![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Di dalam kantor kepala sekolah, Ming Yue duduk di depan meja. Wajahnya tidak menunjukkan rasa bersalah atau khawatir tentang rumor buruk. Kepala Sekolah Gong menatap ekspresi acuh tak acuhnya untuk beberapa saat sebelum berbicara.
"Siswi Ming Yue, apakah benar kau memasuki mobil mahal dengan seorang lelaki tua?" tanya Kepala Sekolah Gong dengan hati-hati.
"Ya." Ming Yue menjawab dan mata Kepala Sekolah Gong menyipit dengan dingin.
"Siswi Ming Yue, sekolah ini tidak akan menerima perilaku tidak pantas seperti itu dari seorang siswi. Aku yakin kami harus mengeluarkanmu dari sekolah dan--"
"Anda bahkan tidak bertanya siapa lelaki tua itu, Kepala Sekolah?" Ming Yue memiringkan kepalanya sedikit, menatap pria itu dengan arogan. Kepala Sekolah Gong yang melihat tingkah lakunya, mengatupkan rahangnya dengan kesal.
"Tidak perlu bertanya. Kau telah melakukan tindakan yang tidak pantas, kau harus meninggalkan sekolah ini secara permanen!" Kata kepala sekolah dengan marah.
Ming Yue mendengus geli, "Sepertinya Kepala Sekolah adalah orang yang berpikiran sempit."
*BAM!*
"SISWI MING YUE!!" Kepala Sekolah Gong menampar tangannya ke meja dengan keras selagi dia meraung marah.
Ming Yue bahkan tidak bergeming saat dia mengeluarkan ponselnya, mengetuk layar lalu membuat panggilan telepon. "Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaan anda segera setelah saya menelepon lelaki tua yang tidak ingin kamu ketahui identitasny." Dia berkata dengan nada dingin.
"Kau..!!"
"Ah halo Kakek, ini aku Ming Yue." Ming Yue berbicara segera setelah Kakek Wu menerima telepon. "Sebenarnya aku terancam dikeluarkan dari sekolah."
"Apa?! Siapa yang berani mengusir cucuku?!" Kakek Wu bertanya, jelas marah.
Awalnya ketika Ming Yue menelepon, Kakek Wu senang karena itu adalah pertama kalinya Ming Yue berinisiatif untuk memanggilnya. Tapi saat Ming Yue mengatakan bahwa dia dalam bahaya diusir dari sekolah, kebahagiaannya tenggelam ke dasar jurang yang paling dalam.
__ADS_1
"Yah, sebenarnya seseorang melihatku masuk ke mobil kakek malam itu lalu menyebarkan desas-desus bahwa aku memiliki hubungan yang tidak pantas dengan seorang lelaki tua." Ming Yue menjelaskan secara singkat.
"Kau tunggu di sana, kakek akan segera datang!" Kakek Wu berkata dan mengakhiri panggilan.
"Orang tua yang Anda pikir memiliki hubungan yang tidak pantas dengan saya akan segera datang, dibutuhkan sekitar 15 menit jadi tolong tunggu sebentar, Kepala Sekolah." Ming Yue berkata dengan dingin sambil bersandar ke kursi.
Kepala Sekolah Gong menatap Ming Yue, merasa canggung. Dia ingat apa yang dikatakan Ming Yue kepadanya, menanyakan mengapa dia tidak repot-repot bertanya siapa lelaki tua itu. Sekarang hatinya dipenuhi dengan kegelisahan, berpikir bahwa dia mungkin membuat kesalahan besar.
"Itu .." Kepala sekolah mulai berbicara setelah menelan ludahnya "Siapa orang tua itu?"
Ming Yue yang memejamkan matanya sejak dia menyandarkan punggungnya di kursi menjawab, "Mengapa repot-repot menanyakannya sekarang? Anda akan segera tahu." Dia mejawab dengan nada dingin.
"Kau..!! Beraninya kau bertindak begitu sombong, kau yatim piatu terkutuk!" Kepala Sekolah Gong berkata dengan keras, tidak menyadari bahwa dia baru saja menyegel nasibnya sendiri.
Ming Yue membuka matanya perlahan, di mata batu giok hitam itu, hanya kekejaman yang bisa dilihat. Senyum perlahan terbentuk, kejam dan terlihat sangat jahat dan momen itu akan menjadi momen yang dikenang Kepala Sekolah Gong selama sisa hidupnya di masa depan. Saat hidupnya hancur..
"Ya dan anak yatim piatu terkutuk ini akan menjadi orang yang membuat hidup anda lebih buruk dari neraka." Ming Yue berkata dan menghirup udara dengan lembut.
Kepala Sekolah Gong mengerutkan kening, "Apa yang kau bicarakan?"
"Untuk berselingkuh dengan seorang gadis SMA kemudian menyuruhnya menggugurkan bayinya, bahkan tiga kali." Ming Yue menghela nafas saat dia menatap Kepala Sekolah dengan senyum tak berdaya. "Tch.. Tch..Tch.. Sungguh nakal kepala sekolah kita." Dia berkata, berpura-pura sedih dengan nada patah hati.
