Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Boss Besar Geng Harimau Merah


__ADS_3

"Tidak, aku yang akan mengurusnya. Bagaimanapun, aku adalah Bos Besar Harimau Merah. Ini sudah menjadi tanggung jawabku."


Mengangkat kaki dari permata pria sampah itu, Ming Yue berbalik dan matanya melebar karena terkejut saat dia melihat orang yang berdiri di dekat pintu.


"Kau?!"


Ming Yue mengungkapkan keterkejutannya saat dia melihat pria yang berdiri mengenakan setelan hitam dengan satu tangan di dalam sakunya. Dia bisa melihat Qing Long dan Bai Hu berada di belakang pria itu, mengawasi si pria dengan kewaspadaan di mata mereka dan seorang pria berotot dan bertubuh kekar juga berdiri tidak jauh dari pria yang menyebut dirinya Big Boss.


Pria itu tidak lain adalah guru matematikanya, Mo Liu!!


"Guru Mo? Anda adalah Boss Besar Geng Harimau Merah?" Ming Yue bertanya sambil menatap pria tampan yang matanya hanya terfokus pada dirinya. Keriangan terlihat di kedalaman mata cokelat gelap itu dan senyum dingin yang lembut muncul di wajahnya.


"Ini cukup mengejutkan bagi kita berdua. Aku tidak berpikir gadis muda dalam laporan yang kuterima adalah 'Anak Terkutuk' dari kota D." Mo Liu berbicara tetapi ketika dia ingin mengambil satu langkah ke depan, Qing Long dan Bai Hu meraih bahunya dari belakang, mencegah Mo Liu untuk mendekati Ming Yue.


Pria bertubuh kekar didekat Mo Liu ingin mengambil pistol dari dalam jas tetapi Mo Liu mengangkat tangannya, "Tidak apa-apa."


Ming Yue mengalihkan pandangannya ke Qing Long dan Bai Hu, "Kalian berdua bisa menunggu di luar."


"Tapi Tuan .." Qing Long ingin membantah. Dia tidak ingin Lady-nya bersama pria ini sendirian.


"Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja." Ming Yue tersenyum meyakinkan, melihat senyum itu yang Qing Long pun menyerah.


"Dengar manusia, jika kau melakukan sesuatu pada tuan kami.. Aku akan mencabik-cabikmu!" Bai Hu menggeram dengan nada rendah sebelum meninggalkan ruangan bersama Qing Long. Pria bertubuh kekar juga mengikuti setelah Mo Liu memberinya anggukan tegas.


Sekarang hanya ada mereka berdua dan satu pria yang kesakitan di lantai, keheningan memenuhi ruangan. Baik Ming Yue dan Mo Liu sedang beradu tatap, tidak satupun dari mereka memecahkan suasana tegang itu namun akhirnya yang memecahkan keheningan tersebut adalah Bai Zhang yang mengerang kesakitan.


"Siapa dua pria itu?" Mo Liu bertanya dengan nada santai seolah-olah dia sedang berbicara tentang cuaca.

__ADS_1


"Penjagaku." Ming Yue menjawab dengan nada santai yang sama.


Mo Liu tidak bisa menahan senyum melihat gadis muda ini bertingkah tidak seperti anak seusianya. Gadis itu menjawab pertanyaannya menggunakan nada yang sama dengan yang dia gunakan. Mengambil beberapa langkah mendekati Ming Yue, Mo Liu mengajukan lebih banyak pertanyaan padanya.


"Penjaga, ya? Mereka menyebutku sebagai manusia?" Mo Liu berhenti tepat di depan Ming Yue, menatap gadis itu dengan rasa ingin tahu, "Seolah-olah mereka bukan manusia."


Ming Yue hanya memberi Mo Liu senyuman penuh misteri. Mo Liu yang melihat senyum itu, hatinya merasa tertarik. Gadis muda yang bernama Ming Yue ini, Mo Liu telah memperhatikan perilakunya di sekolah. Seorang gadis murung dan menyedihkan yang siapa pun tidak ingin mendekati, terlebih lagi rumor tentang dia menjadi anak terkutuk, anak bencana, dll yang ditinggalkan oleh orang tuanya sendiri, membuat semua orang semakin mengasingkannya.


Namun sekarang berbeda. Sejak kapan kiranya gadis itu berubah? Dua hari yang lalu? Benar, sekarang Mo Liu mengingat akhir-akhir ini, dia memperhatikan perubahan Ming Yue setelah gadis itu kembali dari ruang kesehatan. Gadis yang selama ini tidak bisa menatap mata orang, dengan tenang menjawab Mo Liu ketika dia menanyakan tentang kesehatannya. Ya, sekarang Ming Yue bisa dengan tenang menatap tatapan tajamnya dan Mo Liu tidak bisa tidak memperhatikan kecantikan dan aroma manis yang keluar dari tubuh gadis itu. Mata Mo Liu sedikit menyipit, merasa tenggorokannya menjadi kering.


"Jadi, Tuan Mo.." Suara Ming Yue menarik Mo Liu dari lamunannya, "Saya ingin membahas tentang hutang yang harus dibayar oleh Restoran Chu Hui. Sepertinya si BR*NGSEK ini, melanggar kesepakatan yang telah dibuat dan melipatgandakan bunga pinjamannya. Saya ingin membayar sisanya menggunakan bunga pinjaman yang asli."


Sikap bisnis Ming Yue membuat Mo Liu geli dan diapun memberikan jawabannya, "Tidak perlu." Penolakannya membuat Ming Yue menatap pria itu dengan satu alis melengkung, jelas merasa curiga.


