya.
setya mengambil gelas tersebut dan bicara dalam hatinya "tidak masalah dengan alasan sakit ini mungkin bisa sedikit menunda keberangkatanku untuk bersekolah sedikit menderita tidak apa apa" pikir setya dalam hatinya dia langsung bersiap meminumnya ketika gelas tersebut menyentuh mulut setya bau jlyang sangat tidak enak dan menyengat mulai tercium belum sempat setya meminumnya dia sudah mau mual mual karena mencium baunya...
" tuan setya jika anda merasa tidak sanggup menahan bau obat tersebut anda bisa mencoba menutup hidung ketika meminumnya sehingga bau obat tersebut tidak tercium seperti ini, saya contohkan" saran pelayan itu berusaha memberikan contoh dengan menjepit hidung nya dengan menjepit hidungnya diantara ibu jari dan jari telunjuk,, jari tengah kemudian menggunakan tangan kanannya untuk memegang gelas dan meminum gelas tersebut.. akhirnya setya mengikuti saran tersebut "tidak masalah menderita sedikit yang penting keberangkatan sekolahnya bisa tertunda" setya langsung meminum obat tersebut tetapi baru saja air dalam obat tersebut menyentuh lidahnya setya langsung melempar gelas tersebut karena saking terkejutnya dia terhadap rasa dari obat tersebut yang benar benar mengerikan swhingga gelas yang terbanting pun menimbulkan suara...
sang ayah menjawab "setya bagaimanapun kamu harus minum obat supaya perutmu tidak terasa sakit lagi, perawat tolong buatkan ramuan itu lagi bagaimanapun caranya putraku harus segera sembuh"
perawat itu menjawab " baik yang mulia saya akan membuatkannya lagi perawat itu mulai membuat ramuannya lagi dan memberikannya kepada setya
__ADS_1
ayah setya melihat setya yang kebingungan karena harus meminum obat dengan rasa yang sangat tidak disukainya bahkan hampir membuatnya muntah, " ayo setya cepat diminum obatnya, apakah kamu tidak ingin segera sembuh jika kamu tidak mau meminumnya ayyah akan memaksamu untuk meminumnya demi kesembuhanmu. perawat, pelayan!"
"ya yang mulia" jawab perawat dan pelayan tersebut " tolong pegangi tangan dan kaki setya bagaimanapun aku harus memaksanya minum obat supaya dia biaa sembuh dari sakit perutnya
pelayan dan perawat tersebut menjawab " baiklah yang mulia" mereka mulai mendekati setya dan berkata " maaf tuan setya kami harus memegangi kaki dan tanganmu supaya kamu tidak banyak bergerak" kedua pelayan tersebut sudah memegang kaki dan tangan setya kemudian ayah setya mendekati setya sambil memegang gelas yang berisi obat mengerikan " ayo setya buka mulutnya, bagaimana obat ini bisa masuk kedalam tubuhmu jika kamu tidak membuka mulutmu sang ayah kemudian menjepit hidung setya seehingga setya membuka mulutnya dan kemudian mulai menuangkan obat tersebut ke mulut setya
tiba tiba setya berteriak "ampun ayah ampun aku sudah sembuh" secara spontan ayah setya membatalkan niatnya untuk menuangkan obat tersebut ke mulut setya dan berkata apakah kamu berbohonh? bagaimana mungkin kamu bisa sembuh sebelum meminum obat ini?" tanya ayah dika,
aku tadi sudah meminumnya sedikit ayah dan sudah sembuh, kalau tidak percaya tanya saja perawat itu.. benarkah perawat apakah setya tadi sudah meminum obat ini??" benar yang mulia, tuan setya tadi sebelum melempar gelas obat pertama tuan setya sempat meminum sedikit obat tersebut" jawab sang pelayan..
"ohh jadi begitu ya, kalau begitu keberangkatanmu akan segera diurus kendaraannya akan segera datang setya sebelum kebwrangkatanmu ayah ingin mengucapkan sesuatu" ayah setya memberi isyarat kepada perawat dan seluruh orang yang ada didalamnya segera keluar. " setya ayah sebenarnya tidak ingin mengirim mu kesekolah itu tetapi ini semua demi kebaikanmu disana kamu bisa belajar banyak hal jadi baik baiklah kamu disana kemudian satu hal lagi disana tidak ada perbedaan derajat, disana siapapun dia mau dia seorang raja seorang pangeran atau pun seorang rakyat jelata mereka tetap memiliki persamaan derajat jadi jika kamu berteriak dan memberitahu kalau kamu seorang pangeran perlakuan gurumu dan teman temanmu tidak akan berubah mereka tetap akan berpikir bahwa kamu itu memiliki derajat yang sama dengan dirinya, bahkan orang yang meninggi ninggikan derajat dan membagi bagi kasta disekolah tersebut akan mendapat hukuman, saran ayah sebaiknya jangan pernah memberitahukan kalau kamu seorang pangeran tapi jika kamu memang tidak mau menuruti nasehat ayah itu terserah kamu tetapi jika kamu terkena masalah maka kamulah yang harus bisa menyelesaikannya sendiri " jelas ayah setya panjang lebar sebelum keberangkatan setya...
__ADS_1