Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]

Rebirth : A Woman With Frozen Heart [Indonesia]
Roh Jahat di Keluarga Wu (1)


__ADS_3

Di dalam mobil yang bergerak di sepanjang jalan, pria tua itu memperkenalkan dirinya. "Namaku Wu Zhi Tian, kau bisa memanggilku Kakek Wu. Siapa namamu gadis muda?"


"Namaku Ming Yue dan ini kucingku, Bai Hu." Ming Yue menjawab dan menunjukkan Bai Hu yang diam sepanjang waktu sejak Kakek Wu memanggilnya.


Tentu saja melihat Bai Hu seperti itu, Ming Yue bingung.


'Bai Hu.. apa kau tidak enak badan? Kau diam sejak Kakek Wu datang' Ming Yue bertanya pada Bai Hu dalam pikirannya.


'...Orang tua ini berbau ketidakmurnian..' kata Bai Hu.


'..Ketidakmurnian? Maksudmu Kakek Wu kerasukan roh jahat?' Ming Yue semakin mengernyit.


'..Tidak, tapi mungkin di rumahnya ada. Kesehatan orang tua ini memburuk meskipun dia terlihat baik-baik saja dari luar.' Bai Hu berkata, melirik Kakek Wu.


"Ming Yue.. artinya 'Bulan yang Terang'. Nama itu sangat cocok untukmu." Kakek Wu berkata dengan senyum hangat, memotong pembicaraan antara Bai Hu dan Ming Yue.


Ming Yue yang perhatiannya teralih dari Bai Hu, menunjukkan senyum lembut rasa terima kasih, "Terima kasih, Kakek Wu."


Namun wajahnya segera menjadi khawatir, "Tapi apakah tidak apa-apa bagi saya untuk menginap di rumah Anda, Kakek Wu. Saya khawatir keluarga Anda akan keberatan."


Kakek Wu mendengus, "Jika mereka berani maka aku akan menghukum mereka."


Ming Yue tidak mengatakan apa-apa, hanya tersenyum sopan. Dia tidak percaya bahwa pria tua ini akan benar-benar menghukum keluarganya sendiri untuk orang asing seperti dia. Bagaimanapun, darah lebih kental daripada air.


Ming Yue mendengus dengan penuh ironi saat dia mengejek dirinya sendiri karena berpikir darah lebih kental daripada air. Beberapa darah bisa dibuang seolah-olah itu tidak ada sejak awal. Benar.. seperti yang dilakukan ibu Ming Yue pada Ming Yue...


Mereka tiba di mansion tempat keluarga Wu tinggal. Hanya ketika dia menatap mansion, Ming Yue menyadari bahwa Kakek Wu berasal dari keluarga Wu yang terkenal itu. Keluarga nomor satu di D City. Menyadari fakta itu, Ming Yue mulai merasa sedikit gugup. Meskipun jiwanya adalah jiwa wanita berusia 25 tahun, setidaknya dia masih merasa sedikit gugup berurusan dengan orang kaya.


"Ayo, izinkan Kakek memperkenalkanmu kepada anggota keluarga kakek." kata Kakek Wu saat dia memasuki mansion dengan Ming Yue mengikuti sedikit di belakang dengan gugup.


"Ayah mertua, kau telah datang." Sebuah suara lembut terdengar diikuti oleh seorang wanita yang tampak seperti berusia tiga puluhan datang untuk menyambut pria tua itu.

__ADS_1


"Hmm. Di mana semua orang?" Kakek Wu bertanya pada wanita itu.


"Mereka semua ada di ruang tamu." Wanita itu menjawab dan memperhatikan Ming Yue yang sedang menggendong Bai Hu di tangannya. "Ayah mertua, ini .."


"Ini Yue kecil (Little Yue), dia akan menjadi tamu di rumah kita untuk sementara waktu." Kakek Wu berkata dan memperkenalkan wanita itu kepada Ming Yue. "Yue kecil, ini menantuku, Yu Fan Mei."


(A/N: Little Yue adalah bentuk panggilan akrab.)


"Selamat Malam, Nyonya Wu. Nama saya Ming Yue, saya minta maaf telah mengganggu anda dengan kunjungan saya." Ming Yue memperkenalkan dirinya dengan sopan.


Fan Mei menatap Ming Yue dan kucing di lengannya sebelum tersenyum lembut, "Tidak perlu terlalu formal. Kau bisa memanggilku Bibi Mei. Ayo, mari kita perkenalkan dirimu kepada semua orang."


Ming Yue dibawa ke ruang tamu. Di dalam, dia melihat ada dua laki-laki dan satu perempuan. Ketika mereka melihat Ming Yue dan kucing yang berada dalam pelukannya, mereka terkejut akan datangnya tamu tak terduga. Namun, itu sama untuk Ming Yue tetapi untuk alasan yang berbeda.


