Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Tiga Renungan


__ADS_3

"Kakak Yue.." Lin Zhao mengejar Ming Yue yang pergi dengan tergesa-gesa. Lin Shao berhasil menangkap tangan Ming Yue dan dia mengernyit saat merasakan betapa dingin tangannya.


"Kak Yue, tanganmu sangat dingin." Dia bergumam dan menggenggam tangan tersebut dengan kedua tangannya, berusaha agar tangan Ming Yue menjadi hangat


Bibir Ming Yue sedikit bergetar, dia mencoba untuk mengendalikan perasaannya yang kacau tapi air mata segera mengalir di pipinya. Si kembar terkejut melihat Ming Yue menangis. Mata Bai Hu menjadi dingin, amarah memenuhi hatinya.


"Aku baik-baik saja." Ming Yue memaksakan diri untuk tersenyum, menyeka air mata dari wajahnya.


Lin Zhao tidak tahan melihat bagaimana Ming Yue memaksakan dirinya untuk tersenyum. Dia bergegas ke depan dan memeluk Ming Yue erat-erat. Hatinya sakit untuk Ming Yue. Lin Zhao memperhatikan betapa dewasanya Ming Yue selama mereka menghabiskan waktu bersama di Tianshang De Kongjian. Dia merasa Ming Yue dipaksa untuk menjadi dewasa meskipun memiliki usia yang sama dengan dirinya dan Lin Shao. Itu membuatnya bertanya-tanya berapa banyak luka di hati kakak perempuannya ini yang membuatnya begitu dewasa namun disaat yang sama dia begitu rapuh.


"Aku di sini. KITA di sini. Jadi jangan sedih, Kak Yue." Lin Zhao bergumam dengan nada meyakinkan dan terus mengatakannya berulang-ulang, seperti menenangkan anak kecil.


Hal ini membuat Ming Yue tertawa pelan, merasakan kehangatan kembali ke tubuhnya. Ya.. Dia punya saudara, dia punya keluarga, dia punya empat binatang langit sebagai teman. Dia tidak sendirian lagi.


Menepuk lembut punggung Lin Zhao dengan tangannya yang bebas dan menggenggam erat tangan Lin Shao, Ming Yue bergumam dengan suara lembut, "Terima kasih, A Shao, A Zhao."


Si kembar akhirnya melepaskan diri darinya. Ketiganya saling menatap sebentar lalu tertawa bersama karena merasa konyol dan lucu. Mereka berjalan bersama, mengobrol tentang hal-hal kecil seolah ingin menghapus suasana muram dihati Ming Yue dan Ming Yue merasa bersyukur akan hal itu.


Lin Shao sebenarnya ingin bertanya apa yang terjadi antara Kak Yue dan pria itu, karena dari manapun dia melihatnya, pria itu jauh lebih tua dari Kak Yue. Kak Yue berusia 15 tahun, sama seperti dia dan Lin Zhao tetapi pria itu tampak seperti berusia dua puluhan. Mungkin sekitar 22 atau 23.. atau mungkin lebih!


Dan lagi..


Mengapa interaksi Kak Yue dan pria itu seperti mereka sudah lama saling kenal?


Terlebih lagi, mengapa Sister Yue bertingkah seolah dia memiliki hubungan cinta dengan pria itu dan terlihat sangat patah hati?

__ADS_1


Lin Shao ingat apa yang dikatakan pria itu kepada saudara perempuannya dan dia merasa darahnya mulai mendidih. Dilihat dari sikap Kak Yue, sepertinya dia bukan pria baik dan dia berani mengucapkan kata-kata itu?


Jika mencintai Kak Yue adalah dosa, dia dengan senang hati menanggungnya? Dia pikir dia siapa?!


Jika menginginkan Kak Yue adalah kejahatan, maka dia dengan senang hati menerima hukuman apa pun? Masuk penjara kalau begitu, dasar pria cabul sialan!


