![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
Ming Yue dan si kembar kembali ke rumah Wu sekitar jam 7 malam. Itu menunjukkan berapa jam yang mereka habiskan di dalam Tianshang De Kongjian. Shi Jian, Fan Mei dan Kakek Wu berada di ruang tamu, menunggu mereka datang dan ketika mereka melihat kelompok tiga orang memasuki ruang tamu, mereka menggelengkan kepala.
"Lihatlah anak-anak ini, mereka pergi di pagi hari dan kembali ketika hari sudah gelap" kata Fan Mei dengan senyum tak berdaya.
Shi Jian tersenyum lembut, "Mungkin karena mereka memiliki saudara perempuan baru. Bagus juga bagi sesama saudara untuk menjadi dekat satu sama lain."
Kakek Wu tertawa pelan karena dia tidak mengatakan apa-apa. Ming Yue menatap mereka dengan ekspresi tegang dan si kembar terlihat sangat gugup. Melihat perilaku ketiganya, Shi Jian sedikit mengernyit karena dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
“Ayah.. Ibu.. dan Kakek, ada yang ingin aku katakan padamu..” kata Ming Yue memulai percakapan. Ketiga orang dewasa itu menatap Ming Yue, menunggunya berbicara lebih banyak.
"Sebenarnya aku punya tempat, sebut saja.. Private Resort..? dan tempatnya bukan di alam ini." Ming Yue berkata sambil mengangkat tangannya. "Kurasa lebih baik aku tunjukkan dulu.. lalu jelaskan sisanya nanti.."
Kakek Wu mengerutkan kening, "Resort Pribadi tapi tidak di alam ini..?"
"Jika ini lelucon maka ini tidak lucu." Shi Jian berkata dengan nada serius.
"Ayah, ini bukan lelucon." Lin Shao berkata, "Biarkan Kak Yue menunjukkannya padamu."
"Tolong sentuh tangan Kak Yue, lalu ayah, ibu dan kakek akan tahu." Lin Zhao menambahkan.
Ketiga orang dewasa itu saling menatap sebelum berdiri dan berjalan mendekati Ming Yue. Lin Zhao dan Lin Shao memegang tangan Ming Yue yang lain. Shi Jian menatap anak kembarnya sebelum menyentuh jari Ming Yue. Fan Mei tampak cemas saat dia mengikuti suaminya, menyentuh tangan Ming Yue dan Kakek Wu mengikuti.
Tidak butuh waktu lama sebelum pemandangan berubah dalam sekejap mata. Ketiga orang dewasa itu tercengang, mereka melihat sekeliling dengan takjub.
"Ini .." Shi Jian kehilangan kata-kata, dia tidak bisa menggambarkan apa yang dia lihat saat ini dengan kata-kata.
Fan Mei menutup mulutnya dengan tangannya sebelum berbicara, "Ini.. resor pribadimu, Yue'er?" dia bertanya.
"Ya, Bu. Tempat ini bernama Tianshang De Kongjian. Artinya Dimensi Surgawi, aku pemilik dimensi ini." Ming Yue menjelaskan, "Dan .." dia berhenti ketika dia melihat keempat binatang itu menuju ke arah mereka.
__ADS_1
"Mereka adalah penjagaku." Ming Yue berkata sambil menunjuk ke empat binatang itu.
Ketiga orang dewasa itu berdiri membeku ketika mereka melihat seekor naga, seekor phoenix, seekor harimau putih-- yang sudah mereka kenal sebelumnya dan seekor kura-kura dengan ular melingkar di sekelilingnya menuju ke arah mereka. Ming Yue sedikit khawatir tentang kesehatan Kakek Wu tetapi karena ada Xuan Wu, kekhawatirannya sedikit mereda.
