![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Pelajaran sekolah berjalan dengan baik meskipun ada insiden di pagi hari. Ming Yue menghabiskan waktunya dengan cukup damai meskipun dia harus mengabaikan semua mata yang tertuju padanya. Mau bagaimana lagi? ini karena dia membuat pertunjukan dipagi hari.
Ketika istirahat sekolah tiba, Ming Yue berdiri setelah guru meninggalkan kelas. Saat dia menuju ke kafetaria, dia merasakan tatapan panas diarahkan padanya. Sedikit mengernyit, Ming Yue merenungkan apakah dia harus mencari sumber dari tatapan panas ini atau tidak. Berdiri di lorong sendirian sementara siswa melewatinya di sana-sini, dia menghirup udara dengan lembut sebelum melanjutkan langkahnya. Karena tidak ada kebencian dalam tatapan itu, Ming Yue memutuskan untuk mengabaikannya.
Kantin itu ramai dengan siswa, seperti biasanya. Ming Yue mulai mengantri, memikirkan makanan apa yang akan dia beli. Dia memutuskan untuk membeli mie, sandwich dan susu, karena menjadi seorang kultivator, Ming Yue merasa nafsu makannya meningkat perlahan. Sambil membawa nampan, dia berjalan ke sudut kafetaria di mana siswa jarang duduk di sana. Ming Yue hendak menyantap makanan di depannya ketika dia melihat tiga sosok berhenti di depan mejanya.
"Um.. Bo-Bolehkah kami duduk di sini?" Suara seorang gadis berbicara dengan nada malu-malu.
Melihat ke atas, Ming Yue melihat seorang gadis dan dua laki-laki berdiri di depannya, menatapnya dengan tatapan penuh harap namun ada kegelisahan di dalamnya. Sekarang Ming Yue menyadari dari siapa tatapan panas itu, jelas itu berasal dari ketiganya.
"Tentu." Ming Yue menjawab dengan acuh tak acuh, mulai memakan mie sebelum menjadi dingin. Ketiga orang itu terus menatap Ming Yue saat dia menikmati makanannya. Tatapan mereka bisa membuat banyak lubang di wajahnya, pada awalnya Ming Yue mencoba mengabaikan mereka tapi siapa yang bisa mengabaikan tatapan panas di wajah mereka seperti itu?
"Apakah kalian butuh sesuatu?" Ming Yue yang tidak tahan lagi dengan tatapan yang begitu intens, akhirnya kehilangan kesabaran dan bertanya kepada mereka.
"Ah.. tidak.. umm.." Gadis itu sepertinya menyadari ketidaksabaran Ming Yue sehingga dia menjadi gugup.
"Kami menghormatimu!" Salah satu dari dua orang tiba-tiba berbicara, Ming Yue tersentak dan menjawab dengan bodoh.
"Hah?"
"Kau bodoh!" Orang lain yang memakai kacamata menampar bagian belakang kepala orang lain untuk pengumuman bodohnya. "Jangan tiba-tiba mengatakan hal seperti itu! Lihat! Idola kita sedang bingung sekarang!"
"Idola?" Ming Yue bertanya, jelas bingung. Sejak kapan dia menjadi idola bagi seseorang?
__ADS_1
"Ah, sebenarnya.. kejadian pagi ini meninggalkan kesan yang mendalam di hati kami!" Pria berkacamata itu mulai menjelaskan. Melihat rambut hitamnya yang telah dipotong rapi seperti penampilan kutu buku yang khas, Ming Yue sedikit mengernyit saat dia bertemu dengan tatapan pria berkacamata itu.
"Kesan yang dalam?"
"Ya! Kami menghormatmu karena kami sama seperti dirimu sebelumnya, kami hanya sekelompok orang yang bukan siapa-siapa!" Pria lain dengan rambut coklat tua yang sedikit berantakan menimpali. "Dan sekarang kau menjadi begitu kuat dan percaya diri!"
"J-Jadi kami mengidolakanmu! Ka-Kami ingin kuat dan percaya diri, sama sepertimu!" Gadis dengan rambut hitam panjang yang mencapai atas punggungnya bergabung.
