![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Ming Yue kembali ke rumah Qing ketika langit cukup gelap. Dia tidak bisa tepat waktu untuk memasak makan malam tapi Ming Yue tidak merasa bersalah. Bagaimanapun, dia akan pindah besok. Dia tidak ingin tinggal di rumah ini lebih lama lagi.
"Gadis J*l*ng! kemana saja kau?!" Sui Rong berteriak marah saat Ming Yue memasuki rumah. Qing Xu Lin dan Qing Mu Jing tidak terlalu jauh di belakangnya, hanya melihat dengan expresi yang mengatakan bahwa mereka sangat suka Ming Yue dimaki-maki.
"Gunung, mengumpulkan beberapa tumbuhan." Ming Yue menjawab dengan dingin,
"Beraninya kau pulang terlambat dan tidak memasak makan malam!" Sui Rong mengangkat tangannya untuk menampar Ming Yue tapi Bai Hu mengeluarkan suara mendesis dan kaki Sui Rong tiba-tiba terpeleset, membuatnya jatuh tersungkur di lantai.
"Ah!" Sui Rong menjerit kesakitan. Baik Xu Lin dan Mu Jing tercengang. Mereka tidak tahu bagaimana Sui Rong bisa terpeleset dan jatuh ke lantai.
"Ming Yue! Apa yang kau lakukan pada ibu?!" Mu Jing bergegas menuju Sui Rong dan membantunya berdiri.
"Aku tidak melakukan apa-apa. Dia hanya terpeleset dan jatuh ke lantai." Ming Yue mengangkat bahu acuh tak acuh lalu dia tersenyum jahat, "Mungkin ada hantu di rumah ini."
Sui Rong, Mu Jing dan Xu Lin rahang mereka mengendur saat Ming Yue mengatakan hantu. Di masa lalu, mereka memukulnya setiap kali dia menyebut hantu. Itu sering terjadi tetapi setelah itu Ming Yue tidak pernah menyebutkannya lagi.
Sekarang mendengar apa yang dikatakan Ming Yue, mereka akhirnya menyadari bahwa Ming Yue memberontak. Dulu dia begitu penurut tapi sekarang dia melawan.
"K-Kamu..! Mu Jing, pukul dia! Sekarang juga!" Sui Rong memerintahkan putranya tetapi senyum jahat Ming Yue semakin lebar.
"Apakah kau yakin? Hantu-hantu itu mungkin akan menyerangnya juga, tahu?"
Sui Rong menegang, dia meraih tangan putranya dengan erat karena takut hantu akan menyerangnya. Bai Hu menyeringai, menggunakan kekuatannya untuk menciptakan semburan angin dan membuat beberapa benda di rumah bergetar lalu jatuh ke lantai.
"Aaaahh!" Sui Rong dan Xu Lin berteriak ketakutan sementara Mu Jing menatap Ming Yue dengan wajah pucat.
"K-Kau anak terkutuk! Anak bencana! tinggalkan rumah sekarang! SEKARANG!!" Sui Rong berteriak seperti wanita gila.
Ming Yue hanya dengan acuh tak acuh pergi ke kamarnya, meletakkan semua barang-barang di ruangannya yang berada di Istana Bulan dan kembali ke ruang tamu. Dia menatap tiga orang yang masih memasang ekspresi ketakutan di wajah mereka.
"Hari ini aku memutuskan hubungan dengan keluarga ini. Mulai sekarang, kita akan menjadi orang asing. Jangan datang padaku dan ganggu hidupku lagi, jika kalian melakukannya.." Ming Yue memberi mereka tatapan membunuh dan aura menyelip keluar dari dalam tubuhnya, memberi ketiganya perasaan seakan mereka diteror.
__ADS_1
"Jangan salahkan jika aku kejam." Ming Yue berkata, mendengus pada mereka dengan jijik dan penuh ejekan sebelum meninggalkan rumah dengan Bai Hu di sisinya. Kali ini, selamanya..
Butuh beberapa saat sebelum Sui Rong berhasil menenangkan dirinya. Dia ingat bagaimana Ming Yue bertingkah tinggi dan perkasa, menatap mereka dengan jijik dan darahnya mendidih.
"J*l*ng itu! Beraninya dia... beraninya dia..!!" Sui Rong berteriak marah.
"Ibu, tidakkah menurutmu Ming Yue berubah sekarang?" Xu Lin bertanya dengan ragu.
"Ya, sepertinya dia menjadi orang yang berbeda." Mu Jing.
"Aku setuju. Mungkin dia dirasuki roh jahat!" kata Xu Lin. Dia tidak tahan dengan perubahan di Ming Yue. Dalam pandangannya, Ming Yue harus berada di bawah kakinya dan memujanya. Ming Yue hanya cocok menjadi 'pelayannya'.
Sui Rong terdiam, merenungkan apa yang dikatakan Xu Lin. "Kau mungkin benar, Xu Lin ah. Aku akan pergi ke kuil untuk meminta biksu datang ke sekolah besok. Begitu roh jahat itu pergi, kita akan menyeret si gaids j*l*ng itu kembali untuk menjadi pelayan kita lagi."