Butuh waktu cukup lama untuk menjelaskan kepada tiga orang dewasa tentang segala sesuatu di Tianshang De Kongjian. Para orang dewasa akhirnya bisa menerima kenyataan bahwa ada banyak hal tersembunyi di luar alam fana yang mereka ketahui. Ketiga binatang langit memperkenalkan diri mereka dalam bentuk binatang tetapi mereka segera berubah menjadi bentuk manusia. Itu membuat para orang dewasa merasa sedikit nyaman karena lebih mudah berbicara dengan bentuk manusia daripada berbicara dengan binatang secara langsung.
Setelah itu, Ming Yue memberi mereka tur di Tianshang De Kongjian. Orang dewasa terkesan dengan Dimensi Surgawi ini, Sungguh tempat yang benar-benar ajaib dan fantastis! Kakek Wu akhirnya tahu bahwa tanaman herbal dan ginseng yang dijual Ming Yue adalah sesuatu yang gadis itu dapatkan dari tempat ini. Lin Zhao dan Lin Shao harus menahan tawa mereka ketika Kakek Wu berkata bahwa dia juga ingin membeli ginseng seribu tahun. Ming Yue hanya terkekeh dan berjanji akan memberikannya sebagai hadiah, mendengar itu Kakek Wu tertawa senang.
Namun suasana menjadi tegang kembali ketika Ming Yue memberi tahu mereka bahwa dia adalah seorang kultivator dan si kembar juga ingin menjadi seorang kultivator. Wajah Shi Jian menjadi menakutkan saat dia menatap si kembar.
"Kau telah mendengar peringatan dari Bai Hu dan kau masih ingin menjadi kultivator?!" tanyanya dengan nada marah. Mereka semua saat ini berkumpul di ruang tamu di dalam Istana Bulan.
Lin Shao melihat ke bawah sebelumnya tetapi mendengar pertanyaan Shi Jian, dia berani menatap ayahnya. "Ya. Aku tahu ini berbahaya tapi Ayah.. Aku.. Aku ingin menjadi seorang kultivator seperti Kak Yue!" Dia berkata dengan nada penuh dengan determinasi.
"Aku juga!" Lin Zhao menambahkan, tekadnya tidak kalah dengan Lin Shao.
"Cara yang biasa peluangnya hanya 50/50.. tetapi dengan bantuan kami, itu bisa meningkat menjadi 70/30." Zhu Que berkata tanpa menyembunyikan apa pun.
"hanya 70/30?" Shi Jian bertanya, masih dengan wajah menakutkan yang sama.
Zhu Que meringis, "Itu yang terbaik yang bisa kita lakukan dengan aura langit kita. Bagaimanapun juga, manusia biasa menjadi kultivator adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Tubuh mereka perlu diubah agar bisa menahan aura."
"..Kau mengatakan bahwa untuk menjadi seorang kultivator, seseorang harus memiliki pengalaman mendekati kematian dan prosesnya sangat menyakitkan, kan?" Kakek Wu, yang diam sepanjang waktu akhirnya bertanya pada Zhu Que.
"Ya." Zhu Que menjawab, tampak bingung. Dia tidak mengerti mengapa lelaki tua itu menanyakan pertanyaan seperti itu tetapi kebingungannya terjawab ketika Kakek Wu mengalihkan pandangannya ke Ming Yue dan mengajukan pertanyaan padanya.
"Apakah kau pernah mengalami pengalaman hampir mati, Yue Kecil?"
Seluruh ruangan menjadi hening. Menyadari fakta itu, Lin Zhao dan Lin Shao mengalihkan pandangan mereka ke Ming Yue dengan tiba-tiba. Mereka berfokus untuk menjadi kultivator sehingga mereka gagal menyadari fakta tersebut.
__ADS_1
Ming Yue tersenyum sedih. "Aku berbeda.." dia berhenti sebelum melanjutkan, "Aku tidak menjalani cobaan seperti itu karena.. aku adalah orang yang bereinkarnasi.."
Sekali lagi keheningan kembali ke ruangan dan Fan Mei lah yang memecahkannya. "Reinkarnasi.. jadi.. kau.."
