Rasa Senja

Rasa Senja
Bab 13


__ADS_3

Setelah punggung Ryan menghilang, jebol sudah pertahanan Senja. Bulir bulir air mata mulai turun satu persatu. Senja harus merelakan perasaannya terluka, agar dia tidak meninggalkan bekas yang dalam saat pergi nanti. Dia terus menunduk agar Jino tidak bisa melihat air matanya.


Tapi Senja salah, Jino tau gadis cantik di depannya ini sedang menangis.


"Jadi ini yang bikin kamu nangis ya cantik.. ?" tanya Jino.


"Nggak kok kak, siapa yang nangis? ini nasi gorengnya pedas! " jawab Senja.


"Nasi gorengnya yang pedas apa hatimu yang pedas?" ucap Jino.


"kata kata kakak kali yang pedas.." jawab Senja.


"Oh gitu? mau banget ya disiram Jino?" ucap Jino lagi.


Sontak Senja tersenyum mendengar kelakar Jino.


Pria ini selalu bisa membuat hatinya hangat, mungkin karena ini om Rizal menjadikan Jino bodyguardnya.


Sifat Jino menyenangkan, selalu bisa membuat Senja bahagia.


"Hari ini kita mau ketempat yang agak dingin kak, kakak siap siap ya.." ucap Senja.


"Kemana sih cantik?" tanya Jino.


"Kakak ikut aja, okey.." jawab Senja.


"Key.. " ucap Jino


"Aku ganti baju dulu kak.." Senja berpamitan ke kamarnya.


Sebenarnya tadi dia mau belanja ke pasar tradisional disini, tapi karena ada Ryan tadi moodnya hilang.


Senja berjalan perlahan ke kamarnya, setelah nggak ada kak Jino kesedihannya kembali lagi.


"Ryan.. kita belum ada hubungan, tapi perasaan ku juga ikut sakit lihat kamu sedih.. " gumam Senja.


Dibelahan dunia Ryan


"Senja.. kita belum ada hubungan, tapi gua semarah ini, sesakit ini lihat lu deket sama pacar lu, gua sadar sepenuhnya gua nggak berhak marah, tapi karena gua nggak berhak itu, perasaan gua tambah sakit, lu udah membuat hati gua luluh Nja.. sayang gua nggak bisa dapetin elu.." gumam Ryan menumpahkan kekecewaannya.


Ryan sedang ada di dapur saat itu, masih memasak untuk pelanggan.


"Aukh!" Ryan berteriak cukup kencang, dia menjatuhkan penggorengan yang berisi penuh minyak goreng panas. Ryan sudah berusaha menghindar tapi tetap kena tumpahan minyak di kakinya.


Ryan langsung terduduk menahan sakit yang teramat.


Orang orang yang di dekatnya segera sigap menolong dan membawa Ryan ke rumah sakit.


Sepertinya lukanya cukup parah.


++++++


Senja menuju ke tempat tujuan yang dia inginkan.

__ADS_1


Lama sekali dia tidak mengunjungi tempat ini.


"Kita mau kemana cantik? Kenapa cuma ada pohon pohon disini?" tanya Jino sambil menyusuri jalan setapak.


"Senja mau buang kakak di hutan.." jawab Senja datar.


"Hahaha.. enak aja, ganteng ganteng gini ntar kesenengan yang nemu, kamu yang galau kalo nggak ada kakak!" ucap Jino.


"Ssst diem kak, ntar kesambet kalau bicara aneh aneh.., ikutin aja aku" ucap Senja.


"Okey cantik.. " jawab Jino pasrah.


Sudah satu jam mereka berjalan menyusuri jalan setapak. Sayup sayup terdengar suara aliran air, suasana sekitar masih asri. Rerumputan juga cukup tinggi.


"Cantik.. kamu nggak capek?" tanya Jino yang melihat Senja terengah-engah.


"Capek juga sih kak, tapi nanggung bentar lagi sampai" jawab Senja.


