
hay readers maafkeun author, ini episode yang keloncatan, human errornya author.. dah ready, silahkan di read yup, thanks so much ๐
Anak Bandel
Dosen sudah mulai pelajaran nya sampai tiba tiba ada pemuda yang nyelonong masuk tanpa permisi.
"Hey kamu?jangan masuk mahasiswa yang telat tidak boleh mengikuti pelajaran saya!" Bentak dosen.
Yang diteriaki dengan santainya melangkah hendak keluar lagi dan kebetulan sudah sampai di bangku belakang Senja.
Senja yang tidak begitu peduli dengan teman sekelasnya itu entah kenapa pulpen nya bisa jatuh tepat saat temannya itu hendak melangkah dan benar saja Ryan sesaat seperti hendak menghindari tangan Senja yang menggapai pulpen terjatuh karna kehilangan keseimbangan.
Ryan yang sebenarnya sejak tadi muka nya santai tanpa beban meski di usir dosen pun jadi terlihat jengkel. Teman sekelasnya semua tertawa melihatnya tersungkur.
"Maaf yan aku nggak sengaja,kamu nggak papa kan?" Senja hendak menolong Ryan. Tapi langsung ditangkis."Hey kalau punya **** tu dipake ya!kalau nggak mau lihat copot aja tu!" Bentak Ryan sampai mukanya merah menahan marah."Dasar cewe *****" batin Ryan.
Ryan langsung beranjak pergi meninggalkan senja yang masih mau berusaha menolong Ryan.
"Gimana sih tuh cowok,udah minta maaf juga malah marah marah,kurang makan kali yak hahahha" batin Senja.
"Nasib nasib dah diusir dari kelas, diketawain lagi,awas aja tu cewe rese!" Gerutu Ryan yang langsung pergi ke kantin kampus.
Ryan termenung sambil mengamati lapangan basket di sebelah area kantin.
Bukan,bukan lapangan yang ia lihat tapi kehampaan dalam hatinya. Selama ini Ryan hidup sendiri tanpa orang tua dan sanak saudara.
Ryan membiayai kuliah dan kebutuhannya dari kerja paruh waktunya,dan selama ini ia harus sangat berhemat hanya untuk sekedar hidup.
"Hidupku kayak gini tapi harus tetap berjalan dan jangan sampai berhenti tak berguna" batin Ryan. "Sebenernya gua dah sering liat tu cewek namanya Senja sih kalau gak salah, cantik sih,tapi ternyata rese ya. Perasaan gua nggak pernah ada masalah sama tu cewe, ngapain juga dia ngerjain gua di depan dosen dan anak anak.Nambahin pikiran gua aja sih!" Ryan yang masih jengkel mengacak acak rambut nya.
"Yan lu nggak ada kelas nih?" Tiba tiba si cewe yang terkenal kegenitannya di kampus datang menghampiri Ryan,,Raharjanti.
"Duh ni cowok tambah cool aja,ngapain juga ngacak acak rambut hahaha" batin Janti.
Yang ditanya pun diam aja emang malas bicara sama makhluk genit ini.
"Ryaan kenapa?ada masalah cerita aja jangan dicuekin dong akunya?"
"Lu ngapain deket deket gua ?gua nggak kenal lu ,jauh jauh deh sana!" Pura pura nggak kenal dah tu si Ryan.
"Ryaaaan awas ya ntar suka lho,galak kok sama cewe secantik gua ntar nyesel baru tau lu!hahaha" jawab Janti dengan santainya.
Ryan langsung mendelik kepada Janti,kode keras supaya ia segera pergi.
"Oke Ryan gua cabut,tapi jangan kesandung pesona gua ya ntar .,hahaha " Janti tertawa senang.
"Tu cewe nambah nambahin masalah aja,iya bener gua habis kesandung,ya bukan sih tapi kelilit kaki gua sendiri hahaha" tawa Ryan dalam hati. Sebenernya kan emang tadi dia berusaha ngehindarin tu cewek dan malah kehilangan keseimbangan.
__ADS_1
"Hmmm ,.. kesandung yaa..oke oke" Ryan punya rencana untuk balas dendam.
Saat kuliah sudah usai Senja,Nisha dan Ridho menuju kantin bersama sama.
