![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Ming Yue menatap gedung kantor kecil yang terletak di distrik D.3 dalam keheningan. Wajahnya menunjukkan ketidakpedulian, seolah-olah bangunan kecil itu hanyalah istana pasir di matanya. Para preman berdiri di pinggir, mata mereka dengan gugup memperhatikan ekspresi gadis muda itu. Mungkin mereka ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis itu atau ingin melihat reaksinya selain ketidakpedulian.
Namun apa yang tidak mereka ketahui adalah bahwa apa yang dilihat Ming Yue bukan hanya bangunannya. Ada banyak hantu menyedihkan di sekitar gedung, seolah-olah tempat itu adalah TKP. SEMUA hantu adalah perempuan dan dilihat dari keadaan hantu mereka, mereka meninggal karena kekerasan seksual.
"Heh. HAHAHAHAHA!!" Ming Yue tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, senyum kejam perlahan namun pasti muncul di wajahnya, menciptakan gambaran seorang Iblis Es Wanita Para preman disekitar Ming Yue gemetar karena ketakutan, salah satu dari mereka bahkan membasahi celananya karena aura dingin yang dibawa Ming Yue dari dalam dirinya.
"Tempat ini berbau kegelapan .." Ming Yue bergumam pelan dan mengucapkan kata-kata yang membuat hati semua pria di sana, termasuk An Wu, jatuh ke dasar jurang.
"Orang yang kalian sebut 'Kepala Cabang'.. Berapa banyak gadis yang telah dia nodai dan bunuh sejauh ini? Kebencian hantu-hantu ini begitu besar hingga bisa memenuhi seluruh bangunan."
Wajah para pria menjadi pucat dan cara An Wu menatap Ming Yue pun berubah, seolah-olah gadis itu adalah monster.
Hantu katanya?! Dia benar-benar mengatakan hantu! Terlebih lagi, dia bahkan bertanya berapa banyak gadis yang dip*rkosa bos mereka sejauh ini! Bagaimana dia tahu?! Apakah karena dia melihat hantu-hantu itu?!
Getar ketakutan orang-orang itu tumbuh saat Ming Yue melewati mereka, dengan langkah yang sangat lambat. Dia berhenti di depan salah satu preman bertubuh agak kekar dan berbicara tanpa menatap wajah pucat pria itu.
"Apakah kau mengenal seorang gadis yang mengenakan blazer sekolah biru tua dan rok hitam kotak-kotak?" Ming Yue bertanya dengan lembut dengan senyum geli, "Dia tepat di sampingmu, kebenciannya cukup besar. Aku tidak penasaran dengan apa yang telah kau lakukan pada gadis malang itu. Tapi... Kau pasti tahu kan?"
Pria itu tiba-tiba menoleh ke samping tetapi dia tidak melihat apa-apa. "Tidak.. tidak mungkin.." Pria itu tergagap.
Itu adalah awal dari 'Pengadilan Neraka' yang diberikan Ming Yue kepada orang-orang preman itu. Seolah-olah dia dikirim oleh Raja Yama (Yanluo King) untuk mengumumkan perbuatan mengerikan yang telah mereka lakukan kepada orang-orang yang tidak bersalah. Hal ini membuat orang-orang itu ketakutan, beberapa dari mereka bahkan berlutut sambil memegangi kepala dan berteriak ketakutan. Beberapa bahkan memohon pengampunan, namun .. para hantu tidak akan memaafkan mereka. Kehidupan mereka yang tidak bersalah telah dirampok secara tidak adil, siapa yang akan memaafkan para penjahat ini. An Wu tidak tahu harus berbuat atau berkata apa, yang dia tahu bahwa saat Ming Yue keluar dari van, nasib mereka telah ditentukan.
(A/N : Yanluo King atau di sebut Raja Yama, yang diyakini berasal dari India, diturunkan ke Cina melalui kitab suci Buddha, adalah Raja Kematian/Neraka yang menjadi Hakim di alam arwah setelah kematian.)
Anak terkutuk..
Benar-benar nama yang pas untuk gadis muda ini..