Ming Yue terkejut dengan kata-kata panas mereka, melihat mata yang bersinar begitu terang seperti mercusuar, dia tidak melihat kepura-puraan atau kebencian di dalamnya. Ketiga orang ini benar-benar mengidolakannya. Sudut bibirnya sedikit terangkat ke atas dan matanya yang dingin dan acuh tak acuh pun menghangat.
"Aku mengerti. Terima kasih, karena telah menghormatiku." Ming Yue berkata, "Untuk menjadi kuat dan percaya diri, siapa pun bisa menjadi seperti itu jika mereka menginginkannya. Yang diperlukan hanyalah tekad dan kemauan untuk melakukannya."
"Ja-Jadi.. bisakah kami.. berteman denganmu?" tanya gadis itu takut-takut.
"Aku Li Yu Wang!" Pria dengan rambut acak-acakan itu berkata, "Kau bisa memanggilku Yu Wang! Bisakah aku memanggilmu Yue Yue~?" Dia bertanya dan menerima tamparan lagi di belakang kepalanya dari pria berkacamata.
"Panggil ketua!" Pria berkacamata itu berkata dan mengalihkan pandangannya untuk bertemu dengan Ming Yue, "Namaku Zhe Mu Chen, senang bertemu denganmu ketua." Dia berkata dengan senyum yang tenang.
"A-Ah.. aku.. um.. Namaku Sui Ming Ran..." Gadis itu dengan malu-malu memperkenalkan dirinya, senyum lembut tersungging di wajahnya, membuatnya terlihat malu-malu.
"Senang bertemu dengan kalian semua dan tidak perlu memanggilku pemimpin/ketua." Dia berkata, merasa geli dengan perilaku mereka.
"Tidak! kami tidak bisa melakukan itu!" Mu Chen berkata, "Kami memanggilmu pemimpin karena kau adalah pemimpin di antara kita berempat sekarang. Tolong ajari kami untuk menjadi sekuat dirimu, keua!" Mu Chen mengangkat tangannya, menempelkan kedua telapak tangannya di depannya.
__ADS_1
"Silahkan!" baik Yu Wang dan Ming Ran mengikuti tindakan Mu Chen.
Melihat betapa mereka sangat ingin kuat, Ming Yue mengingat kembali keinginannya saat pertama kali menemukan Tianshang De Kongjian. Dia ingin hidup untuk dirinya sendiri, dia ingin membebaskan diri, dia ingin merasakan bagaimana rasanya hidup yang sesungguhnya. Untuk itu dia membutuhkan kekuatan dan orang-orang ini juga ingin membebaskan diri.
Melepaskan diri dari masa lalu mereka...
Untuk percaya pada diri mereka sendiri..
Karena itu mereka membutuhkan keberanian dan kekuatan...
"Oke, aku akan mengajari dan melatih kalian untuk menjadi kuat." Ming Yue akhirnya berkata setelah merenungkannya, "Tapi sebagai imbalannya, kalian tidak boleh dan JANGAN PERNAH mengkhianatiku..." Dia menambahkan dengan tatapan penuh peringatan.
"Aku hanya butuh.. kesetiaanmu. Setialah padaku dan aku, Ming Yue, tidak akan meninggalkanmu bahkan di saat-saat tersulit sekalipun." Ming Yue menawarkan tangannya, "Kesepakatan?"
Mereka bertiga saling memandang sebelum meletakkan tangan mereka di atas telapak tangan Ming Yue, bersama-sama mereka bersumpah, "Deal! Kami bersumpah setia kepadamu!"
Pada saat ini, Ming Yue tidak menyadari roda nasib yang telah membeku selama ribuan tahun, mulai bergerak perlahan. Saat ini, tiga manusia bersumpah setia padanya, ini adalah awal dari kekuatan Chang'e untuk bermanifestasi dan tumbuh.
Dewi Bulan, Chang'e..
Menurut legenda yang diturunkan di semua alam, kekuatannya dikaitkan dengan keberanian, kekuatan, dan kesuburan..
Orang-orang memanggilnya untuk keberanian dan untuk membebaskan diri, untuk tumbuh kuat, untuk memiliki kekuatan untuk percaya pada diri sendiri dan untuk memulai hidup baru sambil belajar dari masa lalu mereka yang pahit...
__ADS_1
Itulah alasan mengapa Chang'e diinginkan, dipuja dan dicintai oleh banyak orang..