
" saya sudah membuka pintu dapur sejak tadi , jadi tidak mngkin pintu dapur saat ini sedang terkunci." Balas prajurit itu
" Ada kemungkinan pintu dapur saat ini sedang digunakan untuk perbuatan kejahatan. jadi penjahat yang sekarang berada didalam dapur mengunci pintu dapur untuk menjalankan aksi kejahatan nya." ucap prajurit B
" Apa maksud dari perkataan mu itu ? memangnya kejahatan seperti apa yang akan dilakukan di dapur?? hadeh, kamu kalau mau mengarang cerita sebaiknya yang sedikit lebih masuk akal lah." ucap prajurit pembawa kunci
" Tadi aku sempat mendengar suara teriakan dari dalam dapur" ucap prajurit B
" Mungkin saja kamu hanyaa" belum sempat prajurit pembawa kunci menyelesaikan kata katanya prajurit B langsung memotong
" tidak tidak. jika kamu berpikir itu halusinasi itu tidak mungkin, karena yang mendengar suara teriakan itu bukan hanya aku saja , melainkan seorang temanku juga yang disana" ucap prajurit B sambil menunjuk kesalah satu prajurit yang sedang duduk sambil mengayun ayunkan kakinya.
" memangnya teriakan yang seperti apa yang kamu dengar?" tanya prajurit pembawa kunci itu
" teriakan yang aku dengar benar benar terdengar samar. tapi kalau aku tidak salah dengar kurang lebih teriakannya terdengar seperti ini ahhhhhhh ohhhhhhhh, dari suara teriakan yang sangat mengerikan itu tentu saja dapat terlihat jika suasana di dapur saat ini sangat genting, saya yakin orang di dalam dapur sedang di todong pisau sehingga membuatnya sampai berteriak histeris seperti itu " balas prajurit B sambil berpikir " yah aku lebih lebihkan suara teriakan nya supaya prajurit keras kepala ini mau segera membuka pintu ini
' mendengar penjalasan prajurit B tentu saja membuat mata prajurit pembawa kunci itu terkejut dengan mata sedikit membelalak terbuka " Sialan, itu bukan suara teriakan orang yang seedang ketakutan, itu suara seorang yang sedang melakukan perbuatan ena ena, dasar prajurit bodoh, otak dangkal suara desahan seperti itu jika diasumsikan suara teriakan yang mengandung rasa ketakutan karena ditodong pisau justru sangat salah, tapi bukankah ini artinya jika dapur saat ini sedang digunakan untuk berbuat sesuatu yang tidak senonoh." batin prajurit pembawa kunci dalam hatinya
" bagaimana prajurit? bisakah kita langsung pergi ke dapur dan membuka pintunya, kita tidak dapat terus menerus menunda nunda waktu seperti ini" ucap prajurit B
"hmmm coba aku pikirkan sebentar. ucap prajurit pembawa kunci sambil membalik kan badannya
__ADS_1
terlihat jendral pembawa kunci membuka pintu dapur dan menangkap basah 2 orang insan yang sedang bertelanjang. " Sialan kalian, apa yang sedang kalian lakukan haa? kalian melakukan tindakan tidak bermoral dan melampaui batas. sebaiknya cepat kalian mengakui dosa dosa kalian. aku akan segera membawamu kepada pihak yang berwajib" ucap prajurit pembawa kunci
kedua insan yang terpergok langsung terkejut dengan mata yang melotot melihat bahwa mereka telah ketahuan dan pastinya mereka akan segera dihukum karena perbuatan yang telah mereka perbuat.
