Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Dimensi Surgawi, Tianshang De Kongjian


__ADS_3

"Selamat datang di 'Tianshang De Kongjian', Tuan!" Bai Hu berkata sambil tersenyum lebar.


"Tianshang De Kongjian?" Ming Yue mengerutkan kening, jauh di lubuk hatinya dia merasa nama itu familiar dan dia tidak mengerti mengapa.


"Artinya 'Dimensi Surgawi'. Tempat di mana semua pengetahuan dan aura ada. Tentu saja tempat juga berfungsi sebagai penyimpanan tanpa batas. Tuan dapat menemukan apa pun yang Tuan butuhkan di sini." Zhu Que menjelaskan.


"Apa saja?" Ming Yue tampak ragu. Baginya itu terdengar ajaib. Yah.. menjadi orang yang bereinkarnasi juga terdengar cukup ajaib sih, jadi Ming Yue tidak bisa terlalu curiga akan Dimensi Surgawi ini.


"Ya, Secara harfiah apa saja." Zhu Que menjawab Ming Yue dengan sabar.


Ming Yue memperhatikan sekelilingnya dengan hati-hati. Sungguh, tempat yang pantas disebut 'Dimensi Surgawi', Ming Yue saat ini berdiri di atas padang rumput dan di sisi kirinya ada hamparan bunga. Dia bisa melihat sebuah istana kuno agak jauh dari tempatnya berdiri, istana itu tampak megah dan suci.


Bai Hu bergerak lebih dekat ke arah Ming Yue saat dia sibuk memperhatikan sekelilingnya dan menggosok tubuhnya dengan lembut pada badan Ming Yue. "Bagaimana, Tuan? Ini tempat yang bagus kan?"


Ming Yue sedikit tersentak saat harimau putih besar menggosok tubuhnya dengan lembut. Ming Yue menyukai binatang, tetapi harimau putih yang memiliki tubuh mencapai pinggang bagian atas Ming Yue yang memiliki tinggi 169cm, tetap saja terasa menakutkan.


"Tuan, apakah aku membuatmu takut?" Bai Hu bertanya, mata biru jernihnya menatap Ming Yue dengan sedih. Dia tampak seperti kucing menyedihkan yang ditinggalkan oleh pemiliknya.


Sudut mulut Ming Yue sedikit berkedut, tersiksa antara tawa dan air mata. Bagaimana tidak? melihat seekor harimau putih besar bertingkah menyedihkan namun dia meraung begitu keras pada rekannya barusan, kesenjangan antara dua perilaku itu entah bagaimana membuat Ming Yue kelihalangan kata-kata.


"Maaf, aku tidak takut padamu. Hanya sedikit terkejut, itu saja." Ming Yue tersenyum lembut.


Bai Hu tampak lega dan mengusap kepalanya di tangan Ming Yue seolah ingin Ming Yue mengelusnya. Ming Yue mengangkat tangannya dan membelai kepala Bai Hu dengan lembut.


Sebenarnya, Ming Yue masih sedikit takut pada harimau ini. Yah namanya juga HARIMAU kan? hewan karnivora! siapa pun pasti akan takut! Tapi entah kenapa Ming Yue merasa jika dia mengatakan bahwa dia takut maka harimau bernama Bai Hu ini akan patah hati. Ming Yue tidak tahu mengapa dia memiliki perasaan seperti itu, tapi dia yakin akan hal ini.


"Oke,Tianshang De Kongjian ini.. kenapa aku bisa masuk ke tempat hebat ini dan lebih lagi, kenapa kalian memanggilku 'Tuan'?" Ming Yue bertanya, menginginkan penjelasan lebih lanjut tentang tempat dia berada saat ini.


Keheningan turun, ke empat makhluk tampak saling menatap dan membuat Ming Yue sedikit curiga. Namun, Zhu Que yang menjawab pertanyaannya. "Tuan bisa memasuki tempat ini karena Tuan adalah orang terpilih dan itulah sebabnya kami memanggilmu Tuan. Sudah seribu tahun sejak pemilik terakhir.. menghilang, Tuan adalah pemilik Tianshang De Kongjian sekarang."

__ADS_1


Ada rasa kesuraman di dalam hati para binatang langit. Tuan tidak mengenali mereka, dia tidak memiliki ingatan tentang mereka. Mereka juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, tentang fakta bahwa Tuanlah yang membuat dimensi surgawi ini, maka itulah alasan dia bisa memasukinya.


"Seribu tahun?! Selama itu?!" Mingyue tampak terkejut. Memikirkan bahwa.. para makhluk ini.. menunggu pemiliknya datang selama ribuan tahun, entah kenapa membuat hatinya sakit. Ming Yue mengasihani mereka karena dia tahu betapa menyakitkannya menunggu sesuatu yang tidak akan pernah datang. Harapan .. adalah satu-satunya yang bisa mendukung hati para makhluk ini.


"Apakah aku harus tidak sadarkan diri untuk memasuki tempat ini?" Ming Yue bertanya, mengingat bahwa dia mungkin pingsan saat kegelapan menyeret kesadarannya.