"Ku gendong mau?" tanya Jino lagi.


"Kakak ini bawel banget! aku nggak mau, ayo kita lanjut jalan lagi, lima menit lagi sampai" ucap Senja.


"Capek cantik.. " ucap Jino memelas.


"Kakak ini cowok kan.. ayo yang kuat dikit.. badan aja gede, tenaganya nggak ada.." ledek Senja.


"Oke.. " dengan langkah gontai Jino mengikuti Senja.


"Selamat datang di air terjun tirta langit.. " ucap Senja mempersilahkan Jino.


Jino yang melihat pemandangan indah di depannya takjub. Tempat ini masih sangat asri, belum terjamah manusia. Hanya ada mereka berdua disana. Terlihat sangat alami dan indah.


"Cantik, kamu tau tempat kayak gini dari mana?" tanya Jino.


"Rahasia dong.. " Senja segera memasuki kolam yang ada dibawah air terjun, setelah melepas jaketnya.


Merasa sangat segar, Jino hanya melihat dari pinggir kolam.


"Kak ayolah .. nggak pengen berenang?" Pinta Senja.


"Nggak cantik, lihat kamu aja udah segar kok!" ucap Jino.


"Dasar genit!" tawa Senja.


Cukup lama Jino menunggu Senja, tapi dia sama sekali tidak merasa bosan melihat kebahagiaan Senja.


"Hari sudah mulai sore cantik, kita butuh waktu untuk sampai di hotel.." ajak Jino.


"Okey kak, tunggu aku akan naik.." ucap Senja.


Senja naik ke atas dan mengeringkan tubuhnya.


"Kakak tunggu disini, aku mau ganti baju dibalik batu besar itu.." ucap Senja.

__ADS_1


Jino mengerutkan dahinya.


"Kamu yakin cantik? Kalau ada apa apa gimana?" ucap Jino ragu.


"Insya Allah nggak kak, kakak dibaliknya aja, tapi jangan ngintip loh!" ucap Senja.


"Hmmm okelah.." ucap Jino masih ragu.


Jino lalu mengekor dibelakang Senja. Lalu ia menunggui Senja dibalik batu besar. Bersandar pada batu itu.


Senja keluar dari balik batu sambil masih berusaha mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Jino yang melihat pemandangan indah ini hanya menelan ludah.


"Cantik.. " gumamnya sangat pelan, hanya Jino sendiri yang bisa mendengarnya.


"Ayo kak.. jangan bengong, hari sudah sore ini.." ucap Senja.


Jino dan Senja berjalan beriringan menuju ke tempat mereka memarkirkan mobil tadi.


"Kak sekali lagi makasih ya udah nemenin aku.." ucap Senja disela obrolan mereka.


"Nggak usah makasih, ini udah tanggung jawabku jagain kamu cantik.." jawab Jino.


"Sekalian modus sih.. hahahaha" tawa Jino kemudian.


Mereka berdua pun segera meninggalkan tempat yang indah itu dengan berat hati.


Wajah Senja nampak sendu saat mereka sudah masuk ke mobil.


"Udah belum mantenginnya? gak rela ya?" ucap Jino.


"He em kak.. Senja takut nggak ada kesempatan kesini lagi.. " ucap Senja lirih.


"Ada kok cantik.. besok kalo kita nikah kakak buatin villa disini.." ucap Jino yakin.


"Ya kaliii.. " ucap Senja langsung tersenyum.


"Aaamiiin kali.. " ucap Jino keras.


Mereka lalu tertawa bersama.


Pak Dani pun tersenyum melihat nona nya sebahagia sekarang.


Mereka lalu menuju ke hotel dan pulang kerumah.


Gimana gimana readers??


Coment doong😚 author menerima kritik dan saran kok


Jangan lupa like and fav yap👌 kasih poin atau tip boleh banget...


Thanks readers, yuk lanjooot👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2