Ranjang Big Bos

Ranjang Big Bos
RBB 49 | Berangkat Liburan


__ADS_3

Sebelumnya maaf banget jika novel ini sempat menggantung, semoga masih ada yang stay di lapak ini ya 😊


SELAMAT MEMBACA KEMBALI


Berusaha untuk ikhlas itu memang berat. Namun Zela sadar jika kesedihannya tidak akan mengembalikan calon anaknya yang telah tiada. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh suaminya, jika dia memang menginginkan seorang anak maka satu-satunya cara adalah memprosesnya lagi.


“Ingat kata Oma, bawa oleh-oleh dengan kabar baik!” pesan Oma Roberto sebelum melepaskan Gilbert dan juga Zela.


“Oma tenang saja, karena saat kami pulang nanti benih Gilbert sudah berkembang di rahim Zela,” ujar Gilbert dengan santai.


“Semoga saja,” ucap Oma penuh harap. “Zel, lupakan apa yang telah hilang. Mungkin ini cara Tuhan menegur kita, karena bagaimanapun anak yang sempat hadir di rahimmu adalah hasil di luar nikah. Percayalah, rencana Tuhan indah pada waktunya.”


Zela tersenyum tipis. Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Oma, karena bagaimanapun anak itu memang hasil sebelum pernikahan.


“Iya, Oma. Zela sudah mengikhlaskan apa yang telah pergi. Doakan Zela agar bisa hamil lagi.”


“Doa saja tidak cukup. Kau dan aku harus bekerja lebih keras lagi agar kau bisa cepat hamil. Bukan begitu, Oma?”


“Terserah kau saja, Gil. Oma bosan mendengar kemesummanmu! Sudah sana masuk nanti kalian tertinggal!”

__ADS_1


Meskipun tertawa, tapi terselip rasa sedih saat ingin meninggalkan Omanya. Satu-satunya keluarga yang dimilikinya, terlebih sang Oma yang sudah menua. Entah mengapa rasanya mendadak berat saat ingin meninggalkan wanita tua itu.


“Oma ... aku pasti akan sangat merindukan Oma.” Tiba-tiba Gilbert memeluk tubuh Omanya hingga membuat wanita tua itu hampir terjatuh.


“Astaga apa-apa ini!”


Gilbert semakin mengeratkan pelukannya saat wanita tua itu mulai mengelus pundaknya. “Apakah kau menangis? Sejak kapan seorang casanova menangis?” ejek Omanya.


Saat itu juga Gilbert langsung melepaskan pelukannya dengan bibir cemberut. “Sudahlah, tak ada gunanya aku mengkhawatirkanmu. Awas saja jika mendengar sesuatu terjadi padamu. Dasar wanita tua!” gerutu Gilbert dengan rasa yang masih kesal.


Sedikit drama sebelum Gilbert dan Zela benar-benar pergi meninggalkan sang Oma dalam jangka waktu satu bulan. Zela pun sebenarnya merasa berat untuk meninggalkan Oma, tetapi berusaha untuk kuat karena ini semua ini adalah keinginan Oma sendiri.


“Pergilah, tapi jangan lupa saat pulang kau sudah haru hamil!”


Zela tersenyum tipis. Bagaimana bisa dia langsung hamil hanya dengan waktu satu bulan. Ya, meskipun bibit Gilbert memang top cer, tapi sangat tidak mungkin Zela bisa hamil sekilat mungkin.


“Oma tenang saja. Aku dan Gilbert akan pulang dengan membawa apa yang Oma inginkan, asalkan Oma tetap sehat.”


“Jadi mentang-mentang aku sudah tua lalu kau pikir aku penyakitan? Kau salah besar! Sudahlah sana berangkat!”

__ADS_1


***


Perjalanan yang memakan waktu cukup lama membuat Gilbert merasa bosan. Entah sudah berapa kali Gilbert membujuk sang istri untuk melakukan penuntasan pada dirinya, akan tetapi Zela menolaknya.


“Sayang, sedikit saja ya? Aku sudah sangat bosan,” bisik Gilbert dengan manja.


Zela menghela napas panjangnya. Bukan tak ingin melayani keinginan sang suami, tetapi saat ini kedua sedang berada di dalam pesawat yang sedang mengudara.


“Aku heran dengan isi kepalamu yang isinya hanya semacam itu! Bisa tidak satu hari saja tidak memikirkan masalah seperti itu!”


“Tentu saja tidak bisa, karena itu sudah menjadi makananku setiap hari.”


“Astaga Gilbert! Kau sungguh bukan manusia messum!”


***


Aku datangi lagi hihihi. Pasti kalian semua udah kabur ya. Tapi gak apa-apa, aku tahu itu 😔 Bay the way yang masih stay di sini jangan lupa mampir ke novel kak teh ijo ya dengan dengan judul novel RANJANG TUAN MUDA LUMPUH, ,🥺 kalian mampir ya


__ADS_1


__ADS_2