Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Langkah Selanjutnya, Ditetapkan!


__ADS_3

(A/N : Melodi Guzhengnya berjudul 'Shining Moon', Kalian bisa menemukannya di Youtube jika ingin mendengarnya. Ketik saja, Shining Moon Guzheng. Ini benar-benar melodi yang indah~ (✿ฺ´∀`✿ฺ )ノ)


---------------------------------------------------------------------


Di tengah paviliun di dalam halaman istana kecil, melodi Guzheng bisa terdengar. Seorang wanita dengan jari-jari ramping dan kulit seputih batu giok memainkan guzheng, jari-jarinya menari dengan indah di sepanjang senar sambil menutup matanya. Dia jelas menikmati setiap nada yang dibuat oleh jarinya, menenggelamkan pikirannya dalam melodi yang dia ciptakan.


Di paviliun yang dikelilingi oleh kolam dan bunga bulan, wanita itu memainkan guzheng seolah-olah dia tidak peduli dengan dunia. Namun, satu sosok tiba-tiba muncul entah dari mana. Seorang pria yang wajahnya sangat tampan, ketampanannya seakan bukan berasal dari dunia fana. Mata berwarna emasnya menatap wanita yang terus bermain, masih tidak membuka matanya.


Pria itu hanya berdiri di sana, dengan satu tangan di belakang, telinganya menikmati melodi sementara matanya menikmati wajah halus wanita itu.


"Aku merasa kalau aku tidak mengundang siapa pun untuk menikmati permainanku." Wanita itu berbicara sementara jari-jarinya terus menari dengan senar.


Kegembiraan melintas di mata dingin pria itu, "Aku mengundang diriku sendiri." Dia berkata, tidak mengambil satu langkah pun ke depan.


"Oh? Bolehkah aku tahu bagaimana aku bisa menerima kehormatan seperti itu?" Wanita itu bertanya, masih bermain dan menambahkan kalimat lagi. "Lagi pula, tidak semua orang bisa menerima kehormatan dari Ghost King, Penguasa Tertinggi Alam Iblis mengunjungi mereka TANPA DIUNDANG.., bukan begitu Tuan Zhong Kui?"


Mulut Zhong Kui melengkung ke atas, kegembiraan di mata emasnya semakin dalam mendengar komentar kasar wanita itu. Terutama ketika dia mengucapkan kata 'Tidak diundang', entah bagaimana itu menunjukkan bagaimana wanita ini tidak menyambutnya di istana kecil ini. Sebenarnya itu adalah reaksi yang menyegarkan bagi Zhong Kui, dia melihat begitu banyak wanita cantik bertindak seakan mereka tidak peduli tetapi dengan genit mengirimkan sinyal, berharap untuk mendapatkan perhatiannya. Zhong Kui meremehkan wanita seperti itu, terutama mereka yang secara terang-terangan menunjukkan cinta dan keinginan mereka untuk naik ke ranjangnya.


Namun wanita di hadapannya ini berbeda, wanita ini benar-benar tidak peduli padanya. Itu membuatnya tergelitik, menarik minatnya. Apalagi rumor yang beredar tentang wanita ini.


Wanita yang bermain dengan hati pria.. Berhati dingin.. Kejam.. Sombong.. Memikat..


Zhong Kui telah mendengar banyak hal, tetapi satu hal menarik minatnya.


Kecantikan agung layaknya seorang dewi...


Dia ingin melihat kecantikan seperti apa yang dibicarakan pria-pria itu dan melihatnya sekarang, Zhong Kui mengakui, dia belum pernah melihat kecantikan seperti yang wanita ini miliki dalam hidupnya yang panjang. Tanda di tengah dahinya membuat wanita ini lebih suci. Seolah-olah dia benar-benar seorang dewi!

__ADS_1


"Sungguh melodi yang indah." Setelah lama terdiam tenggelam dalam lamunannya sendiri, Zhong Kui akhirnya berbicara sambil mengabaikan ucapan kasar wanita ini. "Bolehkah Tuan ini tahu nama melodi yang kau mainkan ?"


"Bulan Bersinar (Shining Moon)." Wanita itu menjawab, masih tidak membuka matanya, jari-jarinya masih mengetuk senar dan melodi menjadi sedikit lebih cepat.


"Mengapa kau datang ke sini, Ghost King?" Wanita itu bertanya.


Pria itu menyipitkan matanya saat dia tanpa malu-malu menjawab, "Untuk bertemu denganmu, Lady Chang'e. Pemilik Istana Cahaya Bulan."


