![Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]](https://asset.asean.biz.id/rebirth---a-woman-with-frozen-heart--indonesia-.webp)
"Kudengar ibunya Xiao Yin mencarimu."
Mo Liu berdiri di depan Ming Yue, tangannya berada di dinding, mengurung gadis kecil itu saat mereka berdiri di halaman belakang gedung sekolah.
Sekarang bagaimana situasi bisa menjadi seperti ini?
Tentu saja karena Ming Yue diseret oleh Mo Liu ketika dia sedang dalam perjalanan ke tempat latihan dimana ketiga temannya sedang menunggu. Ming Yue diizinkan oleh Kepala Sekolah Zhuge untuk menggunakan lapangan latihan selama dua jam hanya setelah sekolah berakhir. Di sana dia bisa melatih Ming Ran, Yu Wang dan Mu Chen.
Namun dalam perjalanannya, Mo Liu meraih tangan Ming Yue dan menyeretnya ke belakang gedung sekolah di mana siswa jarang lewati untuk menanyakan pertanyaan itu padanya. Ming Yue yang berdiri sambil dikurung oleh Mo Liu, tersenyum nakal.
"Apakah kau khawatir aku mendapat masalah, Kakak Mo?" Dia bertanya, ada keisengan di matanya.
"Jawab saja aku, bulan kecil." Mo Liu tidak bisa menahan diri untuk tidak menggelengkan kepalanya karena kenakalan gadis ini.
Ming Yue sedikit melengkungkan bibirnya dan mengeluarkan suara 'tsk' sebelum menjawab, "Ya, tapi aku sudah mengatasinya untuk saat ini."
"Untuk saat ini?" Mo Liu mengerutkan kening, "Apakah terjadi sesuatu? Jika dia mengganggumu, aku akan menghadapinya."
Mendengar kata-katanya, Ming Yue terkekeh pelan, "Oh? dan bagaimana kau akan menghadapinya~?" Dia memiringkan kepalanya sedikit, bertingkah imut.
Tergelitik oleh permainan kata dan sikap imut Ming Yue, Mo Liu mencondongkan wajahnya lebih dekat, napasnya berada di dekat wajah Ming Yue saat dia mendekati telinganya, "Jika aku mengatakan 'Bagaimanapun yang kau mau', apakah kau percaya padaku, bulan kecil?" Dia berbisik dengan nada main-main ke telinga Ming Yue.
Bisikan Mo Liu dan napasnya membuat telinga Ming Yue tergelitik, Ming Yue hendak menjawab tetapi sebuah tenaga yang kuat menarik lengan Mo Liu menjauh dari dinding, membuat jarak di antara mereka berdua. Orang yang melakukan itu tentu saja Long Zhi Qiang.
"Kau .. apa yang kau lakukan di sini?" Ming Yue bertanya, tampak tercengang.
"Aku datang untuk menjemputmu, Aku bertemu dengan teman-temanmu dan mereka memberi tahu bahwa mereka mulai berlatih hari ini dan berencana untuk bertemu denganmu di lapangan latihan, tetapi ketika mereka tiba, Kau tidak ada dan aku menyuruh mereka menunggu sementara aku mencari keberadaanmu dan aku menemukanmu di sini." Zhi Qiang menjelaskannya secara singkat, seperti personil tentara pada umumnya. Tangannya masih berada di pergelangan tangan Mo Liu, menggenggamnya erat-erat dengan kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya.
Sebenarnya, saat Zhi Qiang melihat Mo Liu mengurung Ming Yue di dinding, hatinya terbakar oleh api kecemburuan. Pikirannya menjadi kosong dan sebelum dia menyadarinya, Zhi Qiang sudah menarik pria itu menjauh dari Ming Yue.. Apalagi yang membuat suasana hati Zhi Qiang lebih buruk adalah sikap Ming Yue yang tampaknya tidak membenci pria ini! Zhi Qiang melihat bagaimana mereka saling menggoda dan hatinya tidak rela!
"Lepaskan aku." Mo Liu berkata dengan dingin tapi Zhi Qiang tidak bergeming sedikitpun. Kedua pria itu saling menatap, percikan panas terlihat di antara mereka dan Ming Yue memutuskan untuk ikut campur.
"Zhi Qiang, lepaskan dia." Hanya ketika Ming Yue menyuruhnya untuk melepaskan Mo Liu, Zhi Qiang akhirnya melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Mo Liu. Namun matanya tidak pernah lepas dari mata Mo Liu.
Ming Yue entah bagaimana merasa bersalah saat dia ketahuan menggoda Mo Liu tapi segera dia merasa kesal karena merasa seperti itu. Ming Yue hanya menggoda dan dia lajang, dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan. Jadi mengapa dia harus merasa bersalah karenanya?
Mendorong rasa bersalah yang entah kenapa muncul dalam hati, Ming Yue berjalan mendekati Mo Liu dan menyentuh tangannya. Dia memperhatikan pergelangan tangannya, "Apakah kau baik-baik saja, Kakak Mo?" Dia bertanya dengan prihatin.
__ADS_1
'Kakak Mo?' Mata Zhi Qiang menyipit saat dia melihat Ming Yue memperhatikan pergelangan tangan Mo Liu.
'Jangan sentuh dia..'
'Jangan perhatikan dia..'
'Jangan pedulikan dia..'
'Kau milikku..'
'Selamanya milikku..'
