
" hustttt apa kau ingin membuat roh leluhurku marah lagi haa? kamu beruntung karena roh leluhurku masih bisa memaafkan mu tapi jika kamu terus menerus bicara dan marah marah seperti itu, saya khawatir roh leluhurku tidak akan memaafkanmu lagi, jika roh leluhurku tidak mau memaafkanmu maka ramuan itu tidak akan dapat dibuat dan anda mengingkari janji yang anda katakan bahwa anda setuju untuk melupakan teman ku itu dengan meminum ramuan penghapus ingatan" balas anak itul
"Hey kalau roh leluhurmu marah itu jelas karena kesalahan mu, kau melakukan ritual suci seenak jidat. Dan juga aku tidak takut dengan kemarahan rohmu. pokoknya aku tidak mau melakukan hal hal seperti bersujud atau apapun lah itu sebagai penghormatan kepad roh leluhurmu, kecuali jika kita melakukan nya bersama sama aku tentu tidak keberatan, jika aku harus bersujud kau juga harus bersujud, jika aku harus mencium kakinya kau juga harus mencium kakinya, sudah jelas kau juga bersalah kau juga harus ikut bertanggung jawab". ucap sang jendral menggebu gebu
" oh, jadi anda tidak takut dengan kemarahan roh leluhurku ya?" tanya anak kecil itu
" Tidak tidak dan tidak, apakah aku harus mengulangi kata kataku seratus kali supaya kamu bisa paham dengan kata kataku haa?" balas sang jendral
"oh, jadi tidak takut yaa, wahai penguasa kegelapan aku perintahkan kepadamu, buat orang bodoh ini tahu betapa mengerikan nya dirimu" ucap anak kecil itu
Tiba tiba makhluk berwujud tengkorak itu mengeluarkan raungann nya ke muka sang jendral " waaaaaaaa waaaa waaa"
raungan itu menciptakan dorongan angin yang sangat kuat kearah muka sang jendral hingga rambutnya sampai berdiri semua,
setelah melihat raungan monster tengkorak yang sangat mengerikan itu, sang jendral terdiam dengan mata yang mengisyaratkan ketakutan dan syok yang luar biasa , perlahan kedua kakinya mulai gemetar dan celana nya mulai basah,
" aaaaakuu hahaharusaaa ketoilet" ucap sang jendral langsung berlari ke arah pintu karena ingin segera melarikan diri,
" wahai monster penguasa kegelapan cepat tangkap orang bodoh itu, jangan sampai kau biarkan melarikan diri" ucap anak itu ketika melihat sang jendral sudah hampir mencapai pintu
Tiba - tiba dari mulut monster tengkorak itu keluar sebuah rantai yang langsung mengikat kaki sang jendral yang tangan nya hampir menyentuh gagang pintu. ketika merasa ada sesuatu yang mengikat kakinya sang jendral terus berusaha memaksa maju dengan kaki yang tertahan rantai " sial, sedikit lagi " ucap sang jendral sambil menjulurkan tangan nya berusaha meraih gagang pintu yang berada dekat di depan nya.