Saat Ming Yue tiba di pintu depan dan berhenti sebelum masuk. "Jika kalian berpikir dengan memohon pengampunan, hantu-hantu yang tak kenal ampun itu akan memaafkan kalian, itu hanya delusi." Dia berkata dan melihat mereka dari balik bahunya.
"..Karma buruk yang telah kalian kumpulkan sampai sekarang.. kalian akan segera membayarnya." Dengan itu Ming Yue memasuki gedung kecil berlantai tiga, meninggalkan para preman dalam ketakutan akan pembalasan atas apa yang telah mereka lakukan sejauh ini.
__ADS_1
Menaiki tangga, akhirnya Ming Yue sampai di lantai tiga. An Wu yang telah memimpin Ming Yue dengan ekspresi kaku, mengetuk pintu.
"Bos, aku telah membawa .. gadis yang kau minta." An Wu berkata, hampir ingin mengatakan 'Iblis' bukannya gadis.
"Masuk." Sebuah suara dingin dan tenang bisa terdengar dari dalam.
Pintu dibuka, memperlihatkan seorang pria berusia akhir dua puluhan, rambut pendek hitam, mata cokelat yang tajam dan wajah yang cukup tampan. Pria itu bisa disebut menawan jika matanya yang bejat tidak mencoba menelanjangi Ming Yue saat dia memasuki kantor, seperti orang tua mesum yang sakit mental. Ming Yue benar-benar muak dengan pria seperti ini.
Jika Ming Yue merasa jijik dengan Bai Zhang, itu berbeda untuk pria itu. Saat Ming Yue memasuki kantor, kecantikan gadis itu telah memikatnya. Tidak pernah dalam hidupnya sampai sekarang dia melihat kecantikan yang begitu agung, seakan gadis itubukan dari dunia ini.
"Tinggalkan kami sendiri, tempatkan semua orang untuk menjaga seluruh bangunan." Bai Zhang berkata, matanya tidak pernah lepas dari wajah Ming Yue dan tubuh gadis itu.
An Wu melirik ekspresi acuh tak acuh Ming Yue sebelum meninggalkan kantor. Sekarang, Ming Yue sendirian dengan Bai Zhang di kantor kecil miliknya. Ada keheningan sebelum nada dingin Ming Yue merobeknya.
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan. Nama saya Ming Yue dan saya di sini untuk membahas tentang hutang Restoran Chu Hui." Ming Yue memulai percakapan dan Bai Zhang tidak bisa tidak terkesan oleh gadis muda ini. Dia tampak dewasa meskipun usianya masih muda, belum lagi elegan. Gadis ini benar-benar tipe wanita favoritnya. Tipe yang sangat ingin Bai Zhang siksa dibawah tubuhnya,
"Namaku Bai Zhang, kenapa kamu tidak memanggilku Kak Zhang dan aku memanggilmu Yue'er, hmm?" Dia menawarkan dengan senyum menawannya.
Mata Bai Zhang memancarkan kilatan kelicikan sebelum menjawab, "Mengapa aku tidak bisa? Aku adalah Kepala Cabang, aku dapat melakukan apapun yang aku inginkan! Ini adalah kesalahan orang-orang itu karena begitu bodohnya mempercayai kesepakatan dengan seorang gangster."
"Jadi begitu.. kalau begitu saya menganggap BOSS BESAR Anda tidak tahu tentang ini?" Ming Yue mencoba untuk mengetes situasi, jika Bos Besar Harimau Merah tidak tahu tentang masalah ini maka Ming Yue masih memiliki kesempatan untuk membicarakan hal ini dengan damai tetapi jika Bos Besar tahu.. Ming Yue berencana untuk menghapus Nama Geng Harimau Merah dari muka bumi.
Mata Bai Zhang menyipit berbahaya, dia tidak mengatakan apa pun dan itu membuktikan bahwa Bos Besar Harimau Merah tidak tahu apa yang dia lakukan. Mulut Ming Yue melengkung membentuk seringai, "Bingo.. kalau begitu saya hanya perlu pergi ke Big Boss untuk membicarakan ini."
