Rasa Senja

Rasa Senja
Bab Satu


__ADS_3

Awal mula


Namaku adalah Senja Amalia Hanggono,anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang di sebuah daerah.


Yah meskipun aku adalah anak tunggal tapi hidupku tak seindah putri raja.


Aku terkurung dirumah ku sendiri,dipenjara tak boleh kemana mana.


Ayah dan Bunda takut kalau aku hilang mungkin, entah diculik atau apalahhh.,hahaha.


Tidak sebenarnya bukan karena itu sih,sejak bayi aku divonis punya penyakit jantung.


Jadi sebenarnya secara fisik aku adalah gadis yang lemah,eiits tapi jangan salah aku terlihat baik baik saja.


Seperti biasa setiap pagi aku sekeluarga bersiap menuju aktivitas masing-masing. Ayahku Pradita Hanggono mempunyai perusahaan yang cukup besar ditengah kota. Ibuku Resmaula Sawitri juga orang yang cukup sibuk. Beliau punya boutique yang cukup besar juga. Saat ini aku sedang berkuliah baru semester tiga.


"Sayang hari ini pulang kuliah langsung pulang,awas jangan kabur kaburan lagi bunda nggak suka.Kalau kamu memang mau pergi kemana pun harus diantar supir nggak boleh sendiri",bunda bicara panjang lebar.


Ayah cuma melirik sambil membaca koran pagi.


"Emmm..iya bunda iyaaa", aku tak kuasa mengelak toh percuma juga kalo harus izin pasti nggak akan boleh.


"Satu lagi sayang ingat kondisi mu tolong jangan terlalu lelah,kalau terasa sakit pulang saja jangan memaksakan dirimu",lagi lagi bunda menasihati.


"Ya Allah bundaa, setiap hari itu terus nggak ada yang lain apa?bund aku cuma nggak mau terlihat lemah, apalagi sampai ada yang tau sama kondisiku yang sebenarnya",timpalku.


"Bunda tau nak,tapi please dengerin bunda oke!"

__ADS_1


"Iya bunda", senyum pagi ini langsung hilang karena bunda mengingatkanku soal penyakit ku lagi. Rasanya aku cuma nggak pingin ingat itu aja.


Aku merasa sudah cukup semua kesakitan ini.


"Senja berangkat dulu ayah bunda",kucium tangan kedua orang tuaku ini.


"Habiskan dulu sarapanmu nak" bunda merendahkan suaranya.


"Sudah bunda,sudah kenyang, Assalamualaikum" jawabku tanpa melihat mereka tapi aku tau mimik wajah keduanya terlihat khawatir.


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.


"Lihatlah anakmu ayah, semakin hari malah semakin menghindari kita" bunda bersedih.


"Sudahlah bunda,kita serahkan anak kita pada Allah,Insya Allah Dia akan menjaganya lebih baik dari kita" timpal ayah.


"Sudahlah bunda,kita hanya bisa berdoa dan menjaga senja dari jauh".


"Iya ayah .."


"Selamat pagi nja" sapa nisha sahabatku di kampus.


Aku yang sudah sampai sejak tadi tersenyum melihatnya.


"Nisha.. aku kangen..",kataku sambil memeluknya.


"Ya Allah senja,kemarin juga baru ketemu,,hahaha"

__ADS_1


"Yah gimana yak kamu kan sahabatku yang paling cerewet,hahaha" kami tertawa bersamaan.


Nisha adalah sahabatku sejak awal masuk kuliah disini dia adalah teman sebangku ku.


Nisha adalah gadis yang baik dan sopan, sedikit banyak juga membawaku kepada hal hal positif.


"Pagi cewek.." temanku Ridho menyapa kami.


"Ngapain pagi pagi kok rame amat?seneng ya bisa ketemu aku ??" Ridho nyeleneh.


Aku dan Nisha berpandangan,lalu kulempar pulpen yang ada di dekatku.


"Ooo anda salah besar tuan,kita senang karna..emmm....rahasia..hahaha" jawabku.


"Senja senja ngaku aja susah amat..tuh liat Nisha aja sampe nggak berkedip liatin aku"


Nisha yang berasa di tatap langsung tertunduk malu,Nisha memang gadis lugu.


"Nish kamu mau nih sama si Ridho?hahaha " tanyaku,kulihat wajahnya bersemu merah.Jangan jangan kedua sahabat ku ini memang sedang ada benih benih cinta.


"Astaghfirullah senja ni apa apa an sih udah ah dosen mau masuk,," Nisha mengelak.


Aku memandang Ridho,lho ternyata wajahnya sama sama malu dan terlihat penasaran juga dengan jawaban Nisha.


happy reading yaa..


jangan lupa like,favorit,vote,tips and comment..

__ADS_1


silahkan bagi yang suka dan penasaran😘


__ADS_2