Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Kembali Ke Masa Lalu


__ADS_3

"Jika mencintaimu adalah sebuah dosa, maka aku akan dengan senang hati menanggungnya."


"Jika menginginkanmu adalah sebuah kejahatan, maka aku akan dengan senang hati menerima hukuman apa pun."


"Tapi kau harus ingat, Chang'e.. Berapa kali pun kau menolakku, mengutukku, menghinaku, aku tidak akan menyerah."


"Kau bisa melarikan diri ke ujung bumi atau jauh ke dalam jurangsekali pun tetapi aku.. Zhong Kui, tidak akan pernah melepaskanmu."


"Hatimu, tubuhmu, jiwamu, semua dirimu, adalah milikku."


Suara seorang pria, dingin dan dalam, namun berbahaya dan sensual bergema di benak Ming Yue. Dia bahkan tidak tahu mengapa dia bisa mendengar suara meskipun dia sudah mati.


Apakah itu suara roh?


Tapi kenapa suara itu terdengar familiar di telinganya?


 


--------------


 


*BAM! BAM! BAM!*


Terdengar ketukan keras yang bisa membangunkan orang mati, Ming Yue membuka matanya dengan napas terengah-engah. Matanya terbelalak lebar, menatap langit-langit yang tampak familier baginya. Alisnya berkerut bingung saat dia terus menatap langit-langit itu. Langit-langit tersebut adalah ruang bawah tanah di dalam rumah keluarga Qing. Kamar Ming Yue sendiri.


*BAM! BAM! BAM!*


"Gadis terkutuk! bangun dan buatkan sarapan!" Sebuah teriakan yang tidak lain adalah milik ibu angkatnya, Gu Sui Rong terdengar jelas.

__ADS_1


"Segera." Ming Yue menjawab dengan mengetahui bahwa jika dia tidak menjawab, Sui Rong akan membuat hidupnya jauh lebih sulit. Langkah-langkah Sui Rong perlahan-lahan menghilang, Ming Yue menghela nafas lega dan menatap sekeliling ruangan.


'Apa yang sebenarnya terjadi di sini?' Ming Yue bertanya dalam hati. Pertanyaan seperti itu normal karena Ming Yue tahu dia seharusnya sudah mati.


Kamar tempat Ming Yue berada selalu memiliki aroma yang menyenangkan meskipun itu berada diruang bawah tanah. Tempat tidurnya hanyalah kasur di lantai dan perabotan yang Ming Yue miliki hanyalah meja kecil dan meja yang terbuat dari kotak-kotak yang awalnya ada di ruang bawah tanah. Ventilasi yang dia miliki hanyalah jendela kecil yang menghadap ke garasi.


 


Ming Yue meraih cermin kecil didekat kasur dan melihat dirinya sendiri. Mulutnya terbuka karena Ming Yue tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Didalam cermin terlihat seorang gadis muda, berusia sekitar 15 tahun. Wajah putih, pucat dan murung namun tetap cantik.


Tampaknya Ming Yue telah kembali ke 10 tahun yang lalu. Apakah ini yang disebut reinkarnasi? Mungkin langit mengasihaninya dan memberinya kehidupan lain sehingga Ming Yue bisa memulai kembali hidupnya sendiri. Bibirnya melengkung ke atas, berubah menjadi senyum lembut.


Ming Yue masih mengingat sumpah yang dia buat diakhir hidupnya. Sekarang, Ming Yue akan hidup untuk dirinya sendiri. Dia tidak akan tunduk pada siapa pun lagi dan ingin merasakan bagaimana rasanya benar-benar hidup.


Pikiran Ming Yue melayang ke satu orang dan matanya menjadi dingin. Ming Yue menutupnya sebentar lalu membukanya lagi. Kali ini dia tidak akan pergi ke pria itu. Kali ini dia akan meninggalkannya sendirian.


 


 


'Aku pernah mencintai dan itu menyakitkan.'


