Ranjang Big Bos

Ranjang Big Bos
RBB 39 | Bertemu Dengan Jack


__ADS_3

Semua merasa lega saat mendengar penjelasan dari dokter Frans bahwa saat ini Gilbert tidak apa-apa. Mungkin saja ini hanyalah semacam morning sickness, yang sering dialami oleh para ibu hamil muda dan akan hilang dengan sendirinya.


Gilbert menautkan alisnya merasa heran. "Bukankah dia yang hamil, tapi mengapa aku yang harus mengalami morning sickness?"


"Mungkin saja anakmu ingin memberikan pelajaran, sebab kau menanam sebelum waktunya," celoteh Oma.


"Ini tidak adil! Zela, katakan pada anak itu jangan membuatku menderita! Kau tahu kan aku hampir mati setiap pagi."


"Itu semua salahmu! Sudahlah berhubung kau baik-baik saja, kami berdua akan pergi dulu. Kalau masih merasa belum enak, suruh Kimi yang menangani kantor pagi ini," kata Oma.


Tanpa memperdulikan Gilbert yang masih lemas, kedua wanita beda usia itu terlalu begitu saja. Sedangkan dokter Frans dan Gilbert masih saling menatap, detik kemudian Gilbert menyuruh dokter Frans untuk pergi.


"Tunggu apa lagi, pergi sana!" usir Gilbert.


Dengan rasa kecewa yang bersarang dalam dadanya, Gilbert hanya bisa meratapi nasibnya. Ternyata merasakan morning sickness itu sangat menyiksa. Dimana setiap pagi dia harus muntah-muntah tanpa ada yang dikeluarkan dan rasa mual yang sangat menggerogoti perutnya. Bahkan untuk melihat hidangan di atas meja rasanya sudah mual.


"Pelayan, buatkan salad!" teriak Gilbert kuat.


Tidak butuh waktu lama, apa yang diinginkan oleh Gilbert telah berada di depan matanya, dengan cepat Gilbert menyantapnya hingga tanda. Gilbert merasa sangat heran dengan selera makannya saat ini. Apakah ini juga efek dari morning sicknessnya? Jika memang seperti itu, Gilbert semakin yakin jika anaknya sedang ingin menghukumnya.


"Masih didalam perut saja sudah membuatku menderita, apa kabar kelak jika sudah lahir." Gilbert bermonolog sambil melihat isi mangkok yang telah kosong. "Apakah anak itu menginginkan aku hidup susah? Sejak kapan seorang Gilbert akan menyukai dedaunan layaknya seekor sapi?"


***


Saat ini pekerjaan Kimi kian bertambah. Selain menggantikan Gilbert yang belum datang, dia juga harus mengerjakan pekerjaan Zela yang sudah beberapa hari terbengkalai. Sebenarnya Kimi merasa lelah, akan tetapi ia harus tetap harus semangat demi perusahaan.


Saat Kimi hendak mengcopy beberapa file, dia mendengar bisik-bisik karyawan yang jago dalam menggosip. Siapa lagi jika bukan Sely, wanita yang sangat menggilai bosnya. Apapun akan dia lakukan demi mendapatkan hati bosnya.


"Aku dengar kemarin mantan bos kita datang, tapi sayangnya hanya sebentar," kata salah seorang karyawan.

__ADS_1


"Kau benar. Padahal aku ingin melihat wajahnya. Katanya sih sekarang dia sudah menjadi model di luar negeri," sahut yang lain.


"Oh, wanita yang menunggu di ruangan big bos? Aku melihatnya. Dia memang sangat cantik," timpal yang lainya.


Sely merasa jika para temannya sama sekali tak mendukungnya untuk mengambil hati big bos mereka.


Jika benar wanita itu datang untuk kembali ke hati my big bos, aku tidak akan diam saja. Mungkin aku bisa menggunakan wanita itu untuk menjauhkan wanita malam itu dari hadapan My big bos.


Saat ini Sely tak banyak kata. Dia fokus pada layar ponselnya untuk mencari tahu sosok wanita yang disebut mantan big bosnya.