Senyum sedih Ming Yue semakin terlihat, "Ya.. aku pernah mati sekali.."
Saat Ming Yue membawa semua keluarga Wu ke Tianshang De Kongjian, dia telah memutuskan untuk membuka semuanya. Mereka adalah orang pertama yang memberinya kehangatan, cinta, dan perhatian. Akan tidak sopan jika dia merahasiakan masalah ini. Dia ingin mereka tahu siapa dia sebenarnya dan menyerahkan kepada mereka apakah mereka bisa menerimanya atau tidak. Jika mereka tidak bisa menerimanya maka Ming Yue tidak akan menyesal, dia akan pergi tanpa menoleh kebelakang.
Ming Yue memberi tahu mereka segalanya. Bagaimana dia hidup di masa lalu, bagaimana dia mati dan bagaimana dia kembali ke masa lalu. Mendengar cerita Ming Yue, mata keluarga Wu menjadi merah. Lin Zhao dan Fan Mei meneteskan air mata dan Lin Shao mengepalkan tinjunya dengan keras.
"Jadi itu alasanmu mengatakan kepada pria itu 'Di sinilah kita berpisah'?" Lin Shao bertanya, nadanya rendah dan penuh amarah.
"Pria itu? Siapa yang kau bicarakan?" Kakek Wu mengerutkan kening sementara matanya masih merah.
"Pagi ini kita bertemu dengan seorang pria, namanya.. Long.. ah! Long Zhi Qiang!" Lin Zhao menjelaskan, "Dia datang ke Kak Yue, bertingkah seolah dia mengenalnya dan.." Lin Zhao melirik Ming Yue, bertanya-tanya apakah dia harus terus menjelaskan atau membiarkan Ming Yue mengambil alih.
"Dia adalah pria yang nyawanya aku selamatkan dengan mengorbankan nyawa di kehidupan sebelumnya. Aku dengan bodohnya sangat mencintai pria itu meskipun dia tidak memberiku apa-apa selain perlakuan dingin." Ming Yue berkata dengan senyum yang memilukan.
"Sepertinya dia bereinkarnasi juga tapi aku tidak ingin ada hubungan dengan pria itu lagi. Dalam nafas terakhirku, aku bersumpah untuk tidak jatuh cinta padanya untuk kedua kali. Aku memberikan hidupku untuk menyelamatkannya di kehidupan sebelumnya, dalam kehidupan ini aku ingin hidup untuk diriku sendiri."
Kakek Wu, Shi Jian dan Fan Mei tidak bisa berkata-kata. Mereka hanya bisa membayangkan seberapa besar sakit hati yang ditanggung gadis ini di dalam hatinya untuk membuat sumpah seperti itu dalam napas terakhirnya. Namun bagi Kakek Wu, dia akhirnya tahu alasan mengapa Ming Yue memiliki mata yang dingin, kesepian dan sunyi. Harus menjalani kehidupan yang kejam dan menyiksa, siapa pun akan patah hati. Langit benar-benar memberi gadis ini kesempatan untuk menjalani kehidupannya sekali lagi.
Pikirannya sekarang terfokus pada pria yang nyawanya telah diselamatkan oleh Ming Yue di kehidupan masa lalunya. Kakek Wu membuat catatan mental untuk mencari pria itu nanti, dia tahu nama pria itu sehingga tidak akan terlalu sulit untuk mencari informasi tentang pria itu. Kakek Wu ingin bertemu muka dengan Long Zhi Qiang. Dia ingin pria itu melepaskan Ming Yue agar gadis ini bisa menjalani hidupnya. Kali ini dengan keluarga Wu disampingnya untuk merawat dan memberikan semua cinta yang pantas gadis ini dapatkan.
'Pria itu memiliki kesempatan untuk mencintai Little Yue dan dia gagal.'
'Sekarang.. dia tidak akan memiliki kesempatan itu lagi..'
Gumam Kakek Wu didfalam hatinya.
__ADS_1