![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
"Lihat siapa yang mencoba menjadi cantik, bukankah itu saudara perempuanmu, Xu Lin?" Seorang gadis yang duduk di sebelah Xu Lin berbicara dan menyenggol pinggangnya berbicara segera setelah Ming Yue memasuki kelas.
Qing Xu Lin melirik Ming Yue yang datang lebih lambat darinya dengan penampilan bersih. Di masa lalu, Ming Yue tidak terlalu memperhatikan penampilannya sendiri. Rambutnya sering sedikit berantakan dan dia selalu menunduk, menghindari tatapan orang orang. Itu memberi rasa suram dan menyedihkan dalam pandangan orang lain.
Sekarang Ming Yue dengan hati-hati menyisir dan menata rambutnya sedikit, tidak melihat ke bawah sekali pun, memperlihatkan wajahnya yang pucat namun cantik selayaknya batu giok. Dia menunjukkan ekspresi acuh tak acuh terhadap teman-teman sekelasnya, bahkan tidak peduli tatapan yang diarahkan padanya. Perbedaan sikap seperti itu sangat kontras dengan dirinya di masa lalu.
Namun apa yang Ming Yue tidak tahu adalah bahwa sejak dia meninggal karena Kutukan Seribu Roh dan dilahirkan kembali, jiwa dan tubuhnya telah berubah menjadi makhluk yang berbeda. Dengan demikian aura kesuraman yang selalu mengelilinginya sudah menghilang, digantikan oleh aura agung yang anggun dan memikat.
Ming Yue sendiri tidak bisa merasakan perbedaan tersebut tapi yang lain bisa. Mereka tidak bisa menahan diri untuk melirik Ming Yue dari waktu ke waktu.
Qing Xu Lin mengutuk dalam hati atas perubahan mendadak Ming Yue tapi ekspresi wajah Qing Xu Lin tidak pernah mengungkapkan penghinaannya terhadap adik angkat yang dia benci. Bagaimanapun, dia adalah Qing Xu Lin yang populer. Qing Xu Lin harus berpura-pura menyayangi Ming Yue agar dia terlihat lebih hebat.
Senyum manis dan lembut muncul di wajah Qing Xu Lin, "Yah, baguslah Yue'er ingin menjadi cantik. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengubah dirinya sendiri apakah cocok atau tidak, kan?"
(Note : Dalam masyarakat cina, nama menggunakan er untuk menunjukkan rasa sayang.)
Beberapa gadis terkikik, jelas tahu bahwa kata-kata Xu Lin dimaksudkan untuk mengejek Ming Yue. Ming Yue tidak membantah, bukan karena dia tidak bisa, tetapi karena itu tidak sepadan. Pikirannya sudah dipenuhi oleh rencana yang dia buat untuk pindah dari rumah Qing, mulai dari pekerjaan, biaya hidup, tempat tinggal.
Saat itu pukul 07.00 dan ketika guru datang, kelas akhirnya dimulai. Di masa lalu, Ming Yue adalah seorang gadis introvert dengan kemampuan akademi biasa-biasa saja. Itu bukan karena dia bodoh tetapi karena dia tidak bisa berkonsentrasi. Saat kelas dimulai, hantu hantu di sekolah terkadang membuat suara yang hanya dia yang bisa mendengarnya, tentu saja itu akan memecah konsentrasinya. Seperti yang terjadi saat ini.
Ming Yue menghela nafas saat beberapa hantu anak nakal berteriak dan bernyanyi seperti orang gila. Sepertinya dia juga perlu menemukan cara untuk menghadapi hantu-hantu ini.
"Ming Yue." Guru Matematika, Mo Liu memanggil namanya.
"Ya pak." Ming Yue menjawab, mencoba mengabaikan suara yang datang dari hantu-hantu nakal itu.
"Jawab pertanyaan nomor 3." perintah Mo Liu.
"Ya." Ming Yue berdiri dan berjalan ke papan tulis. Namun ketika dia hendak mencapai papan, suara kasar bergema di benaknya diikuti oleh sakit kepala yang menyakitkan.
