Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Roh Jahat di Keluarga Wu (2)


__ADS_3

"Ingat, Tidak peduli apa yang kalian lihat atau dengar .. Kalian TIDAK BOLEH memberi tahu orang lain .." Ming Yue memberi peringatan kepada mereka semua. Ming Yue tidak ingin mengekspos dirinya sendiri tetapi dia tidak bisa menahannya kali ini.


Awalnya Ming Yue tidak ingin roh jahat itu menyadari keberadaan dirinya tapi dia tidak menyangka bahwa roh jahat yang mengerogoti tubuh Tuan Wu begitu sensitif dan langsung menyadari keberadaaan Ming Yue didekatnya.


"Bai Hu, kembali ke wujud aslimu dan buat pelindung di sekitar keempat orang ini." perintah Ming Yue sambil menunjuk ke arah Kakek Wu yang berkumpul dengan Wu Lin Shao, Wu Lin Zhao dan Nyonya Wu.


"Baik Tuan." Bai Hu berkata sambil perlahan kembali ke bentuk aslinya dan menciptakan penghalang di sekitar empat orang di belakang Ming Yue.


Lima orang yang mendengar kata-kata Ming Yue dan mereka mengerutkan kening, merasa kebingungan. Namun mereka segera mengerti dan rahang mereka ternganga ketika kucing yang tadinya berada dalam pelukan Ming Yue berubah menjadi harimau putih besar. Adegan yang seharusnya hanya ada di film fantasi sekarang terjadi di rumah mereka sendiri! Terlebih lagi mereka mendengar suara harimau bergema di benak mereka! Benar-benar hal yang diluar logika!


"Dia datang!" Ming Yue berkata saat kabut berwarna ungu gelap berkumpul dan makhluk menakutkan muncul dari dalam kabut tersebut. Itu adalah iblis dengan taring tajam dan wajah hancur. Iblis itu tinggi, setidaknya lebih tinggi dari Ming Yue dan memiliki lengan dan kaki yang tebal dan berotot.


Melihat iblis seperti itu, Lin Zhao berteriak ketakutan sementara yang lain berdiri membeku. Iblis itu menatap Ming Yue dengan mengancam, "Apakah kau manusia yang datang untuk mengganggu tempatku?"


Mata Ming Yue sedikit menyipit, "Tempatmu? ini bukan tempatmu. Siapa yang mengirimmu ke sini?"


"Dikirim? Menurutmu kenapa aku dikirim?" Kata Iblis, matanya dipenuhi dengan geli.


"Kau adalah roh jahat. Kau tidak bisa tinggal di satu tempat dan menjadi iblis jika kau tidak terikat kontrak dengan manusia. Siapa orang itu?" Ming Yue bertanya dengan nada tegas.


"Jangan bertingkah terlalu tinggi dan perkasa, manusia! Aku tidak akan memberitahumu apa-apa! Sekarang jadilah makananku!!" Setan itu meraung dan meluncurkan ke Ming Yue tetapi berhenti tiba-tiba ketika dia merasakan aura murni.


Sejak awal, Bai Hu menyembunyikan aura dan kejadirannya saat memasuki rumah Wu. Itulah alasan mengapa roh jahat berani muncul karena hanya merasakan kehadiran dan aura Ming Yue. Sekarang dia mencoba memakan Ming Yue, Bai Hu tidak akan berbelas kasih.


"Au-Aura ini.. ti-tidak mungkin.." Iblis itu gemetar ketakutan. Sang Iblis ingin melarikan diri tetapi aura pembunuh yang diluncurkan Bai Hu, telah mengunci iblis itu di tempatnya. Dia tidak bisa bergerak sama sekali!!


"Untuk cacing sepertimu yang berani ingin memakan Tuanku.." Bai Hu meraung keras, "Itu adalah dosa besar!!"


"Tidaaak!!! Arrgghh!!!!" Setan itu ditelan oleh angin puyuh dan segera menghilang ke udara tipis.


