Rasa Senja

Rasa Senja
Bab Sepuluh


__ADS_3

Ryan masih tak terima melihat Senja di bawa oleh Jino. Dia berdiri mematung menahan amarahnya, dia begitu tak rela melihat Jino membawa Senja.


Rasa marahnya menggantung tak ada pelampiasan.


"**** Gua kecolongan lagi!" Ucap Ryan sambil menendang batu kerikil di depannya sekencang mungkin.


"Sebenernya apa sih hubungan mereka? Sampai sampai harus Jino yang jemput Senja! Aaakh !! " Umpat Ryan sambil berjalan cepat menuju motornya. Dia menyesali ketidaksigapannya sendiri. Ryan berjanji dengan dirinya sendiri untuk menjelaskan semuanya kepada Senja besok. Dia takut gadis itu marah karena Ryan telah menciumnya tanpa permisi.


Ryan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya. Rumah peninggalan almarhum orang tua Ryan.


++++++


Sampai dirumah, Ryan segera membersihkan tubuhnya. Dia sedang libur hari ini, setelah ini Ryan hanya ingin merebahkan dirinya.


Setelah mandi Ryan lantas tiduran di kamar nya.


"Kok bisa sih tadi gua keblabasan" gumam Ryan sambil mengingat saat saat bersama Senja tadi.


"Senja harum banget lagi.." Ryan masih bergumam Sendiri, bayangan Senja terus menari di pikirannya.


Ryan masih tersenyum sendiri meski matanya sudah terpejam.


"Dasar bibir mesum lu ya! Nggak bisa banget liat cewek bening dikit! Lu nyosor dah tu!" Ucap Ryan sambil menepuk nepuk bibirnya.


"Yah.. tapi nggak salah juga sih, nggak ada cewek lain yang pernah gua cium selain Senja kaan.. sampai tadi, bibir gua masih perjaka kok !" ucap Ryan kali ini dielus elus bibirnya (yaelah Yan..baru cium jidat aja heboh kamu..apalagi bibir yak? Author berbicara)


"Senja itu beda sama cewek lain.. " ucap Ryan.


"Besok lagi nambah ya bir.. hahaha" ucap Ryan senang.


"Gua jadi gila beneran ini hah !" gumam Ryan menyadari kekonyolannya.


Pagi hari dirumah Hanggono


Senja turun kebawah untuk sarapan pagi.


Takut takut ia mendekati meja makan,sedikit kaget juga melihat Jino sudah ada disana. Senja takut Jino berkata yang jujur dengan orang tuanya. Tadi malam mungkin karena efek obat dia langsung tidur.


Kedatangan Senja disambut senyuman oleh orangtuanya. Senja melirik Jino yang sibuk dengan kopinya. Ia ingin memberi kode kepada Jino, apa yang sudah Jino katakan semalam.


"Tidurmu nyenyak nak.. ?" tanya bunda.


"Umm iya bunda.. " jawab Senja gugup. Senja menundukkan kepalanya masih takut.


"Kamu sehat kan nak?" Tanya ayah kemudian

__ADS_1


"Iya ayah Senja sehat.." Senja berkata semangat.


Karena sepertinya orangtuanya tidak tau kejadian semalam, berarti Jino menepati janjinya.


Ini artinya Senja juga harus menepati janjinya pada Jino.


Senja langsung duduk sambil tersenyum, perasaan nya sangat lega. Senja memakan sarapan paginya dengan lahap.


"Jadi gini om... kemarin saya sudah konsul sama om Rizal. Saya mau minta izin untuk mengajak Senja ke pantai sore ini, selesai kuliah.. om Rizal sih kemarin bilang ini baik malah untuk Senja" ucap Jino.


"Pergi berdua? Biar nanti bunda nemenin kalian" ucap ayah.


"Bunda nggak bisa hari ini.. ada urusan sama klien, nggak bisa sama ayah aja?" ucap bunda.


"Ayah juga nggak bisa bund, sore ini mau ke Berlin" jawab ayah.


"Apa nggak bisa ditunda nak?" tanya bunda.


Wajah Senja yang otomatis berseri karena diajak Jino ke pantai jadi murung. Kecewa, dia batal melihat sunset sore ini. Aktivitas favorit yang sangat Senja nantikan. Senja heran juga, Jino bisa tau Senja suka sunset.


Ayah yang melihat mimik wajah Senja yang berubah sendu menghela nafas.


