Ranjang Big Bos

Ranjang Big Bos
RBB 38 | Kedatangan Gilbert


__ADS_3

Zela terkejut saat dia merasakan sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Perlahan dia mengerjap pelan.


"Gilbert."


Zela melihat pria itu telah terlelap dalam tidurnya. Entah sejak kapan Gilbert menyusul dirinya ke rumah Oma. Yang Zela tahu, Gilbert tidak suka berada di rumah utama, karena hanya akan mengingatkan luka lama. Dimana dia harus kehilangan orang yang disayanginya.


Zela mengusap wajah lelah pria yang berstatus suaminya. Namun, seketika Zela tersenyum getir saat mengingat kejadian pagi tadi dimana Gilbert menolak perasaannya. Mungkin Zela terlalu tinggi saat dia bermimpi, hingga dia tidak menyadari siapa dirinya yang sebenarnya. Istri hanya sebuah status, dimana keduanya bekerja sama untuk saling menguntungkan.


Zela segera mengembalikan badan, dia angkat untuk melihat wajah Gilbert lagi. Hatinya saat ini seperti sedang giling oleh mesin penggiling batu. Namun, seketika tangan Gilbert mencegahnya. Ternyata Gilbert belum tidur sepenuhnya.


"Lepaskan tanganmu, aku ingin tidur," tepis Zela.


"Kenapa kau tak jadi untuk menyentuh wajahku? Sentuhan jika kau ingin menyentuhnya."


"Kenapa kau ada disini? Bukankah kau tak menyukai tempat ini?"


Gilbert segera menarik tangan Zela agar tubuhnya merapat kedalam pelukannya. Dengan seperti itu dia akan merasa lebih tenang.

__ADS_1


"Please, sebentar saja."


Zela tak memberontak saat kepalanya sudah bersandar di dada Gilbert. Bahkan hanya dalam hitungan detik dengkuran kecil telah terdengar. Zela merasa jika telah terjadi sesuatu kepada Gilbert.


Dada Zela kembali bergerumuh. Desiran menyengat bak arus listrik menjalar di seluruh tubuhnya. Tiba-tiba saja Zela merasa mual tak tertahan lagi.


Gilbert yang baru saja hendak masuk kedalam alam mimpi merasa terkejut saat Zela berlari menuju ke ke kamar mandi. Dengan langkah yang sempoyongan, Gilbert mendekati Zela yang sedang mengeluarkan isi dalam perutnya.


"Ze, kau kenapa?" Gilbert sedikit panik. Ditengah malam Zela muntah-muntah sampai lemas.


"Gil, jangan mendekat! Semakin kau mendekat, perutku merasa sangat mual," ucap Zela.


"Apakah ada yang salah denganku? Aku tampan. Bahkan hampir semua wanita akan tergila-gila denganku, lalu kenapa kau malah malah muak denganku? Apakah aku sangat menjijikan?"


Zela tidak tahu dengan dirinya saat ini. Namun, semakin dia mendekat dengan Gilbert maka perutnya akan bergejolak dengan kuat.


"Gil, aku tidak berbohong! Tolong jangan mendekat!"

__ADS_1


Gilbert hanya bisa pasrah saat dia harus tidur di sofa karena Zela terus saja mual saat berada di dekatnya. Gilbert semakin bertanya dalam hati, apa yang telah terjadi dengan Zela. Namun, Gilbert tidak ingin memikirkannya. Saat ini dia memilih tidur meskipun harus diatas sofa, demi Zela.


****


Cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja. Tak akan ada hati yang bisa tahu dengan siapa dia akan berlabuh. Namun, mereka hanya bisa menjawab dengan sebuah kenyamanan. Mana kala hati sudah terlanjur nyaman, maka perlahan cinta itu sudah mulai datang.


Oma merasa sangat terkejut dengan sosok Gilbert yang menuruni anak tangga bersama dengan Gilbert. Entah sejak kapan cucunya sampai di rumah utama, sedang kemarin saja Gilbert tak memberikan izin kepada Zela.


"Kenapa kau bisa ada disini?" Oma menatap Gilbert dengan tatapan tajam.


"Kau telah menculik istriku, jadi aku kesini untuk mengejarnya. Mengapa sepagi ini kau sudah rapi?" tanya Gilbert heran saat dia melihat sang Oma sudah terlihat begitu cantik.


"Bukankah sudah kukatakan kemarin jika aku akan mengajak Zela untuk arisan keluarga? Lalu mengapa kau ada disini?"


"Kau jahat! Kami ini pengantin baru dan kau tega untuk memisahkan kami," kata Gilbert. Namun, saat Gilbert baru saja mendaratkan tubuh di kursi, tiba-tiba saja perutnya kembali bergejolak dengan kuat.


Gilbert lari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi dalam perutnya. Zela dan Oma hanya bisa ternganga saat sudah lemah tak berdaya. Dan itu hanya akan terjadi di pagi hari saat Gilbert melihat makanan.

__ADS_1


"Kau sakit? Aku panggilkan dokter Frans." Oma segera menghubungi dokter keluarga. Tak ada yang bisa Gilbert lakukan selain pasrah. Gilbert juga merasa takut jika dia sedang memiliki penyakit akut. Jika sampai bener, kemungkinan besar Zela akan menjadi janda.


__ADS_2