Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Si 'Unik' Bai Hu


__ADS_3

Keheningan dan kedamaian kembali datang ke dalam restoran. Chu Hui An menatap Ming Yue dengan cemas, "Bulan Kecil, kau harus meninggalkan kota ini bersamaku. Harimau Merah bukan hanya gangster biasa. Mereka kejam terhadap musuh mereka."


"Tidak apa-apa Paman Chu, aku bisa mengatasinya." Ming Yue meraih tangan pria tua itu dengan kedua tangannya dan menggenggamnya dengan lembut, "Kau telah melindungiku selama ini, Ijinkan aku untuk melindungimu sekarang." Ming Yue berkata dengan tulus.


 


"Ah anak ini.." Mata Paman Chu menjadi merah, air matanya seperti akan mengalir. Ini pasti balasan karma yang baik ketika dia membantu anak ini di masa lalu. Untungnya, Small Moon adalah anak yang membayar kebaikan dengan lebih banyak kebaikan.


"Terima kasih, Bulan Kecil." Paman Chu berkata, suaranya menjadi serak.


Ming Yue menggelengkan kepalanya, "Paman bisa berterima kasih padaku nanti ketika aku memecahkan masalahmu. Sekarang tolong beri tahu aku, bagaimana Harimau Merah bisa datang kesini?"


"Sebenarnya aku berhutang pada Harimau Merah karena mantan istriku. Kau tahu mantan istriku kabur dengan pria lain, kan?" Paman Chu bertanya dan Ming Yue mengangguk.


“Nah pada saat itu, wanita itu mengambil semua tabunganku dan tidak meninggalkan apa-apa selain akta restoran ini. Aku sangat kebingungan dan putus asa akhirnya aku memberanikan diri untuk meminjam uang menggunakan akta restoran ini. Aku berhasil membayar cicilan sejauh ini tetapi tiba-tiba, tingkat bunganya berubah menjadi dua kali lipat. Aku tidak dapat membayarnya lagi karena kau tau restoran adalah restoran kecil." Paman Chu berkata sambil menghela nafas berat.


"Itu konyol!" Seru Lin Shao, jelas marah atas perlakuan tidak adil itu.


"Begitulah cara kerja gangster, kurasa .." Lin Zhao menimpali.


Namun Ming Yue berpikir berbeda. Mungkin ada sesuatu yang salah di tengah semua ini dan dia bermaksud untuk mencari tahu. "Jangan khawatir Paman Chu, aku akan mengurusnya." Ming Yue berkata dengan senyum meyakinkan.

__ADS_1


"Tapi Bulan Kecil.. aku tidak ingin kau dalam bahaya karena aku.." kata Paman dengan cemberut, mencengkeram tangannya erat-erat. "Aku selalu menganggapmu sebagai putriku, jika terjadi sesuatu padamu.."


Ming Yue tetap tersenyum, "Jangan khawatir, aku tidak akan dalam bahaya."


"Benar! Nona tidak akan berada dalam bahaya karena aku yang perkasa ini akan berada di sisinya." Sebuah suara berbicara dan empat kepala mengalihkan pandangan mereka ke arah sumbernya. Keempat kepala memberikan ekspresi berbeda saat mereka melihat Bai Hu dalam wujud manusia, dengan tangan di pinggang dan masih mengenakan pakaian hanfu kuno!!


Lin Zhao menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan tawa yang mengancam akan meledak.


Lin Shao menutupi wajah dengan telapak tangan saat dia menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


Ming Yue memejamkan matanya dengan ekspresi yang mirip dengan Buddha, pasrah pada takdir yang tak terhindarkan.


Paman Chu menatap Bai Hu dengan mulut melengkung ke bawah, bibir terbuka dan alis terangkat.


 


Paman Chu akhirnya bereaksi. Dia menggerakkan kepalanya perlahan dan mengarahkannya ke Ming Yue yang wajahnya menunjukkan ekspresi pencerahan. Benar-benar seperti Buddha!! "Dia..." Paman Chu berhenti sejenak ketika dia mencoba mencari kata-kata yang tepat, "..Kenalan.. mu..?"


Ming Yue menghela nafas tidak puas, seolah kedamaian yang dia temukan telah terganggu. Dia mengangguk tanpa mengatakan apa-apa.


"..ah Begitu.." Paman Chu menjawab singkat tetapi tidak bisa menahan diri untuk mengutarakan pendapatnya akan Bai Hu, "..Sungguh kenalan 'unik' yang kau miliki."

__ADS_1


Ming Yue menundukkan kepalanya sambil menghela nafas sebelum membuka matanya dan menatap wajah bangga Bai Hu dengan mata tak berdaya. "Yah.. memang dia.. um.. Unik." Ming Yue setuju,


Unik?


Mungkin kata yang lebih tepat adalah 'Satu-satunya'..


“Um.. Paman Chu.. Orang yang berdiri dengan bangga seperti orang idiot di sana adalah Bai Hu. Uhh.. Pengikutku..” kata Ming Yue. Dia memilih kata pengikut karena Bai Hu akan memanggilnya menggunakan 'Tuan' atau 'Lady'. Jika dia mengatakan mereka berteman, maka Bai Hu akan menolak gagasan itu. Jadi 'Pengikut' adalah kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan mereka.


"Tuan! Bagaimana kau bisa berkata seperti itu tentang diriku yang hebat ini?!" Bai Hu berkata dengan cemberut, wajahnya berubah saat dia cemberut.


"Pengikut?" Alis Paman Chu sedikit berkerut, "Apakah kau bergabung dengan geng sekarang? apakah itu sebabnya kau berani menyinggung Harimau Merah? Bulan Kecil, kau gadis yang baik, mengapa kau harus bergabung dengan geng?"


Paman Chu melontarkan rentetan pertanyaan, dia seperti ayah penyayang yang merasa putrinya yang manis berjalan di jalan yang salah. Ini mungkin terlihat konyol bagi orang lain, tetapi bagi Ming Yue, itu malah membuat hatinya yang beku menghangat. Dia benar-benar merasa bersyukur pada langit. Di kehidupan sebelumnya, dia tidak memiliki siapa pun di sisinya tetapi sekarang, ada orang-orang yang merawatnya dengan tulus. Pertama Keluarga Wu, sekarang Paman Chu ditambahkan ke lingkaran itu. Ming Yue ingin melindungi mereka.


Ming Yue terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya, "Tidak. Aku tidak bergabung dengan geng manapun, Paman Chu. Paman tidak perlu khawatir, aku masih gadis baik lho." Ming Yue berkata dengan nada meyakinkan.


"Aku memanggilnya pengikutku karena dia bekerja di bawahku. Anggap saja dia semacam pelindungku." Mingyu menjelaskan.


"Begitu. Yah, selama kau tidak bergabung dengan geng maka Paman senang." Paman Chu berkata sambil menepuk kepala Ming Yue.


"Tapi.." tambah Paman Chu sambil melirik Bai Hu yang masih merajuk di sudut. Dia sedang duduk sambil meletakkan dagu di telapak tangannya sambil menghadap ke dinding.

__ADS_1


"Lebih baik memberi tahu pengikutmu untuk tidak terlalu menyukai seri Kung Fu."


Mendengar itu, Ming Yue, Lin Zhao dan Lin Shao akhirnya tertawa terbahak-bahak dan itu membuat Bai Hu semakin cemberut. Kemudian, Ming Yue harus berusaha keras untuk membujuk Bai Hu agar pergi bersamanya untuk membelikan beberapa pakaian modern.


__ADS_2