Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Tabu & Hukuman Setimpal (1)


__ADS_3

Hari berganti hari dan itu membawa masalah baru bagi Ming Yue. Ibu dari Xiao Yin, Li Hua datang ke sekolah dengan marah. Dia meminta Wakil Kepala Sekolah- tidak.. Kepala Sekolah Zhuge sekarang untuk memanggil Ming Yue untuk menemuinya. Jadi .. di sini dia berdiri di depan Li Hua, didalam kantor kepala sekolah.


"Jadi kamu yang bernama Ming Yue, anak terkutuk dikota D?" Li Hua bertanya, hidungnya terangkat sedikit saat dia menatap arogan gadis kecil di depannya.


Ming Yue sedikit mengernyit, bukan karena apa yang dikatakan oleh si wanita tetapi karena roh jahat yang melekat pada wanita di depannya ini. Roh jahat itu tampak seperti bunglon dan sebesar anjing berukuran sedang, matanya empat dan dari mulutnya keluar kabut hijau tua. Roh jahat itu dengan santai berkeliaran di bahu Li Hua.


'Wanita ini.. telah melakukan hal yang tabu..' renung Ming Yue dalam hati, tapi dia bertanya-tanya siapa yang menjadi korbannya.


Yang dimaksud Ming Yue tentang tabu adalah 'Ritual Pengorbanan'. Itu adalah salah satu tabu yang bisa dilakukan manusia dengan imbalan kekayaan atau ketenaran. Namun harganya sangat mahal, butuh pengorbanan langsung dari anggota keluarga. Bisa jadi putra, putri, ayah, ibu, atau saudara kandung.


'Lalu siapa yang menjadi korban?' Mingyue merenung.


"Hei! Aku sedang berbicara denganmu!" Suara Li Hua menyadarkan Ming Yue dari pikirannya yang dalam.


"Saya mendengar anda." Ming Yue menjawab saat dia menatap mata wanita itu, "Anda tidak perlu berteriak seperti itu."


"Kalau begitu katakan padaku, apakah kau yang menyakiti putriku?" Li Hua menginterogasi Ming Yue.


"Oh, Xiao Yin dan saya pernah bertaruh sebelumnya dan dia terluka karena harus membayar taruhan tersebut, itu saja." Ming Yue menjelaskan secara singkat.

__ADS_1


"Bahkan jika itu taruhan, kau tidak harus kejam!" Li Hua berargumen, "Aku ingin kau meminta maaf kepada putriku!"


"Saya menolak dan berbicara soal kata 'Kejam'.." Ming Yue mencibir pada Li Hua, "Apakah anda berhak mengatakan itu pada saya?"


Kepala Sekolah Zhuge yang tetap diam sepanjang waktu, menatap kedua belah pihak dengan tenang, bereaksi terhadap kata-kata Ming Yue.


"Apa yang kau bicarakan?" Li Hua bertanya, mengerutkan kening bingung.


"..Ritual Pengorbanan.." kata Ming Yue dan mendengar dua kata itu, wajah Li Hua menjadi pucat. Ekspresi wajahnya sangat mengerikan.


"K-Kau.. ..Bagaimana bisa.."


Mulut Li Hua membuka dan menutup tanpa ada kata yang keluar darinya. Melihat reaksi Li Hua, Ming Yue menyeringai jahat. Ekspresinya sekarang mirip dengan boss penjahat yang dijelaskan dalam buku novel.


"..Apakah anda ingin tahu apa yang saya lihat?" Dia bertanya, matanya berbinar karena kenakalan. "Haruskah saya mengatakannya di sini?"


"Saya melihat--"


"STOP!!" Li Hua langsung bereaksi dan ketika dia menyadari apa yang telah dia lakukan, Li Hua mengatupkan mulutnya dengan keras. Kepala Sekolah Zhuge memberinya tatapan curiga, suasana di kantor itu penuh dengan ketegangan. Ming Yue mendengus pelan, dia berbalik dan menuju ke pintu tetapi berhenti begitu dia memegang gagang pintu tersebut.

__ADS_1


"..Anda telah melakukan hal yang tabu.. Jika anda berpikir bahwa tidak ada karma, maka anda salah." Ming Yue berkata dan membuka pintu, "Saya akan memastikan anda mendapatkan hukuman yang setimpal. Roh jahat milik anda itu, yang akan memakan diri anda nanti." Dengan itu Ming Yue menghilang di balik pintu.


"Maaf, Nyonya Xiao, saya pikir lebih baik berbicara dengan keluarga Wu untuk masalah ini." Kepala Sekolah Zhuge memberikan solusi damai, namun .. dari tatapan Li Hua saat dia menatap pintu, sangat tidak mungkin dia akan setuju.


Li Hua gemetar di tempatnya tetapi matanya merah dan tangannya mengepal, kukunya menancap di telapak tangannya. Dia sepertinya salah perhitungan, Li Hua mengakui bahwa dia tidak berpikir Ming Yue benar-benar bisa melihat apa yang orang umum tidak bisa.


*'Anak Terkutuk.. Cocok untuk gadis s**alan itu..' Li Hua mengutuk dalam hati. Sekarang dia harus menghapus gadis ini dari muka bumi. Memutuskan untuk membunuh Ming Yue, Li Hua meninggalkan Kepala Sekolah Zhuge di kantornya tanpa sepatah kata pun. Sendirian di kantornya, Kepala Sekolah Zhuge menghela nafas berat, merasa bahwa sejak Ming Yue berubah kepribadian, semuanya menjadi kacau balau.


Tidak.. mungkin itu akan terjadi ketika seseorang yang selalu ditindas, melawan balik. Orang-orang di sekitarnya ingin menginjak-injak dirinya sehingga dia tidak bisa melawan lagi tetapi hasilnya berbeda. Ming Yue, gadis itu, dia terus melawan.


Mengingat apa yang dikatakan Ming Yue kepada Nyonya Xiao, mata Kepala Sekolah Zhuge sedikit menyipit. Ming Yue, sebelum pergi, berkata bahwa Nyonya Xiao telah melakukan hal yang tabu dan sebelumnya dia mengatakan tentang Ritual Pengorbanan.. dan Nyonya Xiao menjadi pucat begitu dia mendengar dua kata itu.


'Jangan-jangan..' Kepala Sekolah Zhuge merenung dan ******* berat keluar dari mulutnya sekali lagi.


"Mengapa aku merasa kota ini penuh dengan orang-orang berbahaya?" Kepala Sekolah Zhuge bergumam pelan.


Sebenarnya, perasaan Kepala Sekolah Zhuge sedikit melenceng. Tidak hanya di Kota D, banyak klan kultivator tersebar di seluruh negeri. Meskipun mereka biasanya tinggal di 'Alam Tersembunyi', sebuah alam di mana sebagian besar Kultivator tinggal tetapi beberapa klan memiliki cabang di luar di alam manusia.


Tidak hanya Kultivator, penduduk Alam Iblis juga melakukan hal yang sama. Beberapa dari mereka seperti Klan Penyihir, Klan Rubah, Klan Vampir, dan Klan Serigala juga memiliki cabang di dunia manusia. Namun dalam kasus Klan Vampir, mereka harus menggunakan 'Dupa Kehidupan' untuk menutupi yin di tubuh mereka.

__ADS_1


Adapun alam Dewa, para dewa dan dewi jarang turun karena mereka tidak benar-benar tertarik pada dunia Manusia dan mereka hanya turun ketika Kultivator tidak dapat menangani hal-hal tertentu seperti wabah Iblis atau kutukan berbahaya yang telah memakan banyak korban manusia.


__ADS_2