prajurit pembawa kunci itupun langsung menutup pintu dapur dan mulai berjalan memasuki dapur. prajurit pembawa kunci langsung memegang tangan seorang laki laki yang masih telanjang " cepat serahkan drimu kepada pihak yang berwajib. kamu ingin berjalan sendiri dengan sukarela? atau aku yang akan menyeretmu secara paksa?" tanya prajurit pembawa kunci dengan garangnya
" Maaf tuan, saya kapok, saya tidak akan lagi mengulangi perbuatan ini, tolong tuan jangan laporkan saya, saya mohon" ucap prajurit laki laki dengan memelas
" sebaiknya kamu jelaskan kepada pihak yang berwajib sekarang juga, tergantung pihak yang berwajib apakah mereka akan memaafkanmu atau tidak. tapi yang jelas, kamu pasti akan mendapat hukuman atas, perbuatan yang telah kamu perbuat ini." balas prajurit pembawa kunci
" tolong tuan maksud saya tolong jangan laporkan saya kepada pihak yang berwajib. jika tuan melaporkan saya, saya pasti akan mendapat hukuman. maka maukah tuan memberikan pengampunan kepada saya" ucap prajurit sambil bersimpuh memohon maaf
sedangkan perempuan yang berada disampingnya hanya bisa diam, tapi dari raut mukanya hanya ketakutan lah yang terpancar di matanya
" tuan saya punya uang 1 juta tolong jangan laorkan saya., akan saya berikan uang itu kepada anda sebagai bentuk hukuman kepada saya, maka tolong jangan laporkan saya tuan , saya mohon." ucap prajurit itu sambil memohon dan berusaha bernegosiasi
" kamu pikir uang 1 juta cukup untuk menebus dosamu haa? kamu pikir aku ini orang seperti apa yang mau menerima sogokan seperti itu." balas prajurit pemegang kunci
" tuan, saya akan melakukan apapun untuk menebus dosa ini selama tidak menyerahkan diri kepada pihak berwajib. hukuman yang diberikan dari pihak berwajib benar benar mengerikan tuan, saya mohon jangan laporkan saya tuan" ucap prajurit itu lagi
" hmmm, melakuka apapun ya? baiklah, saya mau menuruti keinginanmu untuk tidak melaporkanmu kepada pihak berwajib. anggap saja sebagai kebaikan hati saya. tetapi ada syaratnya, apakah kamu bisa menyanggupi persyaratan ini?" ucap prajurit pemegang kunci
__ADS_1
" apa tuan prajurit syaratnya, saya akan berusaha untuk bisa memenuhi syarat tersebut" ucap prajuri itu
prajurit pemegang kunci itupun langsung mengalihkan panadangannya kepada perempuan yang sebelumnya telah melakukan perbuatan tidak bermoral dan tersenyum licik.
" syaratnya adalah...."
bakk " eh copot copot copot" prajurit pemegang kunci langsung terkejut karena ada yang menepuk pundaknya
" maaf prajurit, saya pikir anda sedang kerasukan. saya melihat anda diam terus tanpa merespon panggilan dari saya. jadi saya menepuk pundak anda untuk memastikan bahwa anda tidak kerasukan" ucap prajurit B dengan polosnya
" sialan nih prajurit dia menghancurkan mimpi indahku." batin prajurti pembawa kunci dalam hatinya. " bukankah aku tadi sudah bilang bahwa aku sedang memikirkannya. kenapa kamu tidak sabaran sekali sih?" ucap prajurit pembawa kuncidengan nada sedikit marah
" maaf prajurit tapi keadaan saat ini benar benar genting, kita tidak bisa mengabaikan nya ini menyangkut keselamatan seseorang, jika kita terlalu lama menunda nunda takutnya orang yang berteriak dari dalam dapur tidak akan selamat." ucap prajurit B
" yayaya baiklah cepat kita segera pergi kesana ." ucap prajaurit pemegang kunci sambil mulai berjalan ke arah dapur
sedangkan prajurit B langsung menghampiri prajurit A
" Bagaimana/ apakah prajurit yang membawa kunci dapur sudah ketemu?" tanya prajurit A
" Tenang saja, ternyata orang yang memegang kunci adalah prajurit itu jadi kita benar benar beruntung" balas prajurti B
__ADS_1
"Dasar bodoh, jika dia prajurit pemegang kunci, kenapa kamu lama sekali daritadi bukankah kamu bilang kita harus bergegas menyelamatkan orang yang berada dalam dapur?" tanya prajurit A