![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Di Alam Dewa, Taman Keabadian..
"Acho!" Seorang Pria yang tampak seperti berusia awal tiga puluhan bersin. Dia memiliki wajah tampan yang halus, dengan sikap lembut dalam setiap tingkah lakunya. Rambut hitam panjangnya yang mencapai ke tengah punggungnya halus, bergerak lembut mengikuti setiap gerakan pria itu. Dia mengenakan pakaian hanfu berwarna putih keperakan yang berkilau setiap kali dia bergerak.
"Oh? Jarang melihatmu bersin, Tian Huang" kata pria lain yang duduk di seberang pemuda itu. Dia tampak seperti berusia empat puluhan, dengan rambut hitam yang setengah dari rambut atas disanggul kecil sementara bagian bawahnya bebas, mencapai bahu. Pria itu tampak megah dan menakutkan dengan janggut hitam dan alisnya yang tajam, terutama karena pakaian hanfu berwarna hitam dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Di antara kedua pria itu, ada meja batu giok putih dengan catur Go, di atasnya. Keduanya tampak kontras dengan pakaian mereka, menunjukkan bahwa mereka adalah tipe orang yang sama sekali berbeda.
Tian Huang tertawa kecil, "Aku percaya ada orang yang berbicara buruk tentang diriku." katanya dengan senyum tak berdaya. "Terima kasih telah peduli, Raja Yama."
Raja Yama mendengus dingin, "Siapa yang peduli padamu?" dia mengambil sepotong go hitam dan meletakkannya di papan. Ada keheningan di antara keduanya sebelum Raja Yama berbicara, "..Rencanamu tampaknya berjalan dengan lancar."
"Aku sangat berharap begitu." Tian Huang membentangkan kipas di tangannya dan mulai menggerakkannya dengan lembut, senyum lembut tersungging di wajahnya. "Sulit untuk melengserkan seorang dewi dan menggantinya dengan seseorang yang baru."
"Aku tidak percaya kau melakukan ini secara tidak langsung, jika itu aku, aku sudah menghancurkan jiwanya dan memasukkannya ke dalam neraka abadi." Raja Yama berkata, nada jengkel terdengar dari nada suaranya.
"Sebagai Kaisar Langit, aku perlu bukti kuat untuk melengserkan seorang dewi. Yang satu itu akhirnya dikuasai oleh kebencian dan kecemburuan sampai menempatkan 'Rantai Kutukan Neraka' pada Chang'e kecilku yang lucu." Tian Huang berkata, matanya yang lembut menjadi dingin sebelum digantikan oleh kesedihan. "Tapi butuh waktu ribuan tahun.. Kuharap Chang'e kecilku yang lucu tidak marah padaku." Tian Huang mengambil sepotong Igo putih dan meletakkannya di papan.
Aku yakin dia akan memukul wajahmu beberapa kali~" Raja Yama berkata dan tertawa terbahak-bahak saat membayangkan gadis kecil nakal itu melakukan tersebut pada wajah tampan pemuda ini.
Tian Huang menggelengkan kepalanya, tampak sangat tak berdaya, "Aku senang prospek itu membuatmu bahagia." Dia menjawab dengan nada lembut,
"Bahkan aku, sebagai kaisar Langit, masih tidak percaya sampai sekarang bahwa kau, Raja Yama, akan dengan mudah setuju untuk mengikuti rencanaku."
Tian Huang menuup kipasnya dengan erat sebelum melirik pria yang lebih tua dengan main-main, "Sepertinya kau sangat menyukai Chang'e kecilku yang imut."
"Huh! Siapa yang suka bulan kecil yang menyebalkan itu!" Raja Yama memalingkan muka dengan kesal, membelai janggutnya tetapi dalam pikirannya, sebuah adegan masa lalu terbesit.
__ADS_1
\==============================================================
Di dunia arwah..
"Paman Yama~ Chang'e ada di sini!" Seorang wanita muda cantik mengenakan pakaian hanfu berwarna perak menerobos masuk ke ruang kerja Raja Yama.