"Tidak, Tuan. Kau dapat masuk kapan saja melalui pikiranmu, secara fisik atau hanya dengan jiwamu." Zhu Que menjawab.


"Secara fisik? Maksudmu.."


"Ya, Secara fisik berarti kau dapat memasuki dimensi surgawi ini dengan tubuhmu dan dengan itu, tentu saja tubuh Tuan di alam fana tidak dapat ditemukan di mana pun." Zhu Que melanjutkan, "Ini memudahkan Tuan jika Tuan ingin melarikan diri dari situasi berbahaya."


"Namun waktu lebih cepat di dimensi ini, satu hari di alam fana sama dengan lima hari di dimensi ini." Bai Hu menambahkan, "Sempurna bagi tuan untuk berkultivasi."


"Kultivasi? maksudmu bertani?" Ming Yue bertanya, merasa bingung kenapa dia harus bertani.


"Tidak tidak tidak, yang aku maksud adalah untuk menumbuhkan kekuatan Tuan." Bai Hu menjelaskan, "Tidak bisakah Tuan merasakan aura di dalam tubuh Tuan? coba tutup mata Tuan dan rasakan."


"Saya merasakanya!" Ming Yue berkata dan Bai Hu menyeringai padanya,


"Itu kekuatanmu, Tuan. Untuk saat ini masih dalam tahap awal alam fana tetapi setelah Tuan berkultivasi, Tuan bisa menjadi lebih kuat."


"Kita lanjutkan nanti, Bai Hu. Kita perlu membimbing Tuan untuk melihat Dimensi surgawi, tapi pertama-tama maafkan aku karena tidak memperkenalkan diri. Namaku Zhu Que, Pelindung Langit dari selatan. Senang bertemu dengan Tuan." Zhu Que mendarat di sebelah Bai Hu yang masih menikmati tangan Ming Yue membelai kepalanya.


Qing Long menatap Bai Hu dengan kebencian, jelas jijik dengan kelakuan Bai Hu dan cemburu bagaimana dia bisa dibelai oleh Ming Yue. "Namaku Qing Long, Pelindung Langit dari timur. Senang bertemu denganmu, Tuan." Qing Long yang melayang di udara sepanjang waktu, mendarat di sisi berlawanan dari Bai Hu, membungkuk sedikit pada Ming Yue.


Yang terakhir adalah Xuan Wu, dia berjalan menuju Ming Yue dan kepala kura-kura dan kepala ular sedikit membungkuk padanya, "Nama kami Xuan Wu, Pelindung Langit dari utara. Tolong perlakukan kami dengan baik, Tuan."


"Kami? kalian berdua adalah Xuan Wu?" Ming Yue bertanya dan kura-kura dan ular tertawa pelan,

__ADS_1


"Kami adalah dua tubuh dan satu jiwa. Terpisah namun terhubung."


"Aku mengerti, kalau begitu senang bertemu dengan kalian semua." Ming Yue berkata dengan senyum hangat.


"Sekarang mari kita mulai petualangan kita di Tianshang De Kongjian!" Bai Hu meraung dalam kebahagiaan.


"Huh! Kekanak-kanakan, ini sebabnya kamu disebut kucing lumpuh." Qing Long mendengus jijik.


"Apa?! Katakan lagi jika kau berani, aku akan menghancurkanmu jadi kumpulan daging kadal!" Bai Hu meraung dengan kejam sambil memelototi Qing Long.


"KU.CING LUM.PUH." Qing Long mengulangi sambil melotot ke Bai Hu.


 


"Dasar Bajingan! MATI KA-- GAH!! Ekorku!!" saat Bai Hu ingin menyerang Qing Long, Zhu Que menggunakan apinya untuk membakar ekor Bai Hu. Bai Hu melompat-lompat lalu berguling-guling di tanah sambil berteriak kesakitan. Kemudian dia berdiri dan menatap Zhu Que.


"Untuk apa itu?!"


"Untuk membantumu menenangkan diri." Zhu Que menjawab dengan tenang.


"Apakah kau tidak punya cara yang lebih baik untuk melakukannya?!" Bai Hu menggeram, jelas merasa bahwa dia dianiaya.


"Aku punya tetapi kau akan berubah menjadi arang, apakah itu baik-baik saja denganmu?" Tanya Zhu Que dengan kilatan tajam di mata phoenixnya.


Bai Hu menegang dan membuang muka dengan gugup, "Uh.. tidak, cara tadi lebih baik bagiku."


Xuan Wu: "Masokis."


Qing Long: "Menjijikkan."

__ADS_1


"Diam!" Bai Hu membalas, jelas dia kesal dengan ucapan mereka.


Ming Yue yang berdiri ditempat dan menonton kelakuan para makhluk langit, menghela nafas dan menggelengkan kepalanya sambil tertawa pelan. Ming Yue punya perasaan bahwa dia akan sering melihat kejadian seperti ini mulai sekarang.


__ADS_2