![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Di dalam sebuah ruang dimensi, empat bayangan berdiri saat mereka melihat adegan kematian seorang wanita tertentu di dunia luar. Mata mereka dipenuhi kesedihan saat kelopak mata wanita itu mulai berkedip lemah dan perlahan metutup. Keempat bayangan berduka atas kematian wanita itu seolah-olah mereka ingin bertukar posisi dengan sang wanita. Mereka ingin kematian datang kepada mereka, bukan wanita itu.
“Aku benar-benar tidak tahan lagi! Kenapa Ladyku harus menderita seperti itu?!”, salah satu bayangan menggeram dengan ganas.
"Tenang, Bai Hu." bayangan kedua berkata dengan tenang.
"Tenang?! Bagaimana aku bisa tenang ketika tuan yang seharusnya aku lindungi menderita seperti itu?!" Bai Hu meraung pada bayangan kedua.
"Aku tidak seperti KAU yang masih bisa tenang saat melihat Ladyku menderita begitu banyak keluhan! Terkadang aku bertanya-tanya apakah kau benar-benar menganggap Lady sebagai tuanmu!"
"Jangan BERANI BERANI menilaiku semaumu! Aku bukan seseorang yang memakai emosi dalam setiap tindak tandukku." Bayangan kedua berkata dengan nada dingin.
"Apa maksudmu dengan itu?! Apakah kau mencoba mengatakan bahwa aku emosional?!"
"Iya, bukan?"
"Bajingan Kau!!"
"CUKUP!" Bayangan lain memotong pembicaraan, nadanya lembut namun tegas. "Tidak bisakah kalian berdua bersikap ramah satu sama lain daripada bertengkar setiap saat?"
"Salah orang ini!!" Baik Bai Hu dan bayangan kedua berteriak pada saat yang bersamaan.
"Hehe~ Biarkan mereka Zhu Que, itu cara mereka berinteraksi" Bayangan terakhir berbicara, nadanya seakan-akan mengejek dua orang yang sedang bertengkar. "Bagaimanapun mereka kan berteman dengan baik~"
"Kami bukan teman baik!" Sekali lagi Bai Hu dan bayangan kedua berteriak bersamaan. Menyadari itu, mereka saling mengunci mata sambil menggeram.
"Aku tidak akan memotong di tengah jika mereka tidak terlalu berisik dan berhenti bertingkah seolah-olah kau peduli dengan mereka, Xuan Wu. Aku tahu kau mengatakan kata-kata itu karena aku mengganggu kesenanganmu."
Xuan Wu terkekeh, jelas tidak keberatan tertangkap basah oleh Zhu Que "Zhu Queku yang manis selalu pintar~"
Zhu Que memutar bola matanya setelah mendengar ucapan Xuan Wu sebelum mengalihkan pandangannya ke arah duo bodoh yang masih menggeram satu sama lain.
"Bai Hu, Qing Long hentikan sekarang, kalau tidak--" Matanya memancarkan kilatan berbahaya saat tiga bola api emas muncul di kedua sisi tubuhnya dan di atas kepalanya. Tubuhnya memancarkan aura berbahaya seolah menantang mereka untuk melawannya.
__ADS_1
Bai Hu dan Qing Long yang melihat api dan menyadari aura berbahaya mengelilingi tubuh Zhu Que, langsung membeku. Mereka saling melihat satu sama lain sebelum mengalihkan pandangan. Keheningan akhirnya datang ke ruang di mana mereka saat ini berada.
Zhu Que yang melihat duo bodoh akhirnya tenang, mengangguk puas.
Di samping, Xuan Wu hanya bisa mencoba menahan tawanya melihat tindakan jinak Bai Hu dan Qing Long. Tidak peduli berapa kali Xuan Wu melihatnya, itu selalu bisa membuatnya tertawa . Di antara mereka berempat, Zhu Que dianggap sebagai pemimpin karena hanya Zhu Que yang bisa menjinakkan Bai Hu dan Qing Long.
"Lihat." Zhu Que mengalihkan pandangannya kembali ke gambar mengambang di depan mereka. "Rantai yang mengikat jiwa Lady akhirnya terlepas.."
Melihat gambar itu, Bai Hu dan Qing Long sangat gembira. Kegembiraan sangat terlihat jelas dari raut wajah mereka.
“Akhirnya.. aku bisa melayani Lady lagi..” gumam Bai Hu dengan rasa rindu.
"'Kutukan Seribu Roh' memang kuat, bahkan bisa menghancurkan rantai kutukan yang mengikat jiwa Lady" kata Qing Long, matanya tidak pernah lepas dari layar. Kerinduan terlihat jelas di matanya lalu tak lama kemudian ditambah dengan rasa khawatir.
