
Penyesalan
Ayah dan Bunda Senja tergopoh gopoh menuju IGD ruangan Senja dirawat.
"Pak Dani Senja kenapa?" Tanya bunda.
Mata nya sudah memerah menahan tangis.
Ridho dan Nisha pun tiba di ruangan itu.
"Tante.." panggil Nisha.
"Nak Nisha sebenarnya ada apa dengan Senja ?" Ganti ayah yang bertanya.
Nisha menceritakan yang sebenarnya terjadi.
Ayah dan bunda menyimak lalu menatap Ryan yang ada disitu.
Dengan marahnya Ayah Senja menghampiri Ryan. "Kamu ini mahasiswa tapi tidak berpendidikan! Kalau ada apa apa dengan anak ku maka aku akan menghancurkan mu! ".
Ayah Senja berkata sambil menatap Ryan tajam. Kata katanya tegas dan lantang.
Sementara Bunda hanya menunduk menangis sampai sesenggukan " Ya Allah, jangan ambil Senja, aku belum siap.. "
Memikirkannya saja sudah membuat bunda takut.
Ridho segera membawa Ryan menjauh.
"Lebih baik lu pergi dari sini bro jangan memperkeruh keadaan ayo ikut gua ", Ridho menarik lengan Ryan menjauh dari situ.
" Lepasin gua bro,gua mau nunggu sampe tu cewek bangun,gua nggak tenang kalo pergi kayak gini bro!" Ryan melepas cengkraman Ridho.
"Hey lu nggak denger bokapnya Senja tadi? lu bisa dibunuh sampe nggak ada mayat lu!" Bentak Ridho.
"Gua nggak peduli.. " Ryan menuju ke tempat tadi.
__ADS_1
"Mending lu kesini ntar deh kalo Senja udah bangun" Ridho meyakinkan Ryan,meski ia benci karna Ryan telah membuat senja jadi begini tapi jangan sampai ayah Senja nekat berbuat sesuatu yang nggak terbayangkan.
Ryan menatap tajam Ridho yang terus mencgahnya menemui Senja.
"Oke gua tunggu disini aja yang penting nggak jauh jauh dan bisa mantau kondisi tu cewek.
Ridho mengangguk dan segera pergi ke tempat tadi.
Bunda terus menangis menunggu dokter tak kunjung keluar. Nisha pun menangis tapi berusaha menguatkan bunda.
Ayah hanya memandangi pintu IGD itu tanpa bergeming. Dipikirannya hanya takut Allah akan mengambil anaknya. Meski ia sadar sepenuhnya semua yang di dunia akan kembali kepada-Nya. Tapi ayah mana yang siap ditinggalkan oleh anaknya. Putri satu satunya penerus keluarga Hanggono yang terpandang.
"Ya Allah selamat kan anakku Senja... " Gumam ayah.
Satu jam kemudian Ridho pamit pulang karna harus menjemput ibunya. Nisha masih terus disitu menunggu dan menemani Bunda.
Ryan
"Sebenernya gua ni kayak anak kecil aja ya, ngapain juga gua ngerjain tu cewek penyakitan" batin Ryan.
Ryan terus mengingat wajah cantiknya yang pucat pasi tadi,nafasnya tersengal sengal.
"Kayaknya orang tua tu cewek bukan orang sembarangan,gua harus hati hati.Gua udah masuk kandang singa! " Ryan semakin risau memikirkan hidupnya.
Tiba tiba hape nya berbunyi nyaring ,segera lah Ryan mengangkat telfonnya. "Hallo bos?"
"Jam berapa ini?Niat kerja nggak kamu?"
"Duh maaf bos saya ijin dulu ya lagi ada urusan penting?"
"Kalau kamu masih mau pekerjaan ini segera datang sekarang atau lupakan saja kalau kamu punya pekerjaan!" Langsung ditutup oleh si bos.
"Ahhh ****!" Ryan mengumpat.
Ryan bangkit menuju restoran tempat kerjanya.
__ADS_1
Dia bekerja sebagai asisten koki disana.
Meski asisten sebenarnya ia cukup diperhitungkan di restoran itu.
Masakan Ryan enak dan banyak pelanggan yang menyukainya.
Ryan harus bekerja sampai tengah malam untuk memenuhi segala kebutuhannya. Gajinya cukup lumayan bisa untuk menabung untuk masa depannya.
Ryan terus saja memikirkan Senja yang masih belum sadar.
"Ahhh bodohnya gua!!!" Ryan memasak sambil bergumam menyesali perbuatannya.
"Kenapa lu Yan?" Miko sahabat nya menepuk bahu Ryan, membuyarkan bayangannya tentang gadis yang pucat pasi itu.
"Ah elu ngagetin gua aja" jawab Ryan tanpa melihat.
Ia tau pasti itu Miko,hafal sudah dia.
"Hey lu bisa kaget juga? bukannya lu drakula nggak punya jantung ya? Hahaha" Miko tertawa lepas.
Ryan yang mendengar sahabatnya meledek akhirnya tersenyum setelah seharian merasa kalut.
"Lu apa dong kalau gua drakula?serigala gitu?" Timpal Ryan.
"Salah kali,gua itu manusia berdarah suci! Hahaha" Miko tertawa senang dibarengi dengan Ryan.
"Yan udah deh cari jodoh sono! Jangan mau dijatah jomblo sama Tuhan!"
"Lu tu ya nggak tau aja,gua ini selalu dikejar kejar jodoh tapi ya gua nggak mau aja hahaha" sombong Ryan.
"Lu sih Yan dingin kaya es batu bro! Kayak gua nih halus lembut kalo sama cewek.."
"Iya halus lembut semua cewek lu kecengin!
Gua mau cari yang satu satu nya bro! Limited edition! Hahaha" timpal Ryan.
__ADS_1
"Yang penting kan nggak jones kayak elu Yan! Hahaha " Miko membela diri.
Miko ini termasuk play boy,dia suka dengan cewek cewek seksi dan cantik. Tapi Ryan adalah cowok yang dingin lebih suka tenggelam dalam dunianya sendiri. Ryan merasa nggak ada waktu untuk dia harus berpacaran. Walaupun nggak dapat dipungkiri dia sebenarnya sangat kesepian dalam hidupnya.