Pada saat itu, wajah Kepala Sekolah Gong menjadi sangat pucat sehingga dia bisa dianggap mati. Dia tidak percaya gadis di depannya ini tahu tentang rahasianya. Tapi bagaimana caranya?! Bagaimana gadis ini bisa tahu?!
Namun dia tidak ingat tentang fakta bahwa Ming Yue bisa melihat hantu. Dia melihat tiga bayi hantu, penuh darah, menempel di punggung, lengan dan kaki Kepala Sekolah Gong. Saat dia bertemu mata mereka, masa lalu ketiga bayi itu terungkap dalam pikirannya. Itulah alasan mengapa Ming Yue menutup matanya, dia fokus pada masa lalu yang diperlihatkan oleh para bayi hantu tersebut.
"K-Kau..! B-Bagaimana kau--"
__ADS_1
*Tok Tok Tok!*
Suara ketukan bisa terdengar, memotong kata-kata apa pun yang ingin dikatakan Kepala Sekolah Gong. Segera wakil kepala sekolah Zhuge masuk bersama Kakek Wu. "Kepala Sekolah, ada tamu yang ingin bertemu denganmu."
Saat Kepala Sekolah Gong melihat Kakek Wu, matanya melebar karena terkejut dan kegelisahan di hatinya meningkat. "Tetua Wu, apa yang membawamu ke sekolah menengah ini?"
"Apakah kau yang berani mengusir cucuku?" Kakek Wu langsung bertanya tanpa basa-basi.
Kepala Sekolah Gong berkedip beberapa kali, seolah-olah dia menjadi bodoh. "Cucu perempuanmu?" begitu dia mengajukan pertanyaan, kesadaran muncul di benaknya ketika dia tiba-tiba melontarkan apa yang ada di pikirannya, "Anak Yatim Piatu terkutuk ini?!"
Kata-kata itu membuat Kakek Wu terbakar oleh amarah. Pria ini menyebut cucunya yang cantik 'Yatim Piatu Terkutuk'?! benar-benar mencari mati!
"Beraninya kau memanggil cucuku yang cantik 'Yatim Paitu Terkutuk'!" Kakek Wu meraung.
"T-Tapi.."
"Ming Yue adalah gadis yang aku, Wu Zhi Tian, adopsi sebagai cucu perempuanku. Malam ketika dia memasuki mobilku adalah ketika dia meninggalkan rumah orang tua angkatnya. Aku menawarkannya untuk tinggal di Rumah Wu karena ini sudah malam. Karena keluarga Wu menyukai gadis ini, kami memutuskan untuk mengadopsinya. Surat-suratnya sudah diproses dan dalam dua hari, dia akan menyandang nama WU!" Kakek Wu menjelaskan dengan marah.
Kepala Sekolah Gong dan Wakil Kepala Sekolah Zhuge menatap Kakek Wu dengan mata melebar. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Ming Yue Si 'Anak Terkutuk' diadopsi oleh keluarga Wu yang terkenal?! Itu benar-benar karma baik yang terakumulasi dari kehidupan sebelumnya!
"I-Itu.. saya.." Hati Kepala Sekolah Gong tenggelam ketika dia mendengar apa yang dikatakan Kakek Wu. Ia tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Mengapa Keluarga Wu ingin mengadopsi anak yatim terkutuk ini?! Mengapa mereka harus merawat gadis muda ini?! Dia adalah SEORANG ANAK YATIM PIATU! Tidak bernilai apa-apa!
Meskipun dia mendengar kebenaran, Kepala Sekolah Gong adalah orang yang berpikiran sempit dan selalu percaya pada pendapatnya sendiri. Dia tidak mau menerima kenyataan bahwa Ming Yue, gadis yang dia pandang rendah karena ditinggalkan oleh orang tuanya sendiri, diadopsi oleh keluarga Wu yang merupakan keluarga terkaya di D City.
"Sekarang haruskah kita memberikan hukuman, Kakek?" Ming Yue yang duduk diam menatap ekspresi Kepala Sekolah Gong dengan geli, akhirnya membuka mulutnya.
"Bagus! Apa yang ada dalam pikiranmu, Yue Kecil?" Kakek Wu bertanya, menyetujui sarannya. Hukuman itu akan menjadi peringatan bagi orang lain. Tidak ada yang bisa menggertak cucunya yang cantik! Wu Zhi Tian tidak menyadari bagaimana dia telah menjadi kakek yang memanjakan Ming Yue.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Kakek Wu, bibir Ming Yue melengkung menjadi senyum jahat. Ini mengirimkan getaran ke tulang belakang Kepala Sekolah Gong. Pada saat itu, dia benar-benar berharap dia tidak menilai Ming Yue terlalu keras sebelumnya.
Tapi... Tidak ada gunanya menangisi susu yang tumpah.. kan?