Ternyata benar jika wanita yang bernama Monica itu adalah seorang model. Parasnya ayu. Jika dibandingkan dengan dirinya seperti langit dan bumi. Namun, saat membandingkan dengan Zela, Monica tidak ada apa-apanya. Selain Zela yang cantik dan menarik, saat ini dia juga sudah berhasil mencuri hati big bosnya. Saat itu juga Sely baru menyadari jika beberapa hari ini dia tidak melihat Zela masuk ke kantor. Begitu juga dengan big bosnya. Bahkan hari ini keduanya juga tidak masuk, apakah keduanya memang benar-benar memiliki hubungan terlarang. Sely beranjak dari tempat duduknya untuk ke toilet sebentar.


Didalam toilet Sely berpikir keras untuk memecahkan kecurigaannya selama ini. Jika benar Zela hanya menginginkan ranjang bosnya, maka dia harus keluar dari perusahaan. Sely berusaha untuk menyusun rencana untuk membuktikan apakah benar dugaannya.


***


Sebuah kebetulan, Gilbert menggunakan alasan jika saat ini dia sedang sakit dan tidak bisa ke luar kota. Akhirnya Kimi mendapatkan pekerjaan baru lagi. Saat Kimi ingin menolak, Gilbert sudah mematikan ponselnya.


"Kimi, selamat menikmati akhir pekan mu di luar kota." Gilbert tersenyum tipis sambil melihat ponselnya. "Beruntung aku memiliki mu yang bisa diandalkan kapan saja dan dimana saja."


Karena mood Gilbert sedang tidak baik, dia memilih untuk rebahan diatas ranjang sambil memainkan ponselnya. Jarang sekali Gilbert akan memiliki waktu luang seperti ini. Biasanya dia akan berjibaku dengan tumpukan map dan sibuk di depan laptopnya. Namun, karena calon anaknya yang sedang memberinya pelajaran, maka Gilbert juga memilih berpura-pura tidak enak badan.


Hari ini Oma merasa sangat puas. Setelah memperkenalkan Zela adalah bagian dari keluarga Sanders, keduanya singgah kesebuah Mall. Oma yang sudah lama tak menginjakkan kaki di Mall merasa sangat bahagia saat Zela mengajaknya untuk mengelilingi pusat pembelanjaan terbesar di kota itu.


"Zela," panggil seseorang dari arah depan yang melihat Zela.


Tubuh Zela mendadak membeku saat melihat pria yang tak asing itu. Dia adalah Jack, mantan tunangannya yang memilih pergi bersama dengan wanita lain tanpa ingin bersabar terlebih dahulu.


"Jack," lirih Zela.

__ADS_1


Namun, karena Zela tidak ingin melihat keberadaan Jack, dia mengajak Oma untuk membalik kebelakang.


"Dia siapa?" tanya Oma.


"Dia pria jahat, Oma. Zela tak ingin melihat wajahnya lagi."


Oma pun akhirnya mengerti siapa sosok yang sedang dihindari oleh Zela. Sudah jelas jika pria itu adalah pria dari masa lalunya.


"Zela, tunggu!" teriak Jack.


Jack pun mengejar Zela. Akan tetapi Oma menghadangnya. "Jangan sentuh cucu menantuku!" Oma menyodorkan tongkatnya pada Jack.


Jack membeku saat mendengar kata cucu menantu. Tubuhnya kaku. Tidak mungkin jika Zela akan secepatnya melupakan dirinya.


"Maaf, aku ingin berbicara sebentar dengan Zela.".


"Aku tidak mengizinkan! Jika kau masih memaksakan diri, maka aku akan menyuruh pengawalku untuk mengurusmu!" Oma melihat keadaan tiga orang berseragam serba hitam berdiri belakang Oma.


"Ze, please! Beri aku kesempatan untuk berbicara. Aku merindukan mu, Ze."


Tiba-tiba telinga Oma terasa panas. Detik itu juga Oma langsung menuntun Zela pergi dan menyerahkan pria itu pada pengawalnya.


"Ze ... Zela, tunggu Zela!" seru Jack berulang kali.


"Sebaiknya kau jangan mengganggu nyonya muda! Jika masih melakukan hal yang sama, maka bersiaplah jika neraka sedang menantimu!" ucap salah seorang pengawal.


"Nyonya muda?" cicit Jack. Dalam hati Jack mempertanyakan sebutan nyonya muda yang diberikan kepada Zela. Apakah Zela sudah menikahi pria tua atau menikahi pria lumpuh?


.

__ADS_1


__ADS_2