Rasa Senja

Rasa Senja
Bab 18


__ADS_3

"Mama.. sakit ma..."


Senja terbangun mendengar suara orang merintih.


Ia celingak-celinguk mencari sumber suara.


"Sakit .."


Senja kaget, ternyata Ryan sumber suaranya!


Segera senja memegang tangannya, diusap lembut.


Berharap ia segera lebih tenang.


Tangan Ryan terasa panas, Senja segera check suhu tubuh Ryan.


Ternyata kamu demam,.


Senja segera keluar untuk mencari kompresan, juga memanggil dokter.


"Ryan kenapa dok? apa lukanya infeksi? kok dia demam?" tanya Senja beruntun.


"Ndak papa kok, cuma demam biasa.. kita lihat sampai besok ya.." ucap dokter.


"Oh baik dok.. makasih yaa.." ucap Senja.


"Permisi ya.. " dokter pamit.


"Iya dok .. makasih.." ucap Senja.


Suster masih disitu, menyuntikkan sesuatu dalam infus Ryan.


Segera setelah suster juga pergi, Senja mengelap keringat Ryan yang mengucur dari dahinya.


Wajah Ryan masih pucat, dan dahinya berkerut.


Mungkin dia sedang bermimpi buruk, apalagi tadi dia memanggil mamanya.


Dia pasti kangen orangtuanya yang sudah tiada.


Senja yang baru ditinggal dua hari aja udah kangen banget..


Apalagi yang sudah ditinggal tiada, ah Senja nggak bisa membayangkan.


Senja memandang Ryan dengan tatapan iba.


Diletakkan tangannya di dahi Ryan, demamnya sudah mulai turun.


Senja masih terus mengusap punggung tangan Ryan.


Cepat sembuh.. nanti kita bisa berantem lagi.. batin Senja.


++++++++


Adzan subuh dari Masjid di sekitar Rumah Sakit sudah berkumandang. Senja segera terbangun dari tidurnya. Ah ternyata semalam dia ketiduran.


Tapi apa ini..


Ada benda menempel di kepalanya, Senja segera mendongak.


Ah ternyata tangan Ryan sedang ada di kepalanya.


Dengan hati hati Senja mengangkat tangan Ryan, meletakkan nya sepelan mungkin agar Ryan tidak bangun. Lalu ia mengecek suhu tubuh Ryan lagi.


Alhamdulillah, sudah turun demamnya.


Senja segera beranjak dari tempat nya, mengemasi barangnya dan segera pulang kerumah.


Senja lalu memesan ojol saja, takut orang rumah curiga Senja bohong.


Sampai dirumah, Senja segera membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya.


Selesai ritual itu, Senja merasa sangat lelah mungkin karena semalaman dia tidur sambil duduk.


Ia segera merebahkan diri di kasur dan meluncur ke alam mimpi.


******


Ryan membuka matanya saat ada suster yang sedang mengganti infusnya.


Ryan merasa kepalanya amat berat.


"Auch.." Ryan memegang kepalanya.


"Masing pusing ya.. sebentar lagi sarapannya datang, nanti obatnya segera kamu minum ya.. biar pusingnya reda.." ucap suster.


Ryan hanya mengangguk, merasa kepalanya amat berat.

__ADS_1


Ah Ryan baru ingat..


Dimana Senja?


Tadi malam Ryan sempat melihat Senja tertidur di bangku sebelahnya.


Tapi kemana dia?


Ah mungkin dia sudah pulang..


Mana mau dia menunggu seorang Ryan lebih lama?


Dia hanya pura pura perduli karena kemarin teman temannya ada disini.


Dia pasti nggak mau image nya sebagai orang baik jadi tercoreng kan.


Itulah sebabnya dia mau menungguinya semalaman.


Sudahlah jangan berharap lagi Ryan, ucap Ryan dalam hati.


++++++++


"Mah.. Jino berangkat ya.." ucap Jino sambil mencium tangan mama Mery.


"Mau kemana? ke tempat Resma?" tanya tante Mery.


"Iya mah, semalam harusnya aku kerja mah, tante Resma sedang ke Berlin sama om Pradita." Jawab Jino.


"Oh yaudah ati ati.." ucap tante Mery.


"Kalau ada apa apa mamah kabari Jino ya.." ucap Jino.


"Iya nak.." ucap tante Mery.


Jino segera meluncur ke rumah Senja. Sedikit khawatir juga karena sejak semalam ia tinggalkan Senja sendiri. Apa boleh buat, semalam ibunya juga demam, tidak mungkin Jino meninggalkan ibunya sendiri.


Jino adalah seorang anak yatim.


Ibunya kenal dekat dengan bunda Resmaula, karena perusahaannya yang bekerja sama dengan butik bunda Resmaula. Jadilah mereka berdua teman baik.


Mamah Mery adalah seorang pekerja keras, ia bekerja keras untuk masa depan Jino, anak satu satunya.


Sesampainya dirumah Hanggono.


"Assalamualaikum bi.." ucap Jino.


"Waalaikumsalam tuan.. " bibi Pai membukakan pintunya.


"Masih tidur tuan.. belum saya bangun kan.." jawab bibi.


"Yaudah bi.. tunggu aja dia bangun.. " Jino segera duduk.