"Aku khawatir harus bertemu dengan roh jahat yang kuat, sepertinya kekhawatiranku sia-sia." Ming Yue berkata dan mengelus kepala Bai Hu, "Kerja bagus, Bai Hu."


Bai Hu mendengkur pelan, menikmati belaian tangan tuannya. Ming Yue tersenyum lembut dan menoleh ke lima orang yang masih shock.


"Semua baik baik saja sekarang." Ming Yue berkata dengan nada meyakinkan.

__ADS_1


Lin Zhao merosot ke sofa di dekatnya, kehilangan kekuatan untuk berdiri dan begitu juga Fan Mei. Kakek Wu masih berdiri tapi perlahan dia duduk di kursi terdekat.


"Bai Hu." Ming Yue memanggilnya dan Bai Hu tahu apa yang harus dia lakukan. Ada angin sepoi-sepoi yang tiba-tiba muncul di ruangan itu, membuat kelima orang itu tenang dan rileks.


"Ini.." Fan Mei bergumam dan memberi Ming Yue senyum lembut, "Terima kasih. Aku merasa lebih baik sekarang."


"Ini salah saya sejak awal, Bibi Mei. Jika saya tidak datang ke rumah ini--"


"Berhenti!" Kakek Wu memotong kata-kata Ming Yue, dia menatap Ming Yue dengan serius. "Bagaimana bisa ini salahmu? Jika kau tidak datang ke rumah kami, Yue Kecil maka putraku masih dikutuk oleh iblis itu. Untuk itu, aku, Wu Zhi Tian dan seluruh Keluarga Wu berhutang padamu."


Kakek Wu ingin berdiri dan membungkuk pada Ming Yue tetapi Ming Yue bergegas dan menghentikannya. "Tolong Kakek Wu, jangan seperti ini. Anda berbaik hati membiarkan saya tinggal di rumah anda malam ini. Itu saja sudah cukup, tidak perlu berhutang."


"Ai anak bodoh ini, tentu saja tidak cukup. Bagaimana dengan ini, jika kau kesulitan, datanglah ke kakek. Selama itu tidak ilegal, kakek akan membantumu." Kakek Wu berkata, jelas keras kepala.


Ming Yue menghela nafas pasrah sebelum tersenyum pada pria tua yang keras kepala itu. "Oke, terima kasih Kakek Wu."


"Ngomong-ngomong, Kak Yue." Lin Shao memanggilnya, "Tentang harimau ini.."


Semua mata tertuju pada Bai Hu yang berdiri di belakang Ming Yue dengan acuh tak acuh.


"Ah.." Ming Yue sedikit meringis, "Ini adalah pelindung saya, Bai Hu."


"Itu benar manusia, aku sangat keren. Kau boleh memujaku dan tuanku." Bai Hu berkata dengan arogan.


Ming Yue memukul kepala Bai Hu, "Bai Hu, jangan bersikap tidak sopan!"


"Tuan, sakit. Kenapa kau meniru apa yang dilakukan kadal bau itu padaku?" Bai Hu bertanya dengan ketidakpuasan jelas terpatri diwajah harimaunya.


"Saya minta maaf atas kekasaran Bai Hu, saya akan mengajarinya sopan santun nanti." Ming Yue meminta maaf kepada anggota keluarga Wu.


"Tidak apa-apa." Wu Shi Jian tersenyum. "Tapi aku memang terkejut, karena kau memiliki pelindung. Tidak, aku lebih terkejut mengetahui bahwa binatang pelindung itu benar-benar ada."


"Ya! seperti di film-film fantasi kuno!" Lin Shao berkata, "Bolehkah aku menyentuh pelindungmu, Kak Yue?"


"Silahkan." Ming Yue memberinya izin dan Lin Shao bergegas menuju Bai Hu dan dengan hati-hati membelai bulunya.

