Ranjang Big Bos

Ranjang Big Bos
RBB 46 | Operasi


__ADS_3

Halo-halo, mon maap baru bisa lanjut lagi 🙏 Demi kalian semua, aku sempatkan diri untuk Up lagi. Sebenarnya harus belajar sih wkwkkwwk


***


Gilbert mengunakan kesempatan emasnya saat Monica pergi ke toilet. Dia segera menyalin semua data yang ada di ponselnya. Matanya tetap was, berharap Monica tidak mengetahui apa yang sedang dia lakukan.


"Kau pikir aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan pada Zela?" gumam Gilbert.


Setelah data tersalin semua, Gilbert langsung bergegas meninggalkan kafe. "Dia pikir dia lebih pintar."


Gilbert telah berhasil menyadap ponsel Monica. Tidak salah lagi jika Monica adalah dalang dibalik hilangnya Zela. Namun, kini Gilbert sudah mengetahui di mana keberadaan Zela. Dengan kecepatan tinggi Gilbert melajukan mobilnya untuk menuju tempat dimana Zela berada.


Pikirannya sudah tidak tenang, terlebih saat ini Zela sedang hamil. Jika sampai terjadi sesuatu dengan calon pewarisnya, Gilbert tidak akan memaafkan siapapun yang terlibat dalam penculikan Zela.


"Sepertinya disini."


Mobil Gilbert sudah sampai depan sebuah gedung terbengkalai. Tak ingin berpikir panjang, dia langsung masuk dan meneliti satu persatu ruangan yang ada. Sepi nan sunyi, namun Gilbert terus berusaha untuk menemukan Zela. Dia yakin jika Zela ada di tempat ini.


"Zela!" teriak Gilbert seraya membuka setiap ruangan yang ada. Sepertinya usaha Gilbert sia-sia. Dia tidak menemukan keberadaan Zela.


"Sial! Dimana dia menyembunyikan Zela!" umpat Gilbert dengan frustasi.


Saat Gilbert hendak meninggalkan tempat itu, tak sengaja matanya menangkap satu ruangan yang belum dia periksa. Dia pun merasa penasaran karena pintunya tertutup rapat dan dipasang sebuah gembok.


"Jangan-jangan." Gilbert langsung menghancurkan gembok agar bisa membuka pintunya.


"Zela, apakah kau berada di dalam? Ze, ini aku Gilbert!" ujar Gilbert yang masih berusaha untuk mendobrak pintunya.


Gilbert tak peduli dengan rasa sakit yang dia rasakan. Karena saat ini Zela adalah prioritas utamanya. Dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu kepada Zela.


BRAAKK!

__ADS_1


Pintu sudah berhasil didobrak. Mata Gilbert langsung tertuju pada seseorang yang sudah tergeletak di lantai. Dengan cepat Gilbert menghampirinya.


"Ze, bangun Ze!" teriak Gilbert saat seseorang yang tergeletak adalah Zela.


Zela yang sudah tak sadarkan diri segera dibopong keluar. Rumah sakit adalah tujuan Gilbert saat ini. Sepanjang perjalanan Gilbert merasa tidak tenang karena Zela yang tak kunjung sadar. Terlebih Gilbert juga melihat ada cairan merah yang merambas dari celana Zela.


"Tuhan, tolong selamatkan anak dan istriku."


Gilbert sudah tidak peduli lagi dengan mobil-mobil yang ada di depannya. semua diasalib dengan kecepatan tinggi, berharap cepat sampai di rumah sakit.


"Ze, bertahanlah! Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit."


Tak berapa lama pun mobil yang dikemudikan oleh Gilbert telah sampai di sebuah rumah sakit. Gilbert segera membopong debu Zela masuk ke dalam.


"Dokter ... dokter! Tolong selamatkan istriku" teriak Gilbert yang seperti orang gila.


Perawat yang melihat Gilbert segera memberikan brankar untuk membawa Zela menuju ke ruang pemeriksaan.


"Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk. Kami akan memeriksa istri anda!" ucap salah seorang dokter kepada Gilbert.


Gilbert hanya bisa pasrah saat dia harus menunggu di luar. Baru kali ini dia merasa sangat khawatir.


"Tuhan selamatkan Zela."


Tak berselang lama seorang dokter datang untuk menghampiri Gilbert dan mengatakan jika Zela harus segera melakukan operasi. Zela mengalami pendarahan janin yang ada di dalam rahimnya tidak bisa bertahan. Mau tidak mau Zela harus melakukan operasi.


"Tidak! Ini tidak mungkin!" bantah Gilbert dokter menyuruh Gilbert untuk menandatangani persetujuan operasi Zela.


"Kalian jangan macam-macam! Aku bisa menuntut rumah sakit ini jika kalian sampai membunuh anakku!" teriak Gilbert dengan wajah memerah.


"Tapi Tuan, janin yang berkembang di dalam rahim istrimu sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Istrimu telah mengalami pendarahan yang hebat saat menuju ke sini. Jika tidak segera dioperasi aku takut nyawa istrimu pun juga tidak akan tertolong," jelas sang dokter.

__ADS_1


Beruntung saja di saat yang tepat Kimi datang dan menyakinkan Gilbert agar mau menandatangani surat operasi Zela. Karena jika tidak segera dilakukan operasi, maka nyawa Zela juga akan menjadi taruhannya.


"Tidak! Aku tidak mau kehilangan Zela."


"Kalau begitu Kau harus menandatangani surat operasi, Gil! Ingat, keselamatan Zela paling utama!"


"Baik aku akan mendatanginya. tapi ingat jika sampai terjadi lagi sesuatu dengan Zela, kalian harus menanggung akibatnya!"


Gilbert dan Kimi merasa tidak tenang selama proses operasi berlangsung. Mereka berharap jika Zela mampu melewati semuanya.


"Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Kimi setelah Gilbert mengetahui jika jalan pewarisnya telah tiada.


"Aku tidak akan maafkan mereka semua! Lihat saja apa yang akan aku lakukan selanjutnya," balas Gilbert dengan wajah merah padamnya.


Berita tentang Zela yang masuk rumah sakit telah masuk ke telinga Oma. Wanita tua itu segera bergegas menuju rumah sakit. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Zela, terlebih saat dia mengetahui jika Zela sedang mengadung cicitnya.


Sesampainya di rumah sakit wanita tua itu memukul kan tongkatnya ke tubuh Gilbert yang dia anggap sudah keterlaluan.


"Bisa-bisa kau tak memberitahu Oma jika Zela diculik?" Tongkat Oma tak hentinya untuk memukul tubuh Gilbert.


Gilbert hanya pasrah ketika tongkat itu terasa sakit saat menghantam tubuhnya. "Jika terjadi sesuatu dengannya, aku tidak akan pernah memaafkanmu!"


Kimi yang berada di samping Gilbert mencoba untuk menenangkan sang Oma.


"Oma ... Oma tenang dulu. Semua ini bukan kesalahan Gilbert, Oma," kata Kimi yang sudah berhasil menarik tubuh orang menjauh dari Gilbert.


"Seharusnya dia memberitahu Oma jika Zela diculik agar Oma bisa menurunkan anak buah untuk mencari Zela."


.


.

__ADS_1


.


Tes ... kali aja ada yang masih menunggu kehadiranku wkwkkw


__ADS_2