
Karena Gilbert juga masih ada pekerjaan yang harus ditangani, dia pun memutuskan untuk segera pulang. Padahal Oma sudah menurunkan perintah untuk Gilbert tidak memikirkan pekerjaannya, tetapi Gilbert memilih untuk segera pulang.
"Terserah kau saja!" Oma merasa kecewa dengan keputusan Gilbert. Padahal Oma juga sudah menyiapkan kejutan untuk sepasang pengantin baru tersebut, tetapi dengan pendirian teguh dari Gilbert, rencana itu gagal total.
"Percuma saja aku siapkan kalau ternyata hanya akan sia-sia. Dasar cucu tidak tahu diri!" Sepanjang perjalanan pulang, Oma terus menggerutu dengan kesal. Namun, tidak dengan Zela yang merasa senang. berada dalam pengawasan Oma, membuatnya sangat canggung. Apalagi jika harus berpura-pura mesra kepada Gilbert.
"Kau pulang saja dengan Oma. Aku akan menyelesaikan urusanku sebentar. Oh iya, jangan lupa kau harus pulang ke rumah kita, bukan ke rumah Oma. Mengerti!" pesan Gilbert sebelum berpisah dengan Zela.
"Kau terlalu berlebihan, Gil! aku juga tidak akan mengambil Zela untuk saat ini," timpal Oma.
"Baguslah!"
***
Datang dengan status baru membuat para para pelayan turut menyambut kedatangan nyonya baru mereka. Semua membutuhkan badan saat Zela masuk ke dalam rumah. hal itu pasti membuat Zela merasa sangat canggung.
"Bisakah kalian tidak terlalu berlebihan? Aku bukan berarti istana," kata Zela.
__ADS_1
"Maafkan atas kelancangan kami, nyonya. Tapi memang seperti inilah kenyataannya. Saat ini anda telah menjadi nyonya besar di keluarga ini itu artinya Anda juga menjadi ratu dalam istana ini." jelas kepala pelayan.
"Tapi tidak seperti ini juga. Ini terlalu berlebihan!"
"Tidak Nyonya! Ini adalah tanda kehormatan kami semua untuk anda. Jika anda menolak pasti tuan Gilbert akan marah besar kepada kami, jadi mohon kerjasamanya, Nyonya."
"Baiklah terserah kalian saja. Aku ingin beristirahat." Zela pun terlalu meninggalkan para pelayan yang masih berdiri di sampingnya.
Ternyata menjadi Nyonya di keluarga Sanders tak seperti yang di bayangkan. Saat ini Zela bener-bener diberlakukan layaknya seorang ratu yang semua keperluannya sudah disediakan bahkan hanya untuk mengganti sandal pun ada pelayan yang mengambilkannya. Pungguh di luar nalar seorang Zela. Meskipun dahulu Dia pernah hidup dalam, tetapi tidak seperti ini juga para pelayan memperlakukan keluarganya.
Saat ini hendak merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari Rena. Karena Zela merasa sangat lelah, dia pun angkat untuk mengangkat panggilan tersebut. Tak lama sebuah pesan pun masuk ke ponselnya. di dalam pesan Rena mengajaknya untuk bertemu karena saat ini Rena sedang melihat Gilbert berdua dengan seorang wanita. Detik berikutnya Rena mengirimkan sebuah foto yang menampilkan salah satu Gilbert sedang duduk berdua dengan seorang wanita. Bahkan dalam tangkapan foto tersebut terlihat wanita itu sedang memegang bibir Gilbert.
Zela melempar asal ponselnya kemudian dia segera masuk ke kamar mandi. Meskipun dalam keadaan lelah, masih lama memutuskan untuk pergi ke tempat di mana saat ini Gilbert berada. Tiba-tiba saja seperti ada api yang sedang hatinya. Mungkinkah cinta itu sudah mulai tumbuh dia Zela?