" hahaha, kenapa mau kemana kau tuan jendral?? seharusnya kamu bermain main dengan ku terlebih dahulu, kenapa kamu terburu buru ingin melarikan diri? apakah kamu tidak suka bermain monster monsteran dengan ku?? padahal aku sudah bersusah payah memanggilnya supaya kita dapat bermain bersama dan kamu dengan mudahnya menyia nyiakan kerja keras ku dengan melarikan diri. kamu pikir aku akan menerimanya?" ucap anak itu merasa menang
" sialan kau bocah aku harus ke toilet, kalau tidak aku bisa mengompol." balas sang jendral
__ADS_1
" waduh waduh, kamu sudah buang air kecil sejak kamu melihat monster peliharaanku ini lihatlah celana mu yang sekarang sudah berwarna kuning karena urin mu hahahah" ucap anak kecil itu sambil tertawa
" sialan kau bocah, kau menipuku, kau tidak memanggil roh leluhur mu kau justru memanggil tengkorak kudanil" balas sang jendral sambil terus berusaha meraih gagang pintu
" sialan kau jendral bodoh, kau menyebut monsterku kudan
belum sempat anak kecil itu menyelesaikan kata katanya sang jendral sudah berteriak terlebih dahulu
" tolonggggggg! tolongggggg! ada kudanil disini, tolongggg tolonggggg ada kudanil disini"
" sialan kau jendral, penguaaa kegwlapan cwpat tutup mulut jenddal cerewet itu, akan buruk jika asa prajurit masuk kedapur ini" ucap anak kecil itu
di luar dapuur para peajurit sempat mendengar suara teriakan ang jendral meskipun agak samar
" oh, jadi kamu juga mendengarnya? berarti suara tadi benar benar suara jendral yang sedang meminta tolong aku pikir aku sedang berhalusinasi tetapi karena kamu juga ikut mendengar, artinya ini bukan halusinasi" ucap prajurit B
" baiklah cepat kita pergi ke arah sumber suara" ucap aang jendral A sambil mulai berjalan
kembali ke dapur
tiba tiba dari mulut tengkorak berwujud manusia itu keluar lagi sebyah rantai yang langsung mebgikat mulut sang jendral mencegahnya mengeluarkan suara " hahaha sekarang kamu tidak bisa teriak lagi percuma kamu berontak" ucap anak kecil itu merasa mendapat kemenangan
tiba tiba dari luar pintu ada prajurit yang mengetok pintu dengan keras
brakk braakk brakk
__ADS_1
"tuan jendral apa kau ada disini? " tanya sang prajurit dari luar pintu dapur
" Haduh sialan, kenapa prajurit pake datang kesini." batin anak kecil itu merasa khawatir dan was was
" hey kenapa kita tidak mendapat jawaban dari dalam dapur? apa didalam memang tidak ada orang?? " ucap prajurit A
" entahlah, coba biar aku buka pintu nya" balas prajurit B sambil berjalan kearah pintu dwngan maksud untuk membuka pintu, ketika dia sudah memegang gagang pintu prajurit itu menarik gagang pintu dan pintu tidak terbuka
" Bagaimana, apa pintunya bisa dibuka? " tanya prajurit A
" ternyata pintunya di kunci dari dalam, kita tidak bisa memasukinya. Haruskah kita mencoba membuka paksa pintu ini?" balas prajurit B
" memangnya kita sanggup membuka pintu yang di kunci? bukan kah sebaiknya kita minta tolong kepada petugas yang berwenang mengurusi kunci dapur untuk membuka dapur ini?" tawar prajurit A
" tidak ada waktu, bagaimana jika jendral yang berada didalam dapur kenapa napa? bukankah kamu tadi juga mengatakan jika kamu mendengar suara jendral minta tolong itu tandanya tuan jendral sedang dalam bahaya, masalahnya jika kita terlalu mengulur ulur waktu aku khawatir jika tuan jendral tidak bisa tertolong lagi" balas prajurit B
" benar juga, tapi masalahnya kita tidak biaa membuka paksa pintu yang dikunci, jika pintu yang dikunci bisa dibuka dengan mudah tentu saja para maling maling sudah kaya raya semua" balaa prajirit A
" tenang saja, jika kita belum mencoba nya kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya" balas prajurit B
" hasilnya sudah jelas, kenapa perlu dibuktikan, kita tidak akan bisa membuka pintunya. " prajurit A
" sialan kau, kau tidak percaya omonganku, akan aku buktikan kalau aku bisa membuka pintunya" ucap prajurit B sambil menjulurkan tangan nya untuk memegang gagang pintu dan menariknya lagi beruaaha membuka pintu
" aahhhhhh" teriak prajurit B dengan mengeluarkan seluruh tenaganya sambil tangan nya menarik gagang pintu itu
__ADS_1