"Mau saya bikinkan coffee atau susu tuan?." tanya bibi


"Coffee aja deh bi.." ucap Jino sambil membuka laptopnya, sedang gencar-gencarnya mengerjakan skripsinya.


Senja segera keluar dari kamar, rasa lapar sudah menyiksanya.


Senja ingat dari tadi malam belum makan sama sekali.


Melihat Jino ada di ruang keluarga, sedang tenggelam dengan skripsi nya.


"Assalamualaikum kak.. ayok sarapan dulu.." sapanya.


"Waalaikumsalam cantik.. kamu aja, kakak udah sarapan dirumah.." ucap Jino.


"Yaudah ayok kita ke ruang makan, biar dibikinkan coffee bibi..." ajak Senja.


"Oke oke..." Jino segera beranjak dan mengekor di belakang Senja.


Segera ia membuka laptopnya lagi dan tenggelam disana.


Senja yang sudah lapar juga segera menghabiskan sarapannya.


"Kakak serius banget sih.. jangan lupa kedip.." goda Senja.


"Iya lah cantik.. ini sudah bab terakhir.." ucao Jino tanpa mengalihkan pandangannya.


"Wahh.. bentar lagi wisuda dong.." ucap Senja.


"Iya.. bentar lagi jadi sarjana.. trus nikahin kamu cantik.." goda Jino.


"Yakali .." Senja mengerucutkan bibirnya.


"Ceh, ngambek.. gitu aja ngambek.. ntar malah aku lamar lho.. hahaha" goda Jino.


"Tauk.. nanti aku ada jadwal check up kak.." ucap Senja.

__ADS_1


"Tau kakak. .. ntar dianter, tadi juga om Rizal udah ngingetin.." ucap Jino.


Selesai Senja bersiap mereka segera berangkat ke rumah sakit. Senja merasa gugup, yah inilah yang selalu dia rasakan saat akan check up.


Apakah sakitnya semakin parah?


Apakah hidupnya hanya tinggal sebentar?


Atau dia sembuh?


Ah banyak sekali yang melintas dalam pikirannya.


Jino yang melihat muka Senja yang tegang segera mengambil tangan Senja dan menggenggamnya.


"Tenang cantik.. kan kamu sering melakukan ini, dan selalu bisa melewatinya kan? jadi jangan gugup ya.." Jino menebarkan senyum manisnya.


Harusnya semua wanita bisa meleleh melihatnya, tapi ini tidak berlaku pada Senja.


"Iya kak.. Senja cuma agak takut aja" ucap Senja lirih.


"Nanti kalau om Rizal nakal, bilang sama boyband mu ini.." Jino menepuk nepuk dadanya yang bidang.


Seolah jadi superhero untuk Senja.


"Hish.. pede banget sih.." Senja tersenyum.


Akhirnya senyummu muncul juga cantik..


***


"Gimana om hasilnya?" tanya Senja antusias.


Dokter Rizal sedang mengamati hasil pemeriksaan Senja.


"Sekarang lebih sering kambuh?" tanya dokter.


"Emm iya sih om, tapi cuma sebentar kok, bentaran juga sembuh lagi.." ucap Senja.


"Om tau,. semoga kita cepat dapat donor untuk kamu ya.. sekarang sementara, kamu jaga diri kamu sendiri jangan lelah, jangan banyak mikir.." ucap dokter.


Senja merasa sedih,.


Apa ajalku sudah dekat Ya Allah?


Jangan biarkan aku pergi sebelum membalas semua kebaikan orang orang yang kucintai..


"Om tadi bilang apa nak? jangan banyak berpikir hal yang tidak penting.." ucap dokter, menatap Senja yang terlihat murung.


"Iya om.. makasih ya udah merawat saya sejak bayi.." Senja mencium tangan om Rizal.


"Ssst. . ini sudah kewajiban saya.. sudah ya jangan sedih sedih lagi.." om Rizal meyakinkan Senja, menepuk bahu Senja untuk menyalurkan kekuatan.


"Iya om saya permisi, Assalamualaikum.." Senja segera beranjak pergi.


Senja semakin tenggelam dengan dunianya sendiri.


Banyak pertanyaan mengganggu pikirannya.


Senja bukan takut kematian, tapi takut mengecewakan orang yang mencintainya.


Apa kabar ayah dan bundanya jika Senja pergi.


Dia tidak punya adik atau kakak yang bisa menemani orang tuanya kalau dia sudah tiada.


Senja tau sejak dulu orang tuanya bekerja keras untuk membiayai pengobatan Senja.


Apakah semua kerja keras mereka akan sia sia karena Senja tiada.


Ah tidak! hidup dan mati manusia sudah diatur oleh yang kuasa.


Kita tidak bisa menerka-nerka kapan kita akan mati.


Untuk saat ini, yang bisa Senja lakukan adalah tetap semangat dan positif seperti dulu.


Apapun yang terjadi jangan sampai orangtuanya sedih karena melihat Senja kesakitan.


Biar Senja saja yang merasakan sakit asal orang orang yang berharga dalam hidupnya tetap bahagia.


Duh ...


Author jadi ikutan melow ...


Kalian apa kabar readers??


Stay health yaaa...


Jangan lupa like, comment ,... Tip, juga vote boleh banget.

__ADS_1


Terimakasih yaa...😘😘😘


Yuk lanjooot 👇👇👇👇


__ADS_2