"Dan mengapa kau ingin bertemu denganku, Ghost King?" Wanita itu bertanya dengan dingin. Nada dinginnya membuat hati Zhong Kui tergelitik dan dia membuka mulutnya untuk berkata.


"Aku datang ke sini untuk merayumu."


Jari-jari wanita itu berhenti tiba-tiba dan perlahan dia membuka matanya. Mata itu sangat dingin, tidak ada emosi yang terlihat di mata yang layaknya seperti batu giok hitam itu dan senyum kejam muncul di wajahnya yang cantik saat dia membuka mulut kecilnya yang tampak manis,


"Kalau begitu, kau sedang merayu kematian sekarang."


----------------------------------------------------------


"Tuan." Suara Zhu Que bisa terdengar dari luar pintu.


"Ya?" Ming Yue menjawab sambil berdiri dari tempat tidur.


"Lin Zhao mengirimiku pesan untuk menanyakan apakah Tuan akan sarapan bersama keluarga atau tidak." kata Zhu Que.


Keempat binatang itu sudah menguasai 'The Way Of Smartphone'. Itu membuat Ming Yue terkejut melihat seberapa baiknya mereka belajar dan beradaptasi dengan era modern. Sekarang mereka bahkan bisa mengirim pesan teks dan menelepon. Lin Zhao dan Lin Shao bahkan membuat grup WeChat yang disebut 'Keluarga Alam Surga'. Ming Yue memiliki garis-garis hitam di atas kepalanya ketika dia mendengar hal itu. Nama itu terdengar klise baginya.


"Katakan padanya aku akan sarapan bersama keluarga." jawab Ming Yue.

__ADS_1


"Ya Tuan." Zhu Que berkata dan pergi.


Ming Yue mengingat percakapan si kembar dengan orang tua mereka tentang menjadi kultivator. Akhirnya orang tua mereka mengalah dan keputusan mereka disetujui oleh Kakek Wu. Pada awalnya Ming Yue telah mempersiapkan diri untuk penghinaan dan cacian dari keluarga Wu ketika si kembar dengan keras kepala mengatakan bahwa mereka masih ingin menjadi kultivator. Karena, jika mereka tidak bertemu dengannya maka mereka tidak akan mengetahui beberapa misteri dunia.


Namun .. mereka tidak menganiaya Ming Yue atau mata mereka tidak menunjukkan penghinaan maupun hujatan. Bahkan ketika Ming Yue meminta maaf, mereka tidak menerimanya dan mengatakan tidak ada ynga perlu dimaafkan. Bahkan Kakek Wu mengatakan ini adalah berkah dari langit bahwa mereka ditakdirkan untuk bertemu dengannya. Dalam hal itu Ming Yue setuju dalam hati, ini benar-benar berkah dari langit untuk bertemu dengan keluarga Wu.


Ming Yue meninggalkan Tianshang De Kongjian dan kembali ke kamarnya. Setelah menyegarkan dirinya, Ming Yue menuju ke ruang makan. Keluarganya sudah ada di sana, dia menyapa mereka dengan senyum dan sarapan pun dimulai.


"Yue'er, apakah kau punya rencana hari ini?" Fan Mei bertanya.


"Ya, Bu. Aku harus mengunjungi suatu tempat." Ming Yue berkata dan melirik si kembar dengan penuh pengertian. Si kembar mengerti dan mulai mengubah topik pembicaraan.


"Kak Yue, bisakah kita pergi ke Tianshang De Kongjian untuk berlatih hari ini?" Lin Shao bertanya. "Aku dan Lin Zhao ingin mulai berlatih lebih awal."


Lin Zhao mengangguk, "Ya. aku ingin segera memulai latihan."


"Jangan terlalu terburu-buru dalam latihan." Kakek Wu memperingatkan si kembar, "Setiap langkah membuat jejak kaki." [1]


"Ya, Kakek." Si kembar menjawab serempak.


Ming Yue tersenyum melihat bagaimana keluarganya berinteraksi satu sama lain. Keluarga.. kata itu mengirimkan kehangatan ke hati Ming Yue. Dia punya keluarga sekarang. Senyumnya sedikit memudar ketika pikirannya melayang ke Geng Harimau Merah. Untuk melindungi keluarganya, Ming Yue harus menyelesaikan masalah Paman Chu sesegera mungkin. Dia perlu mengunjungi wilayah mereka dan bertemu dengan Bos Besar geng itu.


Hari ini .. akan menjadi hari dimana dia menyelesaikan masalah tersebut..


---------------------------------------------------------------


[**1]. Setiap langkah membuat jejak : Bekerja dengan mantap dan buat kemajuan yang solid dengan perlahan dan pasti

__ADS_1


__ADS_2