Raja Yama yang sedang bekerja, mengatur daftar orang mati mengerutkan kening dan berteriak pada Chang'e, "Bulan kecil nakal! kenapa kau ada di dunia arwah lagi?! Tidakkah kau memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan?!"
Semua dewa pencabut nyawa berwajah datar, mereka sudah terbiasa dengan Dewi Bulan yang menerobos masuk ke Dunia Arwah seolah-olah itu adalah taman bermainnya dan mengganggu Raja Yama. Mereka juga tahu bahwa meskipun Raja Yama mengatakan kata-kata kasar kepada Dewi Bulan, pria itu menyayanginya seperti seorang ayah yang menyayangi putrinya.
"Hehehe~ aku bosan di alam dewa dan datang untuk bermain~" jawab Chang'e dan pindah ke belakang Raja Yama dan memijat bahunya,
"Tentu saja Chang'e juga di sini untuk menemani Paman Yama bermain catur~"
"Huh! Hanya untuk bermain catur?" Raja Yama tidak menolak Chang'e memijat bahunya.
"Oh? Jadi aku akan mencicipi anggur yang belum pernah dicicipi Tian Huang sebelumnya?" Raja Yama bertanya kemudian membungkukkan tubuhnya sedikit ke belakang sambil tertawa keras.
"Bagus! Ayo cicipi sekarang!" Raja Yama berdiri dan menepuk kepala Chang'e dengan lembut meskipun wajahnya terlihat kasar dan menakutkan. Namun wajah itu melunak di bawah senyum cerah dan manis Chang'e.
\================================================== =====
'Huh.. Bulan kecil Nakal, jika kau tidak mengunjungiku lagi setelah semua ini selesai.. Aku akan menghukummu.' Raja Yama merenung dalam hati.
Tian Huang melihat bagaimana ekspresi Raja Yama melunak dan senyum lembut penuh pengertian muncul di wajah tampannya. Dia dengan lembut menghela nafas dan merenung dalam hati.
'Chang'e ah.. Chang'e ah.. kau tidak tahu betapa kami sangat merindukanmu..'
__ADS_1
'Maafkan kakakmu ini karena membuatmu menderita.. tapi hanya ini satu-satunya cara..'
'Bai Hu, Qing Long, Zhu Que dan Xuan Wu.. Aku tahu kalian semua membenciku tapi tolong.. lindungi Chang'e..'
'Karena cobaan yang harus dia atasi di masa depan.. akan banyak..'
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sementara itu di tempat lain di kota D..
Long Zhi Qiang terbangun dengan keringat menutupi tubuhnya. Dia menatap langit-langit kamar hotel tempat dia berada, mengingat mimpi yang dia alami. Zhong Kui dan Chang'e.. Zhi Qiang bertanya-tanya mengapa dia bermimpi seperti itu dan mengapa mimpi itu terasa sangat familier. Mungkinkah.. kehidupan masa lalunya..?
Di masa lalu, Zhi Qiang akan memperlakukan mimpi seperti itu sebagai mimpi belaka tetapi sekarang setelah dia bereinkarnasi, Zhi Qiang tidak bisa tidak berpikir seperti itu. Kalau tidak, mengapa dia merasa nostalgia dengan pemandangan yang dia lihat dalam mimpi itu. Bahkan hatinya sakit melihat bagaimana wanita bernama Chang'e menderita di bawah rantai terkutuk itu dan ketika dia menghilang, Zhi Qiang tahu bagaimana perasaan Zhong Kui.
Kekosongan..
Putus asa..
Kesendirian..
Duka..
Kemarahan..
Semua itu mendorong Zhong Kui menjadi gila.. Itu menunjukkan seberapa dalam cintanya pada Chang'e dan Zhi Qiang mengerti karena sedalam itu pula cintanya pada Ming Yue. Keduanya tidak bisa hidup di dunia di mana kekasih mereka tidak ada.
'Zhong Kui dan Chang'e..'
__ADS_1
'Saya perlu mencari tahu lebih banyak tentang ini ..'