Terlebih lagi pria itu berani mengatakan bahwa tidak peduli berapa kali Kak Yue menolaknya, mengutuknya, menghinanya, dia tidak akan menyerah?! Dia itu apa?! Seorang psikopat masokis?!


Kak Yue bisa lari ke ujung duini atau jauh ke dalam jurang tetapi dia tidak akan membiarkannya pergi? PRIA ITU ADALAH SEORANG STALKER!!!


DASAR PRIA MESUM!! PSIKOPAT KEPARAT!!


Lin Shao tahu bahwa kakak angkatnya adalah gadis yang cantik, bahkan SANGAT cantik. Kak Yue memiliki aura dewasa, memikat dan agung yang memancar dari tubuhnya, mungkin itulah alasan mengapa pria terkutuk yang namanya tidak diketahui Lin Shao, tertarik padanya.


Ya.. demi keselamatan Kak Yue, Lin Shao memutuskan untuk membereskan masalah ini sebelum menjadi lebih parah.


"Lin Shao..?" Ming Yue memanggil Lin Shao yang tampak seperti di dunianya sendiri.


Ling Shao tersadar dari lamunannya sendiri dan dihadapannya ada Ming Yue dan Lin Zhao yang menatapnya bingung.


"Ah, maaf. Aku sedang memikirkan sesuatu." Dia berkata, menggaruk bagian belakang kepalanya dan tersenyum minta maaf.


Ming Yue menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Kita sudah sampai dan kami memanggilmu karena kau terlihat tidak fokus."


Lin Shao mengangkat kepalanya dan menatap papan kayu yang bertuliskan 'Restoran Chu Hui'. "Oh iya! Mari kita cepat selesaikan urusan kita disini agar kita bisa pergi ke tempat Kak Yue!" Dia berkata dengan semangat menggebu dan memasuki restoran.

__ADS_1


Lin Zhao mendecak tak percaya saat dia melihat saudara kembarnya dengan penuh semangat memasuki restoran. "Benar-benar deh saudara kembarku." Dia menggerutu dan memegang tangan Ming Yue.


"Ayo masuk, Kak Yue." Dia berkata dengan senyum cerah.


Bibir Ming Yue melengkung ke atas dan mengangguk. Dia memasuki restoran bersama dengan Lin Zhao, namun Bai Hu tetap berada di luar. Kepalanya menoleh ke arah dimana Ming Yue bertemu dengan Long Zhi Qiang. Mata birunya dipenuhi dengan amarah dingin dan keinginan untuk membunuh.


'Kau punya kesempatan tapi kau merusaknya..'


'Sekarang kau ingin mendekati Ladyku lagi..?'


'Kau pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi..?!'


Bai Hu merenung dalam hati. Dia tidak menyukai Long Zhi Qiang sebelumnya dan dia semakin tidak menyukainya sekarang. Pria itu memiliki aroma yang sama dengan orang keparat bernama Zhong Kui, bahkan kata-katanya yang sombong sama seperti pria busuk itu.


Bai Hu tenggelam dalam perenungannya, dia terus memikirkan skenario 'Jika'.


Jika Tuannya tidak menyelinap keluar dari dunia langit dan menjelajahi dunia, maka dia tidak akan bertemu Zhong Kui.


Jika Tuannya tidak bertemu Zhong Kui, maka dia tidak akan menarik perhatian pria itu.


Jika Tuannya tidak menarik perhatian Zhong Kui, maka dia tidak akan dikejar-kejar dan akhirnya jatuh cinta pada pria itu.


Jika Tuannya tidak jatuh cinta pada Zhong Kui, maka dia tidak akan jatuh ke dalam perangkap dan akhirnya jiwa dewinya diikat oleh rantai kutukan dan jatuh ke alam fana.


Andai saja mereka berdua tidak bertemu sama sekali..

__ADS_1


__ADS_2