![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Saat Ming Yue membuka mata, yang menyambutnya adalah langit-langit ruang kesehatan. Dia mengerjap beberapa kali sebelum menggerakkan tubuhnya untuk duduk di tempat tidur. Entah kenapa kepalanya terasa jernih, seakan sakit kepala yang menyerangnya sebelum ini hanya khayalan.
"Oh, kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu?" Seorang wanita mengenakan jubah dokter berjalan mendekat dan memeriksa suhu tubuhnya. Ming Yue mengenali wanita itu, dia adalah Dokter Yan.
"Saya merasa lebih baik, Dokter Yan." Ming Yue menjawab, membiarkan dia melakukan pekerjaannya dan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.
"Apakah kamu merasa baik untuk terus belajar? Jika kamu ingin istirahat di rumah, aku bisa memberimu surat ijin sakit." Dokter Yan menawarkan setelah melihat wajah Ming Yue yang pucat. Ia mengaku bahwa gadis di hadapannya ini tergolong cantik, bahkan Dokter Yan sebagai seorang wanita terpesona dengan kecantikan Ming Yue. Namun sangat disayangkan, gadis tersebut memiliki ekspresi dingin di wajahnya.
"Saya merasa baik untuk belajar, terima kasih atas perhatian Anda, Dokter Yan." Dengan itu, Ming Yue turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari ruang kesehatan.
Ming Yue kembali ke kelas tepat pada saat pelajaran matematika berakhir. Mo Liu menatap Ming Yue saat dia memasuki kelas. "Apakah kamu baik-baik saja sekarang?" Dia bertanya sambil dengan hati-hati mengamati ekspresinya.
Melihat guru yang tampan dan tegas seperti Mo Liu merasa khawatir akan kondisi tubuh Ming Yue, beberapa gadis di kelas itu menjadi cemburu. Mereka memelototi Ming Yue dengan pandangan benci. Bagaimanapun, Mo Liu adalah guru yang populer di kalangan siswi. Namun karena dia selalu bersikap tegas terhadap semua murid, tidak ada yang berani mendekatinya.
"Ya, Pak. Terima kasih atas bantuan Anda." Ming Yue berkata dengan nada penuh terima kasih. Ming Yue dengar dari Dokter Yan bahwa Mo Liu yang membawanya ke ruang kesehatan.
"Itu bagian dari pekerjaanku. Jika kamu merasa tidak enak badan, jangan pernah ragu untuk memberi tahu guru." Mo Liu mengingatkan sebelum meninggalkan kelas.
Begitu Mo Liu pergi, seorang gadis berbicara cukup keras untuk didengar seluruh kelas. "Ah ah lihat siapa yang merayu seorang guru. Seorang cewe ****** akan selalu bersikap selayaknya cewe ******, ya?"
Gadis yang berbicara keras dan kasar itu adalah orang yang duduk di sebelah Qing Xu Lin, namanya Xiao Yin.
__ADS_1
Mata Ming Yue menyipit dan menjadi lebih dingin saat dia mendengar kata-kata yang dilontarkan Xiao Yin. Ming Yue berjalan menuju meja Xiao Yin dan ketika dia sampai di sana, Ming Yue mengangkat tangannya untuk menamparnya dengan keras.
*PLAK!!*
Mendengar suara tamparan yang cukup keras dan melihat perilaku Ming Yue, semua orang menjadi terkejut. Itu karena Ming Yue yang mereka kenal sebelumnya tidak akan melakukan sesuatu yang berani seperti menampar seseorang.
Tapi yang tidak mereka ketahui adalah Ming Yue yang mereka kenal sebelumnya sudah tidak ada lagi. Sekarang, Ming Yue tidak akan pernah tunduk pada siapa pun lagi.
Pipi Xiao Yin merah dan sakit karena tamparan itu. Dia menatap Ming Yue dengan tidak percaya. "Kau.."
"Ming Yue, bagaimana kau bisa begitu kasar? Bagaimana kau bisa memukul Xiao Yin, kau harus meminta maaf." Qing Xu Lin menegurnya dengan lembut.
"Tapi dia tidak memukulmu." Xu Lin berargumen, "Jika dia tidak memukulmu--"
"Lalu haruskah aku mempermalukannya dengan menyebarkan desas-desus juga? Sesuatu seperti 'Xiao Yin menginginkan perhatian dari guru Mo tapi dia tidak bisa mendapatkannya'?" Ming Yue mencibir, menatap Xiao Yin dengan ejekan
"Kau..!" Xiao Lin berteriak, "Dasar ******!! beraninya kau!!"
Xiao Yin mengangkat tangannya untuk menampar Ming Yue tetapi Ming Yue yang menebak gerakan seperti itu dari Xiao Yin, berhasil menangkap pergelangan tangannya tepat waktu. Gerakan Ming Yue mengejutkan semua orang termasuk Xu Lin yang berada di dekatnya.
__ADS_1
"Jangan pernah memanggilku ****** lagi. Jika kau berani memanggilku seperti itu, aku tidak akan ragu untuk melakukan sesuatu yang lebih dari menampar." Ming Yue meningkatkan kekuatan tangannya di pergelangan tangan Xiao Yin.
"Ini juga berlaku untuk kalian semua. Jika kalian tidak menyukaiku maka menjauhlah karena aku tidak akan pernah tunduk dan menanggung semua hal kasar yang kalian lemparkan padaku lagi. Jika kalian semua berani mencoba maka.." Ming Yue memberi mereka semua tatapan membunuh yang dingin, membuat semua orang yang melihatnya membeku. Mereka sepertinya bahkan tidak bisa bernapas di bawah tatapan seperti itu.
"Aku AKAN membalas bekali lipat dari yang aku terima.. lebih baik ingat itu." Ming Yue memberi peringatan lalu melepas pergelangan tangan Xiao Yin. Dia kembali ke tempat duduknya, meninggalkan Xiao Yin yang berdiri ditempat, gemetar ketakutan.
Pada saat itu, semua orang di kelas menyadari bahwa Ming Yue benar-benar sudah berubah. Sebelumnya mereka menganggap Ming Yue sebagai orang suram dan menyedihkan yang mudah diganggu. Mereka tidak percaya bahwa Ming Yue akan menjadi seseorang yang bisa melepaskan tatapan membunuh seperti tadi.
Xu Lin mengepalkan jari sebelum melepaskannya. Dia mengalihkan pandangannya ke Ming Yue dan memberikan senyumnya yang paling manis dan paling baik.
"Tetap saja kau perlu meminta maaf karena telah memukul, Xiao Yin. Kau todak boleh main pukul begitu saja." Xu Lin mengingatkan Ming Yue.
Ming Yue menatap Xu Lin dengan dingin, "Aku akan meminta maaf jika dia meminta maaf."
"Kau .." Xu Lin tidak bisa mempercayai telinganya, Xiao Yin menggertakkan giginya dan memelototi Ming Yue.
"Jangan harap!" Dia berteriak dengan marah,
Ming Yue mendengus dan memberikan tatapan mengejek pada Xu Lin. "Jadi begitulah." katanya dan itu membuat Xu Lin ingin muntah darah. Namun sebelum dia bisa membalas, seorang guru tua datang dan pelajaran lain dimulai.
Xiao Yin yang duduk sambil mengepalkan tangannya erat-erat bersumpah bahwa dia tidak akan pernah memaafkan Ming Yue. Ming Yue berani menamparnya dan dia akan membuatnya membayar untuk itu!
__ADS_1
'Ming Yue, kau ******! Aku pasti akan membuatmu membayar atas tamparan tadi! Tunggu saja!' teriak Xiao Yin dalam hati.