"Kau tidak perlu membayar sisanya, anggap itu sebagai permintaan maaf kepada Restoran Chu Hui karena keteledoranku dalam mengurus manajemen Geng Harimau Merah." Mo Liu menjelaskan


"Kalau begitu anggap itu sebagai hadiah persahabatan untuk pemilik masa depan Restoran Chu Hui. Saya, Mo Liu, Pemimpin Harimau Merah ingin memiliki hubungan persahabatan dengan anda. Bagaimanapun, seseorang yang memiliki penjaga yang dapat mengalahkan 30 orang preman dengan mudah, pasti bukan orang yang sederhana." Mo Liu mengangkat tangannya yang lain dan menawarkan untuk berjabat tangan dengan Ming Yue.


"Sepakat?" Dia bertanya, memiringkan kepalanya ke samping sedikit.


Ming Yue menatapnya sebentar, merenungkan apakah dia harus bersahabat dengan seorang gangster atau tidak. Ming Yue tidak memiliki ambisi yang besar, dia hanya ingin menjalani hidupnya dengan bebas dan damai tapi mungkin ada saatnya dia membutuhkan koneksi dan memiliki koneksi dengan Geng Harimau Merah mungkin berguna dimasa depan. Jadi Ming Yue mengangkat tangannya dan menjabat tangan Mo Liu.


"Sepakat." Dia menjawab tetapi Mo Liu menariknya lebih dekat, membuat Ming Yue lengah.


"Bagus, kalau begitu tolong jaga rahasiaku seperti aku menjaga rahasiamu, Bulan Kecil (Little Moon)." Dia berbisik pelan ke telinga Ming Yue.


Ming Yue melepaskan tangannya dan mendorong Mo Liu dengan raut cemberut diwajahnya. "Tuan Mo, tolong jangan terlalu dekat denganku." Ming Yue berkata, jelas kesal karena pria itu beraksi disaat dia lengah.

__ADS_1


Mo Liu terkekeh, "Jangan panggil aku, Tuan Mo. Aku memanggilmu 'Bulan Kecil' jadi panggil aku Kakak Mo, hm?" Dia tersenyum pada Ming Yue.


Ming Yue sedikit mengernyit melihat senyum Mo Liu. Pria yang selalu dingin dan tegas di sekolah dan yang  tidak pernah menunjukkan senyumnya sekarang tersenyum dingin seperti itu. Sungguh hal ini membuka mata Ming Yue..


'Orang memang terkadang punya wajah lain, ya?' Renung Ming Yue dalam hati.


"Bulan Kecil?" Mo Liu memanggilnya ketika dia melihat gadis itu dalam keadaan melamun.


Ditarik dari lamunannya, Ming Yue tersenyum kecil. "Oke, Kakak Mo." dia akhirnya menjawab lalu berbalik untuk melihat Bai Zhang yang terbaring di lantai. "Bagaimana dengan pria sampah ini.."


"Serahkan padaku, aku akan mengurusnya." Kata Mo Liu tetapi dia mengerutkan kening ketika Ming Yue mengalihkan pandangannya ke tempat kosong diruangan itu.


"Pria ini akan diurus. Aku tahu bahwa kalian semua tidak bisa membalas dendam dengan tangan kalian sendiri, tetapi aku pikir sebaiknya kalian melepaskan kebencian dan menuju ke alam reinkarnasi." kata Ming Yue.


Mo Liu menegang saat dia melihat Ming Yue berbicara sendiri ke arah tempat kosong tersebut. Desas-desus tentang Ming Yue menjadi anak terkutuk yang bisa melihat hantu terlintas di benaknya. Ternyata benar.. dan hantu-hantu itu ada di ruangan ini?! Entah bagaimana Mo Liu merasa merinding di sekujur tubuhnya.


Senyum lembut muncul di wajah Ming Yue saat dia melihat para hantu satu persatu pergi ke alam berikutnya.  Satu per satu mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Ming Yue, udara yang kental dengan keputusasaan dan kebencian perlahan menjadi bersih.


"Pergilah dengan bebas. Semoga langit memberkati kalian dengan kehidupan yang baik di reinkarnasi berikutnya." Dia berbisik sambil mengangkat kepalanya, menatap hantu-hantu yang berubah menjadi partikel cahaya, terbang menuju langit.


Mo Liu yang melihat dari samping, mau tidak mau terpikat oleh senyum lembut Ming Yue. Dilihat dari kata-katanya, sepertinya 'Para Hantu' sudah pergi dan dia mengakui bahwa udara diruangan itu terasa lebih ringan. Sambil terus menatap wajah lembut gadis itu, satu pikiran terlintas dalam benak Mo Liu.


Gadis ini istimewa..


Suasana mengharukan segera menghilang ketika Ming Yue kembali ke sikap dinginnya, berbalik dan menggerakkan kakinya menuju pintu. "Urusanku di sini sudah selesai." Ming Yue berkata saat dia mencapai kenop pintu dan berhenti sebelum berbalik sedikit, "Sampai jumpa besok di sekolah, Ka.Kak.Mo~" Ming Yue memberinya senyum main-main sebelum meninggalkan kantor.


Butuh beberapa saat sebelum Mo Liu bereaksi terhadap komentar iseng Ming Yue. Dia terkekeh dan menggelengkan kepalanya, "Bulan Kecil yang Nakal." gumamnya pelan dengan nada penuh dengan pemanjaan. Sepertinya dia mendapatkan adik perempuan yang lucu dan nakal.

__ADS_1


__ADS_2