"Nja kamu nggak papa tadi?" Tanya Ridho.
"Emang aku kenapa yak?perasaan nggak papa deh?"
"Itu lho si Ryan yang aneh itu?" Tanya Nisha.
"Halah nggak papa kok Nish cuma dibentak dikit doang nggak cuil kok hatiku hahaha" Tawa Senja,disertai kedua sahabat nya.
Ryan melirik mereka yang sedang tertawa,
"Awas lu!" Kaki Ryan sudah ia persiapkan menjuntai dan akan menyambut tiga sekawan itu.
"Eh bentar ya,aku lihat Ryan disitu ,mau minta maaf" Senja berpamitan kepada kedua temannya untuk mendatangi Ryan,sambil berlari kecil.
"Dugh ,.. BRAKK, ." Senja tersandung kaki Ryan dan terjatuh menabrak meja dan kursi yang ada didepannya.Sesaat Senja merasakan akan pingsan karena dada nya yang sakit dan sesak tapi sekuat tenaga ia tahan agar tetap sadar.
Nisha dan Ridho yang sedang berbincang kaget dan segera menolong Senja yang masih terduduk ditempat.
"Rasain lu!" Batin Ryan yang hanya melihat tanpa berusaha menolong.
"Senja kamu nggak papa kan?" Nisha yang khawatir .
Senja terus berusaha tersadar,saat ia hendak bangun mengambil tangan Ridho ia sudah tak kuat, pandangan nya seketika gelap.
Ridho dan Nisha berusaha menyadarkan Senja tanpa tau bahwa ia dalam keadaan bahaya.
Ridho bangkit dan menghampiri Ryan.
"Hey nggak ada rasa bersalah lu ya!gua tau ini ulah lu! Senja ada salah apa? tadi lu jatuh sendiri,bukan salah Senja!" Teriak Ridho emosi.
Ryan masih tak bergeming.
"Berani nya sama cewe lu ya!"
Ryan yang mendengar kata kata itu seketika langsung berdiri menghampiri Senja yang masih belum sadar. Segera dia menggendong Senja menuju klinik kampus.
"Badannya dingin banget ni cewe,mukanya pucet banget, perasaan tadi jatuh biasa aja sih,gitu aja pingsan dah!" Batin Ryan.
Di klinik ada bu Lina yang memang bertugas disana. Melihat ada yang digendong menuju klinik ia mempersiapkan tempat, kaget ternyata Senja yang dibawa. Lina tau Senja punya penyakit apa .Segera dia menelfon ambulance tapi sayang semua sedang tidak ada ditempat.
"Bu Lina ini gimana sih kok nggak di periksa dulu malah telfonan?" Teriak Ryan yang mulai khawatir melihat pucat nya wajah Senja.
"Ni cewe kok pucet banget,takut gua" batin Ryan.
__ADS_1
"Ryan dia harus segera dibawa ke rumah sakit,tapi nggak ada ambulance yang stay" Bu Lina panik.
Ridho dan Nisha segera masuk kedalam klinik menyusul,bersama supir Senja yang sudah dipanggil tadi.
"Biar saya bu yang bawa" pak Dani sopir Senja segera menghampiri dan hendak membawa nona nya.
"Ayo pak saya bantu" Ridho segera ingin membantu. Tangan Ridho ditangkis oleh Ryan,
"Biar gua aja!" Ridho segera membopong Senja yang dingin badannya. Menuju mobil mereka setengah berlari.
"Gue mohon jangan mati gara gara gue,gue belum lulus kuliah " batin Ryan antara panik dan sedih. Jujur sebenarnya Ryan nggak nyangka Senja bisa separah ini cuma gara gara jatuh nabrak meja. Ryan sudah menduga pasti ada yang nggak beres sama tu cewe.
visual tokoh menurut imajinasi author ya ..
yang punya imajinasi sendiri boleh๐
Senja Amalia Hanggono gadis cantik anak tunggal keluarga kaya
Ryan pemuda biasa hidup sebatang kara
Ayah Pradita Hanggono,ayah dari Senja.
Bunda Resmaula Sawitri,bunda dari Senja.
Nisha sahabat karib Senja.
Ridho sahabat karib Senja.
Raharjanti cantik dan genit
Jino ,humble dan play boy
__ADS_1