__ADS_1
"Tuan!"
'Siapa...' Ming Yue tiba-tiba berhenti dan menyentuh dahinya.
"Tuan! Bisakah kau mendengarku?"
Suara itu berbicara sekali lagi dan kali ini sakit kepala menjadi lebih menyakitkan, Ming Yue mengerang kesakitan saat dia meletakkan tangannya di meja guru sebelum kesadarannya diseret oleh kegelapan.
Mo Liu melihat keadaan aneh Ming Yue, alisnya berkerut bingung dan ketika dia hendak bertanya ada apa dengannya, Ming Yue pingsan di lantai. Seisi kelas gempar melihat Ming Yue pingsan dan Mo Liu, sebagai guru yang berpengalaman, dia mengangkat dan membawa Ming Yue ke ruang kesehatan.
_____________
"Tuan!"
"Tuan, bangun!"
"AAAAHH!!" Sambil berteriak, Ming Yue menampar wajah harimau putih itu dengan keras dan membuat jarak antara mereka.
"Guh!" Harimau putih itu mengerang kesakitan dan menggelengkan kepalanya beberapa saat, "Seperti yang diharapkan dari Tuan, tamparanmu kuat seperti biasanya."
Ming Yue berkedip beberapa kali, tampak tercengang.
'Apakah harimau ini tadi berbicara?'
'BENAR-BENAR bicara, kan?'
'Aku tidak salah mendengar, kan?'
__ADS_1
"Tidak Tuan, kau tidak salah mendengar. Aku benar-benar dapat berbicara. Aku adalah Bai Hu yang perkasa, pelindung langit dari barat ~" Bai Hu berkata dengan angkuh, jelas bangga pada dirinya sendiri.
'Wow, benar-benar harimau yang sombong.' Ming Yue berpikir dalam hati.
"Betapa jahatnya kau, Tuan! Aku bukan Macan yang sombong!" Bai Hu membalas dengan cemberut, jelas merasa bahwa dia dianiaya.
Tidak jauh dari belakang harimau putih yang cemberut, tiga makhluk besar terlihat. Seekor Burung Phoenix, Seekor Naga dan Seekor Penyu dengan ular melingkari tubuhnya. Ada keringat di kepala mereka melihat perilaku Bai Hu.
Zhu Que: "Dia benar-benar membuat Lady takut."
Qing Long: "Aku suka bagaimana Tuan menamparnya. Aku berharap Tuan menamparnya sedikit lagi."
Xuan Wu: "Saya setuju dengan Tuan, dia agak sombong."
Zhu Que: "Dan mengapa dia menyapa Lady seolah-olah dia sedang mempromosikan dirinya sendiri?"
Qing Long: "Huh! Dia butuh beberapa tamparan lagi."
Xuan Wu: "Qing Long, kamu sangat menginginkan hal itu terjadi, ya?"
"Diam! Aku bisa mendengar kalian dengan jelas!" Bai Hu menoleh, menggeram kasar pada mereka bertiga.
"Maaf mengganggu acara komedi kalia, tapi dimana ini?" Ming Yue yang memperhatikan pertengkaran mereka wajah tercengang mau tidak mau mengajukan pertanyaan.
"Apakah ini mimpi? Tapi, rasanya nyata." Ming Yue menunduk untuk menatap tangannya sendiri. dia masih ingat perasaan saat tangannya menampar macan putih yang sombong itu.
Zhu Que sang phoenix, terbang mendekat ke arah Ming Yue. "Tempat ini bukan mimpi, Tuan." Dia menjawab, "Tempat ini adalah tempat yang ada antara mimpi dan kenyataan. Sebuah dimensi lain."
'Dimensi yang kau dulu ciptakan sendiri dengan kekuatanmu' Tambah Zhu Que dalam hati.
__ADS_1
"Selamat datang di 'Tianshang De Kongjian', Tuan!" Bai Hu berkata sambil tersenyum lebar.