"Hhh okelah.. nanti biar pak Dani yang menemani kalian.. awas Jino, jaga putriku baik baik" ucap ayah kemudian.


"Beres om.. ayo Senja berangkat.. " Jino memberi kode kepada Senja untuk segera pergi. Lalu mencium orang tua Senja.


"Waalaikumsalam.." Ayah dan bunda Senja berkata berbarengan.


+++++


Senja masuk kelas saat melihat Nisha dan Ridho sedang mengobrol.


"Asik banget ya?" Senja menghampiri mereka.


"Iya.. eh enggak.." jawab Nisha gugup.


"Udah nggak usah salting zeyenk.. aku tau kalian pacaran kaan.. ngaku .. " ucap Senja sambil menunjuk kepada kedua sahabatnya.


"Belum kok belum.. tenang aja, temen lu ini masih jaim.. " jawab Ridho.


"Ah tauk ah!" ucap Nisha sedikit jengah. Ia lalu duduk disebelah Senja.


"Kenapa zeyenk? Kok malah bete ih?" ucap Senja.


"Ridho itu ngegodain aku terus.. " ucap Nisha.

__ADS_1


"Iya, trus kamu tergoda kan?" goda Senja.


"Huft.. nggak tau zeyenk.. Ridho itu kan pacarnya banyak.. aku takut cuma dimainin.. " ucap Nisha pelan, takut Ridho dengar.


"Dia itu banyak pacar karena kamu nggak mau mau sama dia zeyenk.." ucap Senja.


"Apa iya..? Ah nggak mungkin.." jawab Nisha.


"Kita tau sifat dia Nish.. kamu percaya deh sama aku, Ridho itu suka kamu sejak dulu, dia gonta ganti pacar karna belum nemu yang kayak kamu" ucap Senja.


"Malah dibelain.. yang sahabat kamu itu siapa sih? dia atau aku?" ucap Nisha.


"Kalian.." ucap Senja polos.


Nisha malah tertawa riang mendengar jawaban Senja. Senja juga nggak bisa menahan tawanya.


Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka. Dia langsung menghampiri Senja yang masih tertawa.


"Gua perlu ngomong sama lu Nja.. " ucapnya.


Senja mengamati wajah tampan yang ada di depannya. Ada perasaan yang aneh menjalar dalam hatinya. Senja hanya mengangguk.


"Emm aku ke sana bentar.. " ucap Nisha tak ingin mengganggu mereka. Senja hanya mengangguk tersenyum. Sahabatnya benar benar mengerti perasaannya.


"Maafin gua.. " ucap Ryan menatap tajam mata Senja.


Senja yang ditatap seperti ini menjadi gugup sendiri.


"Ya Allah.. mata orang ni kenapa yak? natapnya gitu banget.. aku lumer... " ucap Senja dalam hati.


Senja tau Ryan cukup populer di kampus. Wajahnya lumayan, dan sikap dinginnya itu banyak membuat cewek cewek penasaran. Tapi Senja? bahkan belum pernah menganggap Ryan ada. (Jahat banget yak, ucap author ). Tapi saat ini menatap Ryan sedekat ini, dan karena kejadian kemarin jadi ada yang beda dalam hatinya.


"Aku maaafin kamu, tapi ada syaratnya.. " jawab Senja.


"Oke.. kasih tau aja" ucap Ryan.


"Ini nggak boleh terjadi, cukup aja kita nggak usah deket deket lagi! buat seolah-olah kita nggak pernah kayak kemarin kemarin, kayak dulu sebelum aku pingsan, okey?" ucap Senja tegas. Senja membohongi perasaannya sendiri. Komitmennya masih sama ia nggak ingin ada seseorang yang berarti lebih selain keluarganya. Meskipun ia juga harus merasakan sakit.


Sekilas wajah Ryan berubah sendu,


"Gua nggak tau apa gua bisa Nja, gua nggak janji soal ini, tapi gua janji.. gua akan merubah sikap gua ke elu, gua nggak akan kasar lagi, gua akan lebih sopan sama elu, tapi soal ngejauhin elu gua bener bener nggak bisa janji.." ucap Ryan.


Senja yang mendengar Ryan malah hatinya tambah hangat. Dia seolah terbang dengan ucapan Ryan yang lembut. Senja segera menunduk merasakan dadanya sesak. Entah kenapa akhir akhir ini Senja sering kambuh.


Gimana gimana? Comment dong readers

__ADS_1


Jangan lupa like and fav yups


Love you all😘


__ADS_2