![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Sekarang Ming Yue memutuskan untuk tinggal di Keluarga Wu secara permanen, rencananya untuk pergi ke agen real estate dibatalkan secara otomatis. Sekarang satu-satunya hal yang perlu dia lakukan adalah pergi ke Paman Chu tentang rencananya untuk berhenti bekerja direstoran dan memberitahu Paman Chu tentang niatnya untuk berinvestasi direstorant tersebut.
Ketika Ming Yue menyebutkan rencananya ketika keluarga berkumpul di ruang tamu setelah sarapan, Paman Jian-- Ayahnya mengangguk setuju dan seluruh keluarga mendukungnya. Untuk pertama kalinya dalam hidup Ming Yue dia merasakan dukungan dari keluarga. Dia harus melawan air mata yang mengancam akan keluar dari sudut matanya.
Di sisi lain, Shi Jian kagum dengan putri angkatnya. Tidak hanya memiliki kekuatan khusus, dia dijaga oleh roh penjaga dan sekarang dia membuat keputusan yang tidak bisa dibuat oleh gadis berusia 15 tahun! Hatinya dipenuhi dengan kehangatan dan kebanggaan mengetahui gadis kecil yang luar biasa ini sekarang adalah putrinya.
Mengingat kata-kata ayahnya tentang bagaimana dia melihat Ming Yue sebagai gadis kesepian dengan hati yang kering, Shi Jian merasa hatinya dipenuhi amarah pada orang dewasa yang menganiaya Ming Yue. Bagaimana mereka bisa meninggalkan anak seperti itu? Meskipun mungkin menakutkan memiliki anak yang memiliki kekuatan untuk melihat hantu, tetapi Shi Jian tidak akan pernah meninggalkan anak yang tidak bersalah seperti yang dilakukan orang-orang itu. Tidak heran Ming Yue tumbuh menjadi orang yang dingin. Shi Jian bisa menduga seberapa sakit hati Ming Yue ketika mengetahui bahwa orang tuanya sendiri bahkan tidak menginginkannya.
Sambil memikirkan hal ini, Shi Jian menatap punggung Ming Yue saat dia berjalan pergi dengan si kembar mengikuti disisi kiri dan kanannya.
"Sayang, ada apa?" Fan Mei melihat bagaimana Shi Jian menatap Ming Yue sampai gadis itu menghilang di balik pintu gerbang villa keluarga Wu.
"Aku hanya berpikir bahwa putri angkat kita, hidupnya terlalu menyedihkan." Shi Jian berkata sambil menghela nafas berat, "Ditinggalkan oleh orang tuanya sendiri, kemudian dianiaya oleh keluarga angkatnya, luka di hatinya begitu..." Shi Jian tidak bisa melanjutkan lebih jauh.
"Aku setuju tapi karena itu dia menjadi gadis yang kuat. Yue'er bahkan lebih dewasa dari si kembar." Fan Mei tertawa.
"Yang bisa kita lakukan hanyalah menghujani gadis itu dengan perhatian dan cinta." Kakek Wu yang mendengarkan percakapan mereka, bergabung. "Si kembar sudah melakukannya. Aku bisa melihat betapa mereka sangat menyayangi Yue Kecil."
"Menyayangi? Mereka memuja Yue'er. Mungkin karena kejadian malam itu, mereka menganggap Yue'er sebagai pahlawan mereka." Fan Mei berkata sambil tersenyum.
Kakek Wu dan Shi Jian tertawa saat mereka menyetujui apa yang dikatakan Fan Mei.
__ADS_1
------------------------------------------------------------------------
Di sisi lain, Ming Yue sedang berjalan dengan Lin Shao dan Lin Zhao di sisinya. Bai Hu digendong Lin Zhao karena sekarang giliran dia bermain dengan Bai Hu. Bai Hu tidak terlalu peduli siapa yang menggendongnya, baginya manusia itu sama saja.
"Kak Yue, setelah kau selesai dengan urusanmu, bisakah kami mengunjungi tempat itu lagi?" Lin Shao bertanya dengan penuh semangat.
"Heh, bocah. Lihat kamu sangat bersemangat." Bai Hu mendengus. Dia membiarkan si kembar mendengar kata-katanya sekarang tetapi bagi yang lain, mereka hanya bisa mendengar suara kucing mengeong.
"Itu karena rumah Kak Yue luar biasa! Aku juga ingin bermain dengan penjaga lainnya!" Lin Shao menjawab.
"Aku juga ingin berbicara lebih banyak dengan mereka." Lin Zhao menambahkan.
"Oke tapi aku tidak akan bisa menemani kalian berdua." Ming Yue memperingatkan mereka. Mendengar itu, si kembar memberikan tatapan bingung.
"Aku harus belajar seni bela diri dan seni pedang." Mingyu menjelaskan.
"Hanya seni bela diri, sedangkan untuk seni pedang tidak bisa. Untuk alasannya, aku akan menjelaskannya nanti. Tidak baik membicarakannya di sini." Ming Yue menjawab sambil melihat di sekitar jalan yang mereka lalui.
Saat matanya menjelajahi sekitar, penglihatannya menangkap sebuah land cruiser hitam berhenti di seberang jalan. Awalnya Ming Yue tidak terlalu memperhatikan, tapi dia berhenti tiba-tiba ketika orang yang keluar dari kursi pengemudi menarik perhatiannya.
Orang tersebut adalah Pria itu..
__ADS_1
Long Zhi Qiang..
tapi kenapa dia ada disini? Ming Yue ingat bahwa pertama kali dia bertemu Long Zhi Qiang adalah ketika dia masih kuliah.
Lalu kenapa dia ada di kota D?
Melihat Ming Yue tiba-tiba berhenti dan menatap pria di seberang jalan dengan ekspresi terkejut, Lin Shao mengerutkan kening. "Kak Yue?"
Napas Ming Yue menjadi sedikit berat, dia tidak mendengar ketika Lin Shao memanggil namanya. Mata Ming Yue tidak pernah lepas dari wajah Long Zhi Qiang saat gadis itu mengangkat tangannya dan meletakkan tangan tersebut di dadanya.
'Jantungku tidak berdetak kencang ..' Ming Yue merenung dalam hati
'Masih ada kesedihan dan sakit hati yang tersisa tapi jantungku tidak berdetak lagi untuknya.'
Dengan napas lega, Ming Yue mengalihkan pandangannya dari pria yang ketampanannya seperti iblis yang datang kebumi untuk menggoda manusia dan melanjutkan langkahnya. Ming Yue mengabaikan pria itu sepenuhnya.
'..Long Zhi Qiang, di sinilah kita berpisah.'
'Akhirnya aku bisa melepaskanmu sekarang..'
'Selamat tinggal..'
__ADS_1
Namun apa yang tidak diketahui Ming Yue, saat dia mengucapkan selamat tinggal, pria itu tidak akan membiarkannya pergi. Ming Yue berpikir bahwa dia bisa mengakhiri hubungan yang dia miliki dengan Long Zhi Qiang.
Tetapi takdir .. berkata lain...