Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Kelahiran Long Zhi Qiang yang Tak Tahu Malu


__ADS_3

"Apakah kau sudah tenang?" Zhi Qiang bertanya, berbicara di dekat telinganya. Ming Yue menegang, menyadari bahwa dia berada dalam pelukan Long Zhi Qiang, bersandar di dadanya yang berotot!


'Seperti yang diharapkan dari seorang mayor jenderal.. Dia memiliki tubuh berotot..' Ming Yue merenung sebelum mendorong Zhi Qiang menjauh darinya dan dengan cepat menyeka air mata dari wajahnya.


Zhi Qiang dengan enggan membiarkan Ming Yue mendorongnya menjauh, tapi jejak kehangatan gadis itu masih melekat, membangkitkan kerinduan di hatinya.


Mata Ming Yue dengan cepat menyapu seluruh kelas, cukup berantakan tapi tidak ada kerusakan. Yah, selain pipi merah dan bengkak Qing Xu Lin dan lehernya.


Dia menatap Qing Xu Lin dengan mata dingin yang penuh dengan kekejaman, "Ini akan menjadi peringatan terakhirku. Jauhi aku. SANGAT JAUH.. Karena saat kau mencoba menggangguku lagi, aku akan menguburmu hidup-hidup." Dengan itu Ming Yue berjalan pergi dan dia diikuti oleh ketiga teman barunya. Ming Yue bahkan tidak mengatakan apa-apa kepada Zhi Qiang, dia meninggalkan pria itu begitu saja.


Zhi Qiang tersenyum tak berdaya ketika dia melihat gadis itu pergi sebelum meninggalkan kelas untuk menyusulnya. Begitu Zhi Qiang pergi, ruang kelas menjadi gempar.


"Apakah kau melihat pria itu?! Dia setampan Guru Mo!"


"Tidak mungkin! Aku pikir pria itu lebih tampan daripada Guru Mo!"


"Lagipula apakah kau mendengarnya? Dia memanggil Ming Yue denga kata 'Yueku'!"


"Kau tahu, aku agak berpikir bahwa akhir-akhir ini Ming Yue telah berubah. Dia menjadi sangat cantik, kan?"


"Ya. Aku takut padanya. Aku tidak benar-benar memperhatikan Ming Yue sebelumnya tetapi sekarang setelah kau menyebut hal itu, aku menyadari bahwa Ming Yue menjadi sangat cantik!"


Xu Lin mengepalkan tangannya saat dia mendengar teman-teman sekelas membicarakan Ming Yue. Dia ingat bagaimana pria yang memiliki ketampanan bagaikan iblis itu datang, menyelamatkannya dari cengkeraman Ming Yue tetapi pria itu tidak melakukannya untuk Xu Lin. Sebaliknya, dia dengan penuh kasih memanggil p*lacur itu, Yue-nya!


'P*lacur\, p*lacur\, p*lacur\, p*lacur\, p*lacuuuur!!!' Xu Lin hanya bisa mengutuk dalam hati.


Beraninya p*lacur itu memukulinya seperti itu! Kilatan kilatan berbahaya muncul di benak Xu Lin. Dia akan menghancurkan p*lacur itu untuk selamanya\, untuk itu dia membutuhkan sebuah rencana. P*lacur itu lebih baik mati. Dia tidak layak untuk diadopsi sebagai keluarga Wu dan Xu Lin akan memastikan hidup p*lacur itu sebagai anggota keluarga Wu\, berumur pendek!


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Ming Yue sudah berjalan menuju gerbang sekolah sementara Zhi Qiang mengikuti di sisinya. Ming Ran, Yu Wang dan Mu Chen menatap mereka dari belakang, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Saat mereka mencapai gerbang sekolah, Ming Yue berhenti bergerak. Dia berbalik ke ketiganya, "Maaf. Aku tidak bisa pulang dengan kalian bertiga hari ini. Ada yang harus aku lakukan." Ming Yue memberi mereka senyum minta maaf.


"Ah, tidak masalah, ketua!" Yu Wang menyeringai, jelas senang bahwa Ming Yue bertingkah seperti biasa meskipun beberapa waktu lalu menakutkan.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita akan pergi ke arah sini." Mu Chen berkata dan melihat ke keduanya saat dia mendorong mereka untuk menggunakan cara lain. Keduanya mengangguk dan mengucapkan selamat tinggal pada Ming Yue.


"Teman baik yang kau miliki di sana, Sweet Moon (Bulan Manis)." Zhi Qiang berkata dengan lembut, menatapnya dari samping. Cinta terlihat jelas di matanya.


Ming Yue tetap diam saat dia berjalan menjauh dari Zhi Qiang. Dia bahkan tidak repot-repot untuk meliriknya. Kenapa harus peduli? dia hanya akan memperlakukan pria itu seolah-olah dia adalah udara. Namun, Zhi Qiang tidak keberatan diabaikan oleh Yue-nya.


"Hari ini langitnya sangat indah, Sweet Moon." Zhi Qiang berbicara, menatap langit sebelum mengalihkan pandangannya ke Ming Yue, "Tapi bagiku kau lebih cantik."


Ming Yue tiba-tiba berhenti dan dengan dingin menatap pria yang terus mengikutinya. "Apakah kau benar-benar akan bersikap tidak tahu malu seperti ini?"