Ming Yue memutuskan untuk pergi ke hotel untuk bermalam. Sambil berjalan Bai Hu tertawa terbahak-bahak, jelas senang mengingat kejadian tadi.
"Seperti yang diharapkan dari Tuan, bahkan ketika Anda bersikap dingin dan kejam, aku tidak bisa menahan diri untuk terpesona sekali lagi." Dia berkata sambil tersenyum
Ming Yue menggelengkan kepalanya dengan senyum lembut, "Aku bersungguh-sungguh dengan apa yang aku katakan."
Dia mengingat masa lalu ketika Tuannya mengalami kehidupan yang sulit karena para manusia fana itu. Bai Hu mengerahkan semua kesabaran dalam dirinya untuk tidak marah dalam kegilaan, karena pada saat itu Bai Hu dan binatang langit lainnya masih disegel di dalam Tianshang De Kongjian.
Untuk pertama kali dalam kehidupan abadinya, Bai Hu merasa tidak berdaya, putus asa, tidak berguna. Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Tuannya. Perasaan itu, Bai Hu tidak akan pernah ingin merasakannya lagi. Kali ini pasti, Bai Hu akan melindungi Lady didalam pelukannya. Bai Hu yakin bahwa binatang langit lain merasakan hal yang sama seperti dia. Mereka akan memanjakan dan menyayangi Lady mereka sepanjang waktu. Sama seperti di masa lalu. Sebelum Lady mereka bertemu PRIA ITU.
"Gadis muda?" Sebuah suara bisa terdengar. Ming Yue menoleh hanya untuk melihat lelaki tua yang dia temui dalam perjalanan ke gunung. Dia berada di kursi belakang mobil yang terlihat sangat mahal.
"Apa yang kau lakukan berkeliaran di jalan saat ini. Sangat berbahaya bagi gadis sepertimu."
"Oh, Saya ingin menuju ke hotel terdekat." kata Mingyu.
Pria tua itu mengerutkan kening, "Hotel? Kau tidak pulang saja?"
__ADS_1
Dia tidak berpikir bahwa gadis muda ini akan melakukan hal yang tidak pantas hanya dengan kata 'Hotel'. Orang tua itu memiliki mata untuk karakter dan dia percaya gadis muda ini adalah orang yang sopan.
"Saya seorang yatim piatu, baru saja memutuskan hubungan dengan keluarga angkat saya dan meninggalkan rumah mereka." Ming Yue menjelaskan secara singkat. "Kalau begitu, kakek. Saya permisi dulu."
Saat Ming Yue ingin berjalan lagi, pria tua itu memanggilnya. "Tunggu!"
"Ya?" Ming Yue menatap lelaki tua itu dengan bingung. Apa yang diinginkan pria tua ini darinya?
"Kamu bisa datang ke rumahku. Daripada tinggal di hotel, kau akan memberi kesan buruk." Kata lelaki tua itu.
'Jika saya pergi dengan Kakek, orang lain akan beranggapan buruk juga.' Ming Yue membalas dalam pikirannya.
Sekarang Ming Yue dalam dilema. Kedua jalan akan mengarah pada rumor buruk. Dia juga tidak mengenal lelaki tua ini karena dia hanyalah orang asing, seseorang yang baru saja dia temui di jalan. Namun, memiliki 'saksi' mungkin lebih baik daripada tidak memiliki. Jika Ming Yue pergi ke hotel, dia tidak memiliki saksi yang dapat dipercaya untuk membuktikan bahwa dia tidak melakukan hal yang menlanggar norma. Jika Ming Yue pergi dengan pria tua ini, menilai bahwa pria tua ini mungkin layak dipercaya, Ming Yue akan memiliki saksi yang dapat diandalkan. Nah jika pria tua ini ternyata berbeda, yang perlu Ming Yue lakukan hanyalah meminta Bai Hu membantunya.
Setelah merenung sebentar, Ming Yue memberikan jawabannya. "Oke. Saya akan ikut dengan Kakek. Terima kasih atas kebaikan Kakek sebelumnya."
Ming Yue memasuki mobil dengan Bai Hu dan mobil melaju pergi. Sementara itu ada bayangan yang menatap mobil yang pergi dengan senyuman penuh dengan niat jahat.
-----------------------------------------------
Bai Hu : *Bersenandung gembira*
Ming Yue: Kau terlihat bahagia, Bai Hu. (^.^)
Bai Hu : Tentu saja aku senang, Lady. Akhirnya kita bisa menyingkirkan keluarga busuk itu untuk selamanya~ (●´∀`●)
Mingyue : begitu ya..
Bai Hu : Khu..khu..khu..~ Aku tidak sabar untuk menghancurkan mereka sampai berkeping-keping~ “ψ(`∇´)ψ
Ming Yue : Mereka belum melakukan apapun, Bai Hu (^_^;)
__ADS_1
Bai Hu : Jangan khawatir, Lady. Aku akan membuat mereka melakukan sesuatu lalu aku bisa menghancurkan mereka sampai berkeping-keping~ “ψ(`∇´)ψ
Ming Yue : ..... (◎_◎;)