"Ah ... apa yang aku pikirkan? apa urusannya denganku bukankah di dalam kontrak sudah jelas bahwa pihak A dan pihak A tidak boleh ikut campur dalam masalah pribadi? Lalu apa yang akan aku katakan nanti? Ah masa bodoh! Aku ingin melihat apa yang akan dikatakan oleh Gilbert nanti!"
****
__ADS_1
"Akhirnya kau datang juga! Lihatlah, bukankah itu suamimu? Kalian baru saja kemarin, dan sekarang si ba.ji.ngan itu sudah mencari mangsa lainnya? Bukankah sudah kukatakan jika dia itu bukan pria yang baik. Dia hanya pada wanita. Kau harus sadar Zela!" Rena sedikit merasa kecewa kepada Zela yang diam-diam telah melakukan pernikahan dengan Gilbert di luar kota. Tak perlu ditanya dari mana Rena mendapatkan berita tersebut. yang jelas saat ini karena kecewa kepada Zela.
"Rena." Zela menautkan alisnya merasa terkejut saat Rena mengetahui pernikahannya dengan Gilbert. "Kau tahu dari mana berita itu?"
"Aku sahabatmu dan aku tahu apa yang kau lakukan bahkan saat ini kau juga sedang mengandung anak dari ba.ji.ngan itu 'kan? Kau benar-benar sangat Zela! Sungguh aku sangat kecewa!"
"Ren, aku bisa jelaskan semua ini, oke! Tapi tolong jangan kasih tahu siapa-siapa jika aku dan Gilbert sudah menikah. Aku tidak mau mereka memandang pun rendah. apalagi jika semua karyawan perusahaan tahu jika aku telah menyukai Bos mereka, pasti mereka akan lebih semangat lagi untuk merendahkanku. Jika kau ada di posisiku pasti kau akan melakukan pernikahan ini. bukankah kau sangat berharap jika aku bisa mengambil lagi perusahaan milik Daddy-ku. Aku sengaja menggunakan cara ini untuk bangkit dan bisa merebut lagi apa yang seharusnya menjadi milikku dan milik mama. Jadi tolong, please jangan marahnya. Nanti aku traktir shopping sepuasnya," bujuk Zela dengan kedipan matanya.
"Oke! Tapi kau harus labrak wanita itu dan kau juga harus membagi ba.ji.ngan yang tak tahu diri itu. Sudah menikah tetapi masih ingin mencari wanita lain."
"Baiklah. Dimana dia sekarang?"
Rena segera mengantarkan Zela ke tempat duduk di mana saat dia melihat Gilbert bersama dengan wanita itu. Namun, nyatanya saat ini kedua manusia itu sudah tidak ada di tempatnya. "Mereka tadi ada di sini," ujarnya. "Atau jangan-jangan mereka sudah check in." Rena seketika menutup. Dia benar-benar tidak menyangka ba.ji.ngan itu akan kurang ajar terhadap sahabatnya.
Hati Zela seperti sedang ditusuk-tusuk oleh pisau belati. Sakit luar biasa tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat pernikahan hanya sebatas kontrak. "Apakah aku yang terlalu berlebihan?" lirihnya.
Ya Tuhan ... sesakit ini kah rasanya sakit hati? Seharusnya aku sadar dengan kenyataan ini. Gilbert adalah pria yang selalu menghabiskan malamnya dengan wanita lain, bahkan jauh sebelum dia mengenal denganku. Tetapi hatiku sangat sakit di saat harus mendengar jika Gilbert masih mencari wanita untuk memuaskan hati. Aku sadar, sangat sadar jika pernikahan ini hanya sebatas kontrak.
__ADS_1
Zela memejamkan matanya sambil membuang nafas. Sulit untuk menerima, terlebih saat ini dirinya sedang mengandung anak dari Gilbert. "Gil, please aku mohon ingatlah aku dan bayi ini dimanapun kau berada." batin Zela.