Ranjang Big Bos

Ranjang Big Bos
RBB 36 | Dia Monica


__ADS_3

Sudah hampir satu jam seorang wanita dengan sabar menunggu kedatangan Gilbert. Namun, hingga detik ini tak ada tanda-tanda kemunculan Gilbert. Lelah akan penantiannya wanita itu memilih berlalu dari ruangan Gilbert.


Dia adalah Monica, seorang model terkenal yang saat ini bintang kehidupan sedang redup karena sebuah rumor sedang menimpanya. Dia berjalan anggun untuk menemui Kimi di ruang kerjanya.


"Kau bilang bos mu akan datang sebentar lagi. Aku sudah menunggunya hampir satu jam lebih tetapi dia tidak muncul. Kemana dia?" tanya Monica dingin.


Kimi mendongak kearah Monica, wanita cantik yang hampir saja menjadi istri bos-nya. Namun, karena sebuah kesalahan besar, Gilbert menendang Kimi dari hidupnya. Jika ingin menyalahakn perubahan Gilbert saat ini, maka Monica lah yang patut disalahkan. Karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Monica, Gilbert menghancurkan hidupnya.


"Maaf aku lupa jika ternyata tuan Gilbert hari ini tidak datang," kata Kimi dengan malas.


Monica melotot lebar. Penantiannya hanya sia-sia. Dia tidak bisa bertemu dengan Gilbert, lalu untuk apa dia duduk hampir satu jam di ruangan itu? Kimi mengepalkan tangannya kesal. "Kenapa kau tak memberi tahuku?"


"Maaf, aku lupa. Aku sedang banyak pekerjaan. Jika tidak ada lagi keperluan, silahkan tinggalkan ruangan ini. Dan tolong sekalian tutup pintunya dengan rapat."


"Kau!" tunjuk Monica kesal, sebelum dia meninggalkan ruangan Kimi.

__ADS_1


Sementara itu, Gilbert dan Zela malah sedang duduk di cafe untuk menikmati secangkir cofelatte. Zela tak hentinya menatap Gilbert dengan penuh tanda tanya. Zela ingin tahu siapa yang sedang menunggu Gilbert di ruangannya.


"Apakah ini alasanmu menyuruhku untuk tidak berangkat ke kantor?" tanya Zela mengintimidasi.


Gilbert membuang wajahnya. Dia benar-benar tidak ingin mengingat maupun melihat wajah wanita yang telah menabur serpihan kaca di hatinya.


"Gil, aku sedang berbicara!"


Gilbert menatap Zela dalam. Wanita yang telah berhasil membuatnya lebih tenang dan bisa melupakan sisi gelapnya. "Kau tak pernah tahu," ucap Gilbert dingin.


"Tapi aku ingin tahu, Gil! Aku istri mu!" tekan Zela.


Karena aku juga menginginkan cinta mu, Zel. Aku sangat berharap suatu saat kau dan aku bisa hidup normal seperti pasangan pada umumnya yang hidup bahagia bersama dengan buah hatinya.


"Kau terlalu percaya diri," cibir Zela.

__ADS_1


Zela gengsi untuk mengakui perasaannya saat ini jika sebenernya dia telah jatuh cinta kepada Gilbert.


Hingga untuk beberapa saat. Zela yang sedang merasa cemburu dan Gilbert yang sedang merasa kesal dengan kehadiran Monica yang tiba-tiba. Padahal saat bertemu kemarin, dengan jelas Gilbert mengatakan jika saat ini Gilbert telah menikah dan tak ingin melihat wajah Monica lagi. Namun, sepertinya Monica mengabaikan ucapannya.


"Apakah kau sedang marah?"


Gilbert merasa jika saat ini Zela sedang mengabaikan dirinya.


"Untuk apa aku marah? memangnya aku siap?"


"Kau istriku, selamanya kau akan menjadi istriku. Baiklah akan aku katakan siapa wanita itu. Dia adalah Monica, wanita yang hampir menjadi nyonya Sanders. Namun, dibelakang ku, ternyata dia bermain api dengan pria lain," jelas Gilbert dengan berat. Sungguh dia enggan untuk mengingat kejadian dimana dia melihat kekasihnya bermain gila bersama dengan pria lain.


Zela melihat ada luka di mata Gilbert. Tiba-tiba hatinya terasa iba saat mendengar penuturan Gilbert. Pasti akan sangat menyakitkan karena Zela pernah ada di posisi Gilbert, meskipun dia tidak melihat secara langsung saat kekasihnya sedang bermain gila.


"Gil, bisakah kau berjanji sesuatu kepadaku?" tanya Zela serius.

__ADS_1


"Katakanlah!"


...~Bersambung~...


__ADS_2