"Ayah, gadis ini.." Seorang pria yang tampak seperti berusia empat puluhan berbicara saat dia berdiri dari kursi yang dia duduki. Wajahnya keras dan terlihat sangat tegas. Laki-laki dan perempuan muda lainnya juga berdiri bersamanya.


"Ini Yue Kecil, dia akan menjadi tamu di rumah ini untuk sementara waktu." Kata Kakek Wu. "Yue kecil, pria ini adalah putraku. Dua orang di dekatnya adalah cucuku."


"Selamat Malam, Tuan Wu. Saya minta maaf telah mengganggu Anda dengan kunjungan saya yang tiba-tiba dan terima kasih atas kebaikan Anda." Ming Yue berkata dengan sopan tapi masih menatap wajah Wu Shi Jian dengan kerutan di wajahnya.


Melihat Ming Yue seperti itu, Kakek Wu berkerut. "Yue kecil, kenapa kamu--"


"Ah! Aku ingat sekarang!" Wu Lin Shao tiba-tiba memotong, "Kau adalah anak terkutuk dari Keluarga Qing, bukan?" Dia bertanya dengan nada santai, tidak memiliki niat buruk dalam kata-katanya.


Fan Mei menatap putranya, "Anak terkutuk? Apa maksudmu dengan itu, Shao er?"


"Yah itu rumor terkenal di kota D. Bu, kau harus lebih update dengan apa yang terjadi di kota ini, lho." kata Lin Shao.


"Jelaskan apa yang kau maksud dengan 'Anak Terkutuk'." Kakek Wu mendesak Lin Shao untuk melanjutkan,


"Yah, dia ditinggalkan oleh ibunya sendiri. Rumor mengatakan bahwa itu karena dia bisa melihat hantu." Lin Shao menjelaskan dan menatap Ming Yue dengan penuh semangat, "Bisakah kau benar-benar melihat hantu?"

__ADS_1


"Saya bisa." Ming Yue menjawab dengan tenang.


"Wow! Itu sangat keren!" seru Lin Shao, menatap Ming Yue dengan rasa hormat.


"Apakah kau tidak merasa takut?" Lin Zhao bertanya, "Maksudku.. bagaimanapun juga itu adalah hantu." Dia berkata dengan senyum gugup.


Ming Yue tersenyum lembut, "Awalnya ya.. tapi saya harus membiasakannya suka atau tidak suka. Bagaimanapun, bakat itu diberikan kepada saya sejak lahir." Ming Yue berkata dan segera senyumnya menghilang karena tiba-tiba semua benda di ruang tamu mulai bergetar keras seolah-olah ada gempa bumi.


"A-Apa yang terjadi?!" Lin Shao bertanya sambil menarik adiknya ke pelukan.


"Sayang!" Fan Mei bergegas menuju Shi Jian tetapi Ming Yue meraih lengannya dan menariknya menjauh dari Wu Shi Jian.


"Jangan dekati dia!" Ming Yue berkata dengan suara keras. "Tuan Wu dikutuk dengan roh jahat."


"Apa?!" Kakek Wu terkejut, dia tidak bisa mempercayai telinganya. "Apa maksudmu dikutuk?! roh jahat apa?!"


Wu Shi Jian menatap Ming Yue dengan tak percaya. Dia dikutuk? Itu tidak mungkin..


"Saya tidak punya waktu untuk menjelaskan. Kakek Wu, Bibi Mei pergi ke Lin Shao dan Lin Zhao dan tinggal di sana. Sampai saya mengatakan tidak apa-apa, jangan menjauh dari tempat itu." Ming Yue berkata dengan nada perintah, tidak peduli apakah nada tersebut sopan atau tidak.


"Tuan Wu, tetaplah di tempatmu. Sekarang setelah roh jahat itu menyadari bahwa aku ada di sini, ia akan menunjukkan dirinya."


Saat Kakek Wu dan Fan Mei bergerak sesuai dengan apa yang dikatakan Ming Yue, mereka terkesiap pelan saat Ming Yue mengatakan roh jahat itu akan menunjukkan dirinya.


"Ingat, Tidak peduli apa yang kalian lihat atau dengar.. kalian TIDAK BOLEH memberitahu orang lain.."


- - -


A/N : Aku menggunakan nama Ming Yue sebagai MC karena artinya 'Bulan Terang' dan Ying Yue untuk saudara kembar karena artinya 'Refleksi Bulan'


ada alasan untuk itu dan itu akan terungkap nanti XDD

__ADS_1


sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya!


__ADS_2