Pikiran-pikiran ini bergema di benaknya, itu adalah suaranya tetapi pada saat yang sama, bukan. Zhi Qiang harus mempertahankan wajah tanpa expresi miliknya, menatap mereka berdua dengan ekspresi tenang meskipun emosinya sedang kacau di dalam.
Mo Liu memberi Ming Yue senyum lembut, "Mm, aku baik-baik saja."
"Jangan lupa diolesi salep supaya tidak memar." Ming Yue memperingatkan laki-laki yang lebih tua itu, wajahnya masih terlihat sangat khawatir.
Mo Liu terkekeh dan mencubit pipi Ming Yue dengan tangannya yang bebas, "Aku tidak selembut itu. Ini piala perang." Dia berkata, kata-kata itu memiliki arti yang berbeda tetapi Ming Yue tidak menyadarinya.
'Dia bukan milikku saat ini..'
'Aku tidak berhak menghalangi kebahagiaannya..'
Zhi Qiang terus mengatakan itu pada dirinya sendiri untuk menjaga kewarasan dalam pikirannya. Namun dia segera teringat saat Ming Yue mencoba untuk mendukung cintanya pada Ying Yue.
\==========================================================
(A/N : BGM 'Want to meet someone' dari Terese tseng)
Di dalam kafe di Q City..
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Zhi Qiang bertanya pada Ming Yue yang datang ke kafe sambil terengah-engah. Nada suaranya keras dan dingin tapi Ming Yue tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap nada suaranya. Dia memberinya buket Lily dan mengambil buket mawarnya.
"Aku baru tahu kalau Ying Yue... lebih menyukai bunga lili daripada mawar, jadi.." Ming Yue berbicara sambil mencoba menenangkan napasnya, "Aku mengubahnya untukmu.." dia akhirnya berkata dengan senyum hangat.
"Jika kau berpikir bahwa dengan melakukan ini akan membuatku menyukaimu, maka itu merupakan delusi. Aku tidak akan menyukaimu, selamanya!" Zhi Qiang berkata, nadanya bahkan lebih dingin dari sebelumnya.
__ADS_1
Bibir Ming Yue bergetar saat dia berusaha keras untuk menjaga senyum hangat dan air matanya agar tidak jatuh. Saat dia ingin menjawab pria itu, suara manis dan lembut bisa terdengar, bersamaan dengan penampilan wanita cantik dan lembut yang wajahnya mirip dengan Ming Yue.
"Apakah kau menunggu lama?" Ying Yue tersenyum lembut dan manis pada Zhi Qiang sebelum mengalihkan senyumnya ke Ming Yue, "Kakak, kau juga di sini. Ayo, duduk."
Ming Yue menggelengkan kepalanya dan hendak menjawab ketika suara dingin Zhi Qiang memotongnya.
"Tidak." Zhi Qiang berkata dan mengalihkan tatapan dinginnya ke Ming Yue, "Kenapa kau masih di sini? Enyahlah!"
"Benar, tentu saja." Ming Yue berkata dengan tergesa-gesa dan memasang wajah berani untuk memberikan senyum hangatnya, "Aku pergi sekarang." lalu dia pergi dengan tergesa-gesa.
Namun apa yang Ming Yue tidak ketahui, Zhi Qiang memperhatikan air mata yang jatuh saat dia pergi dengan langkah cepat dan Zhi Qiang merasa sangat tidak nyaman mengetahui bahwa Ming Yue sedang menangis.
\============================================================
Sejak pertama kali, Zhi Qiang merasa tidak nyaman saat melihat Ming Yue. Pada saat itu, dia tidak menyadari bahwa dia jatuh cinta pada wanita itu ketika Zhi Qiang menyelamatkannya hari itu. Zhi Qiang terus mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ketidaknyamanan yang dia rasakan adalah karena dia tidak menyukai Ming Yue jadi Zhi Qiang mengatakan hal-hal kasar dan kejam padanya.
'Apakah ini yang kamu rasakan saat itu, Yue'er?'
'Mendukungku dari sampingan, melihatku bersama wanita lain..'
'Kamu tetap memasang wajah berani meskipun aku sangat kejam padamu saat itu..'
'Aku tidak tahu ini menyakitkan..'
'Sungguh menyakitkan sampai aku tidak tahu bagaimana kamu bisa menahan sakit hati ini..'
"Zhi Qiang?" Suara Ming Yue menyentak Long Zhi Qiang dari pemikiran pahitnya sendiri. Dia menemukan bahwa Ming Yue ada di depan dirinya, memberikan tatapan bingung.
"Ah, aku hanya .. memikirkan sesuatu .." Zhi Qiang memberikan alasan terbaik yang bisa dia dapatkan.
Ming Yue mendengus dan berjalan pergi, "Kau pasti lapar, ayo! Kita akan berlatih dulu baru kita bisa makan." Dia berkata, nadanya acuh tak acuh.
"Ya, Ladyku." Zhi Qiang menjawab dan mengikuti Ming Yue tanpa melirik Mo Liu. Mata Zhi Qiang menatap punggung gadis kecil di depannya. Menyaksikan bagaimana rambut hitamnya yang panjang dan halus menari bersama setiap langkah yang diambilnya.
'..Ming Yue..'
'..Di masa lalu.. bahkan di waktu hidup ini..'
__ADS_1
'..Kau wanita yang kuat..'
Dan untuk dapat memenangkan hati wanita kuat yang telah membeku ini, pertama-tama Zhi Qiang harus menerima pembalasan yang dia sebabkan di kehidupan sebelumnya..