"Sekarang Lady telah bereinkarnasi, melalui jalan yang sama lagi, aku khawatir tentang kutukan ini."
"Jangan khawatir, kali ini Lady memiliki kita di sisinya. Sekarang rantai kutukan dewi jahat itu telah hilang, dia bisa menggunakan ruang dimensi ini dan kekuatannya lagi." Zhu Que berkata dengan nada lembut.
"Tapi apakah dia bisa mengingat kita?" Xuan Wu bertanya, "Jika dia mengingat kita maka .."
"Kita lihat nanti." Zhu Que berkata dengan nada tegas tapi kegelisahan nisa terdengar didalamnya. Zhu Que benar-benar berharap tuannya dapat mengingat mereka berempat tetapi pada saat yang sama Zhu Que juga tidak ingin tuannya mengingat semuanya. Karena Zhu Que tahu jika Lady mengingat semuanya, maka dia akan mengingat kehidupan yang dia miliki dan pengkhianatan yang menyebabkan dia berada di alam fana.
Ya.. hanya itu keinginannya..
"Bagaimana dengan pria itu?" Xuan Wu bertanya sambil menatap pria yang memegang mayat Lady kesayangannya. Ekspresinya tidak terbaca tetapi di sepasang matanya yang berwarna zamrud, kemarahan bisa terlihat.
"Yah, akan lebih baik jika pria itu menjauh dari tuan kita. Karena waktu akan kembali ke 10 tahun yang lalu, pria itu akan terus memberikan perlakuan dingin kepada tuan kita kan?" Bai Hu berkata, jelas senang dengan gagasan bahwa pria itu akan menjauh dari tuannya.
"Aku setuju. Secara pribadi aku tidak suka pria itu." Qing Long menambahkan.
"Kenapa?" Zhu Que bertanya, "Apakah karena dia penyebab kematian Lady?"
"....Tidak." Qing Long menjawab, "Ada alasan lain."
__ADS_1
Namun, bahkan setelah keheningan yang lama, Qing Long tidak menyatakan apa alasannya. Bagaimana dia bisa? Alasan yang dia miliki hanyalah firasat. Pria bernama Long Zhi Qiang ini memiliki aura yang sama dengan Orang Itu. Qing Long ingin mengkonfirmasinya terlebih dahulu. Jika Zhi Qiang memang pria yang dia pikirkan, maka akan lebih baik untuk membuat Lady pergi sejauh mungkin darinya.
"Oke sekarang saatnya untuk menyapa Ladyku." Bai Hu berkata sambil tersenyum lebar, memamerkan taringnya.
"Bersikaplah sopan, Bai Hu. Jangan membuat Lady takut, mengerti?" memperingatkan Zhu Que
"Tentu saja tidak! Menurutmu siapa aku?" Bai Hu berujar dengan kesal
"Binatang yang emosional." Qing Long berkomentar
"APA?! KAU MENCOBA UNTUK MEMULAI PERTARUNGAN, KADAL BAU?!" Bai Hu meraung
"Aku adalah NAGA! Beraninya kau menyebut naga terhormat sebagai kadal! Dasar kucing lumpuh!"
"LUMPUH KAU BILANG?! AKU HARIMAU PERKASA!!"
"Kucing lumpuh sudah cukup untukmu."
"SIALAN KAU--"
*Wush\, Wush\, Wush!*
Tiga bola api emas terbang cepat menuju Bai Hu dan Qing Long dan mengenai Bai Hu dua kali dan Qing Long sekali.
"GAAAAH! PANAS!!"
"GUUUH!"
Bai Hu dan Qing Long menjerit kesakitan. Butuh beberapa saat sebelum rasa sakitnya benar-benar hilang dan apa yang menunggu mereka berdua adalah tatapan dingin dan mematikan dari Zhu Que.
"Apakah kalian masih ingin melanjutkan pertengkaran?" tanya Zhu Que dengan senyum manis yang bahkan tidak mencapai mata phoenixnya. Senyum yang membuat duo bodoh merinding.
"Tidak bu." Baik Bai Hu dan Qing Long menjawab bersamaan.
"Kalau begitu sudah waktunya untuk melakukan apa yang harus kita lakukan, kan?" kata Zhu Que sambil tetap memasang senyum berbahayanya.
"Ya Bu." Bai Hu dan Qing Long menjawab.
__ADS_1
Dari samping, Xuan Wu terkekeh pelan sambil menggelengkan kepalanya. Memang, tidak ada yang lebih menakutkan daripada wanita lembut yang sedang marah.