'Sekarang, aku tidak membutuhkan cinta.'


'Langit.. jika kau mendengar doaku, biarkan hatiku beku untuk selamanya'


'Dengan begitu tidak akan rusak'


'Dengan begitu tidak akan terluka'

__ADS_1


-----------


Ming Yue tiba di ruang makan dan melihat empat orang menatapnya dengan dingin. Jika itu di masa lalu, Ming Yue tidak akan bisa menatap mata mereka. Dia takut melihat rasa dingin yang diarahkan padanya. Sekarang, dia menatap mereka kembali dengan tatapan dingin yang sama. Itu menyebabkan keempat pasang mata terkejut.


"Apa yang kau lakukan di kamarmu?! Tidak bisakah kau lihat bahwa kami sedang menunggumu untuk memasak sarapan kami?!" Sui Rong bertanya dengan marah.


"Hmph! Anak bencana akan selalu menjadi anak bencana. Pantas saja ibumu meninggalkanmu." Sui Rong menambahkan sambil mencibir.


Menatap wanita itu dengan acuh tak acuh, Ming Yue bahkan tidak membantah. Sebagai gantinya, dia berjalan menuju dapur dan mulai menyiapkan sarapan untuk orang-orang busuk itu.


"Hmph! Wanita busuk.. Aku kagum kau bisa bertahan hidup selama ini dengan orang-orang itu."


Sebuah suara bisa terdengar dan segera sesosok transparan muncul di sebelah Ming Yue. Sosok itu adalah seorang gadis remaja berusia belasan tahun, darah berlumuran setengah dari wajahnya yang pucat, menunjukkan keadaan ketika dia meninggal.


"Sudah biasa, tidak ada yang baru." Ming Yue menjawab dengan dingin.


Ya, ini bukan hal baru. Penghinaan yang biasa terjadi hampir setiap hari selama bertahun-tahun, Ming Yue sudah terbiasa. Namun.. di masa lalu dia terus berharap suatu hari nanti, keluarga angkatnya akan menerima dirinya. Di masa lalu, Ming Yue haus akan cinta. Cinta dari keluarga, cinta dari teman, cinta dari orang yang spesial. Tetap saja, dia tidak bisa mendapatkan semua itu.


Ming Yue tertawa mengejek di dalam hati, menertawai dirinya yang bodoh dimasa lalu, betapa bodohnya dia karena terus berharap akan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi.


Gadis muda itu menatap Ming Yue sebentar sebelum membuka mulutnya. "Apakah kau baik-baik saja?" dia bertanya.


Ming Yue mengalihkan pandangannya ke wajah gadis muda itu sambil menatapnya dengan bingung, "Tentu saja. Mengapa kau bertanya, Yu Ran?"


Yu Ran menggelengkan kepalanya, "Bukan apa-apa. Aku hanya merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirimu, tapi mungkin itu hanya perasaanku saja."


Sebenarnya apa yang Yu Ran curigai tepat sasaran. Ming Yue tersenyum pahit tetapi senyum itu menghilang dengan cepat. Dia telah dilahirkan kembali, tentu saja itu akan meninggalkan bekas dalam jiwanya dan hantu-hantu peka terhadap tanda semacam itu.


Selesai membuat sarapan, Ming Yue mengambil sedikit untuk dirinya sebelum menyajikan makanan di meja makan sebagai sarapannya. Ming Yue tidak diizinkan makan diruang makan jadi dia hanya bisa makan sarapannya di dapur.

__ADS_1


Makan, membersihkan dapur, lalu bersiap ke sekolah adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan Ming Yue di kehidupan sebelumnya. Namun dia tidak ingin melakukannya lagi. Sekarang, Ming Yue berencana untuk melepaskan diri dari rumah neraka ini. Kali ini, dia akan meninggalkan rumah ini dan tidak pernah kembali.


__ADS_2