"Bersikap tak tahu malu? apa maksudmu, Sweet Moon?" Zhi Qiang bertanya, pura-pura tidak tahu artinya.


"Kau!" Ming Yue menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara, "Dengan mengikutiku seperti ini, berbicara kepadaku meskipun aku mengabaikanmu."


"Aku baik-baik saja dengan itu." Zhi Qiang menjawab dengan santai.


Ming Yue mengangkat alis, "Meskipun aku melakukannya dengan sengaja?"


Ming Yue tercengang, bibirnya sedikit terbuka setelah mendengar kata-kata Zhi Qiang. Di kehidupan sebelumnya, bagaimana dia berharap dia mendapatkan perhatian pria itu seperti ini, tetapi sekarang dia tidak menginginkan perhatian pria itu, dia mendapatkannya. Sambil menutup mata, senyum lembut penuh ironi muncul di wajah Ming Yue.


“Aku hanya ingin hidup untuk diriku sendiri dengan damai, Zhi Qiang..” kata Ming Yue sambil menghela nafas panjang.


"Aku tahu, Sweet Moon." Zhi Qiang menjawab dengan nada lembut. “Aku tidak meminta hatimu, aku tahu aku tidak memenuhi syarat untuk menuntut hal mewah seperti itu. Biarkan aku berada di dekatmu, biarkan aku mencintaimu. Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Bahkan jika kau memperlakukanku seperti udara, aku tidak keberatan sama sekali."


"Aku mengorbankan hidupku untukmu, itu saja sudah cukup bagimu untuk meninggalkanku sendiri? Namun kau masih tanpa malu ingin berada di dekatku dan mencintaiku?" Ming Yue bertanya dengan tidak percaya.


"Ya, aku tanpa malu ingin berada di dekatmu dan mencintaimu." Zhi Qiang langsung mengakui, "Aku telah menjalani kehidupan di mana kau tidak berada di dunia ini lagi, Sweet Moon. Itu seperti neraka dan ama sangat menyiksaku dan aku tidak ingin hidup seperti itu lagi."


Ming Yue menyaksikan betapa sengsara dan menyakitkannya bagi Zhi Qiang. Dia tidak berpikir akan ada waktu di mana dia melihat ekspresi seperti itu di wajah tampan pria itu. Tapi.. waktu tak bisa tergantikan lagi..


Sekarang Ming Yue sudah berubah..


"Tapi hatiku tidak berdetak untukmu lagi, Zhi Qiang." Ming Yue berkata, "..Hatiku telah beku. Aku tidak membutuhkanmu atau cintamu dikehidupan ini. Sebenarnya aku tidak membutuhkan cinta sama sekali, aku ingin bebas."

__ADS_1


"..Aku tahu.." kata Zhi Qiang, suaranya serak. Zhi Qiang tahu dia telah sangat menyakiti gadis itu dengan sikap dingin dan kasarnya, dia tidak berharap Ming Yue bersikap hangat padanya. Zhi Qiang hanya ingin mencintainya, menyayanginya, memanjakannya. Jika.. suatu hari nanti.. hati Ming Yue yang beku bisa mencair dan menerimanya lagi, maka itu merupakan keajaiban untuk Zhi Qiang.


Sambil menghela nafas, Ming Yue berbicara, "Jadi kau ingin berada di dekatku dan mencintaiku?"


"Ya. Selama aku tidak punya misi apa pun, aku akan tetap berada di dekatmu dan mencintaimu."


"Meskipun aku memperlakukanmu seperti udara?"


"Ya."


"Tidak peduli apa yang aku lakukan, kau tidak akan marah?"


"Ya."


"Meskipun aku bermain dengan pria lain di depanmu?" Ming Yue bertanya dengan seringai jahat


Zhi Qiang tertegun sejenak sebelum menjawab, "..Ya."


"Ohh?" Ming Yue mengangkat alis sambil menatapnya, matanya dipenuhi dengan geli, "Mengesankan~"


"Itu membuatmu menjadi pelayanku." Ming Yue tersenyum nakal.


"Pelayan, budak, pengikut, sebut saja dan aku akan melakukannya." Zhi Qiang berkata dengan senyum bahagia. Alasan kebahagiaannya adalah karena setidaknya, ekspresi Ming Yue tidak hanya menunjukkan sikap dingin padanya. Senyum Ming Yue yang penuh kenakalan, menggelitik hatinya.


Ming Yue mendengus dingin, "Kaulah yang mengatakannya. Jangan menyesal nanti, Tuan Mayor Jenderal."


"Aku tidak akan menyesal." Zhi Qiang tersenyum penuh kasih, "Oh benar, sebagai pelayanmu, aku butuh satu hal penting."


Ming Yue mengerutkan kening dengan bingung, "Apa itu?"


Zhi Qiang memberinya senyum manis dan polos, "Info kontakmu. Nona Yue, aku harus memiliki nomor telepon dan WeChatmu sehingga kau dapat memesan pelayan ini kapan pun dan di mana pun kau berada~"


"Kau..! Benar-benar Tak Tahu Malu!!" Jawab Ming Yue, jelas kesal pada tebalnya muka pria itu.

__ADS_1


__ADS_2