__ADS_1


"Tapi aku tidak menyangka bahwa hantu dan iblis itu benar benar ada.." Lin Zhao bergumam pelan,


"Di dunia ini, ada hal-hal yang tersembunyi dari mata kita. Legenda, makhluk dalam cerita rakyat, mereka benar-benar ada. Kebanyakan orang tidak percaya tetapi beberapa orang percaya dan salah satu dari orang-orang itu adalah orang yang mengirim iblis kutukan kepada Tuan Wu" Ming Yue menjelaskan. "Jika iblis dibiarkan, Tuan Wu akan kehilangan nyawanya. Belum lagi ketidakmurnian iblis tersebut juga mempengaruhi kalian semua."


Mendengar kata-kata Ming Yue, mata Kakek Wu menjadi dingin dan penuh amarah. "Berani mengirim iblis kutukan untuk menyakiti putraku." Kakek Wu membanting tangannya ke kursi. "Siapapun itu.. Berani sekali dia!"


"Yue kecil, bisakah kau melacak orang yang mengirim kutukan itu?" Kakek Wu bertanya


"Yah, mungkin Bai Hu bisa. Bai Hu, kau bisa melacaknya?" Tanya Ming Yue.


Bai Hu sedang menikmati bulunya dibelai, berbicara sambil memejamkan mata. "Tentu saja, Ladyku." Dia berkata dan berjalan menuju Wu Shi Jian.


Wu Shi Jian menegang melihat harimau putih besar berjalan ke arahnya. Meski bisa bicara tapi tetap saja harimau kan? Tentu saja Wu Shi Jian akan waspada.


Bai Hu tidak peduli dengan reaksi Wu Shi Jian terhadapnya. Di mata Bai Hu, Wu Shi Jian hanyalah manusia biasa seperti layaknya orang-orang di rumah ini. Dia tidak perlu peduli tentang apa yang manusia pikirkan tentang dirinya. Yang Bai Hu pedulikan hanyalah apa yang dipikirkan tuannya.


Dia mengangkat satu kaki dan meletakkannya di atas tangan Wu Shi Jian dan saat dia menarik kembali kakinya, sebuah pentagram muncul di punggung tangan Wu Shi Jian.


"Ini .." Wu Shi Jian menatap tanda pentagram di tangannya, jelas tercengang.


"Jangan khawatir, orang lain tidak akan bisa melihatnya. Tanda ini akan bersinar merah terang saat berada di dekat orang yang memberimu kutukan itu." Bai Hu berkata dan kembali ke sisi Ming Yue.


"Aku mengerti .." Wu Shi Jian membungkuk sedikit, "Aku berhutang budi padamu."


"Tuan Wu terlalu sopan. Saya hanya membalas kebaikan dengan kebaikan." Ming Yue berkata dengan nada rendah hati.


Wu Shi Jian tersenyum, "Kalau begitu jangan panggil aku Tuan Wu. Panggil aku Paman Jian."


"Baik, Paman Jian." Ming Yue membalas senyumannya.


"Aku akan memanggilmu, Kak Yue!" Li Shao berkata dengan penuh semangat. "Karena kita seumuran, kamu bisa memanggilku Lin Shao!"


"Aku juga, aku akan memanggilmu Kak Yue. Kamu bisa memanggilku Lin Zhao." Li Zhao berkata sambil memberanikan diri untuk mengikuti saudara kembarnya untuk membelai Bai Hu. Tak lama kemudian dia kecanduan.


"Ah, tentang Bai Hu.." Ming Yue mengingatkan mereka,

__ADS_1


"Jangan khawatir, kami tidak akan memberi tahu siapa pun. Bahkan pelayan dan kepala pelayan tidak akan tahu." Kakek Wu berjanji dan anggota lainnya mengangguk setuju.


Mereka tahu bahwa masalah ini tidak dapat diberitahukan kepada siapa pun karena mungkin ada orang yang ingin mengambil keuntungan dari Ming Yue dan pelindungnya.


__ADS_2