Ming Yue berbalik tetapi Bai Zhang meraih pergelangan tangan gadis itu untuk menghentikannya berjalan keluar. "Kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu?" Dia bertanya dengan nada rendah yang berbahaya, "Kita lihat apakah kau masih bisa pergi ke Big Boss setelah aku mencicipi tubuhmu!"
Bai Zhang hendak menarik Ming Yue ke sofa terdekat tetapi Ming Yue menggunakan kakinya untuk menendang pria itu dari samping, membuat satu kakinya tertekuk dan jatuh ke lantai. Bai Zhang menjerit kesakitan saat tubuhnya jatuh ke samping, memegang satu kakinya. Pikirannya mengingat peringatan yang diberikan An Wu kepadanya, dia berkata bahwa gadis ini bisa melakukan seni bela diri. Bai Zhang menyadari bahwa dia ceroboh karena mengabaikan peringatan An Wu.
"Qing Long, Bai Hu.. bersihkan sisanya." Ming Yue berbicara, Bai Zhang bingung, bertanya-tanya dengan siapa dia berbicara. Tapi matanya melebar ngeri ketika dua pria jangkung tiba-tiba muncul di sisi gadis itu.
Bagaimana mungkin?!
__ADS_1
Bagaimana bisa kedua pria ini muncul begitu saja?!
"Bagaimana dengan sampah ini, Tuan?" Qing Long bertanya, mata kuningnya menatap Bai Zhang seolah dia hanyalah belatung. Bahkan tidak layak untuk hidup.
"Serahkan orang ini padaku." jawab Ming Yue.
"Baik kalau begitu." Qing Long berkata dan meninggalkan kantor bersama Bai Hu.
"..Anak terkutuk.." Bai Zhang bergumam pelan, Ming Yue yang mendengar nama itupun tersenyum kejam. Dia menendang kaki Bai Zhang hingga terbuka dan menginjak permata pria dengan keras. Bai Zhang meraung kesakitan saat tubuhnya tersentak sedikit ke atas.
"Katakan padaku, bagaimana rasanya memp*rkosa adik tirimu sendiri?" Ming Yue bertanya saat senyum kejamnya menjadi lebih dalam, "Sedemikian rupa sehingga membuatnya memotong pergelangan tangannya sendiri"
Mata Ming Yue menatap hantu seorang gadis yang baru berusia 17 tahun. Tubuhnya melayang di sebelah Bai Zhang, matanya dipenuhi dengan kebencian dan dari pergelangan tangannya, Ming Yue melihat luka besar. Alasan mengapa dia tahu bahwa gadis itu adalah saudara tiri perempuan Bai Zhang adalah karena dia memohon kepada Ming Yue sewaktu dia memasuki Kantor Pria itu. Pria ini benar-benar sampah di antara sampah. Bahkan saudara tirioun menjadi mangsanya. Ming Yue menekan permata pria itu lebih keras dan Bai Zhang hanya bisa berteriak lebih keras karena kesakitan.
Dalam benaknya, Bai Zhang benar-benar menyesali tindakannya..
Kalau saja dia tidak mengundang gadis ini ke sini ..
Kalau saja dia membunuhnya daripada ingin mencicipi tubuhnya..
Tapi.. tidak ada obat untuk penyesalan..
"Aku ingin tahu apa yang harus kulakukan denganmu.. Haruskah aku membiarkan hantu-hantu ini melahap jiwamu dan membawamu ke neraka bersama mereka?" Ming Yue bertanya sambil memiringkan kepalanya.
"Atau haruskah aku melumpuhkanmu sehingga kamu tidak bisa menyakiti lebih banyak gadis yang tidak bersalah?"
Sebuah suara datang dari pintu, suara yang sedikit dalam dan dingin, namun terdengar familiar di telinganya. "Tidak, aku yang akan mengurusnya. Bagaimanapun, aku adalah Bos Besar Harimau Merah. Ini sudah menjadi tanggung jawabku."
Mengangkat kaki dari permata pria sampah itu, Ming Yue berbalik dan matanya melebar karena terkejut saat dia melihat orang yang berdiri di dekat pintu.
"Kau?!"
__ADS_1