
Didalam goa.! Yang feng terlihat sedang bermalas malasan. Yang feng sangat kekenyangan sesudah menghabiskan bakaran daging, sisa terakhir dari potongan serigala yang disimpan didalam cincin ruang nya.
Daging serigala itu juga bisa bertahan sampai segitu lama nya, karena didalam cincin ruang Yang feng masih ada ginseng salju sebagai pendingin nya.
Sebelum nya, selama tujuh hari lebih Yang feng bepergian ke beberapa desa dan kota untuk mencari tau siapa yang telah menghancurkan dan membunuh semua anggota Klan Yang.
Sudah terasa lelah namun tidak juga mendapatkan petunjuk, Yang feng akhir nya kembali ke hutan misteri. Sekarang Yang feng menganggap hutan misteri adalah tempat nya untuk pulang.
Yang feng tiduran diatas batu besar yang ada di goa. sudah tiga hari Yang feng berada didalam goa. Serasa Yang feng sangat menikmati hidup.
"hey bocah, kenapa kau hanya bermalas malasan disini..?" tegur dari cahaya kebiruan itu berseru, ketika sesaat jiwa Yang feng ditarik ke alam kesadaran nya..
"apa yang salah denganku.!? Apakah aku salah jika sebentar saja bersantai untuk menikmati hidup ini..?" kata Yang feng protes..
" adakah waktu buatmu untuk bermalas malasan.!? bagaimana bisa kau berpikir kalau kau di reinkarnasi ke semesta fana ini hanya untuk bersantai santai.!? Lalu apakah kau pikir kau bertemu dengan ku itu, hanya terjadi secara kebetulan.!?" suara dari cahaya itu dengan rentetan pertanyaan..
"jadi apa yang harus aku lakukan.!? Aku sudah tidak mempunyai keluarga lagi. klan kami telah hancur. dan paman jian yang aku anggap sebagai keluargaku satu satu nya yang tersisa, aku tidak mengetahui keberadaan nya apakah dia sudah mati atau belum.." kata Yang feng masih dengan nada protes..
__ADS_1
"mengapa engkau sangat bodoh.!? Kau bertemu dengan ku, itu sudah menjadi takdir. Lalu apakah pengetahuan yang kau dapatkan dariku hanya untuk mengikuti pikiran mu yang kerdil itu..!? tugasmu sebagai reinkarnasi dewa cukup lah berat, dan kau harus melakukan itu.." kata suara cahaya itu lagi..
" terus aku harus bagaimana..?" tanya Yang feng merasa kesal..
" bukankah di kehidupan mu sebelum nya saat kau sebagai dewa yang berada di semesta awan, kau selalu memerangi iblis.!? dan kau sendiri pun mati oleh iblis.." kata suara dari cahaya itu lagi selalu tanda tanya..
" kau sangat berbelit belit.! Katakan saja apa yang harus aku lakukan. Bukankah iblis tidak ada di semesta fana ini..?" kata Yang feng merasa jengkel..
'celetakk..
" kaulah yang sangat bodoh.!! memang benar kau tidak dapat menemukan iblis di semesta fana ini. tetapi mahluk jahat yang pikiran nya telah di pengaruhi oleh jiwa iblis, justru jauh lebih banyak dari pada iblis itu sendiri.." nada suara dari cahaya itu, seperti merasa kesal dengan tingkah Yang feng
" dan kau harus tau, iblis tidak akan di reinkarnasi. tetapi satu kekuatan iblis yang telah mati, akan dapat memecahkan jiwa nya menjadi ratusan pecahan jiwa. dan pecahan pecahan jiwa itu akan mencari kehidupan untuk tempat dia menempel, seperti benalu yang ada pada sebatang pohon. perlahan jiwa itu akan mulai menyala dan semakin terang. yang akhir nya dia dapat mengendalikan pikiran mahluk hidup itu sepenuh nya.." lanjut suara itu menjelaskan dengan panjang lebar..
"lagi lagi selalu berbelit.." gerutu Yang feng..
'celetakk..
__ADS_1
kembali kepala Yang feng kena geplak. Yang feng meringis, kepingin rasa nya Yang feng mengumpat tapi tidak berani.
" aduh.. mengapa kau meng geplak kepala ku..?" protes Yang feng menahan sakit sambil memegang kepala nya..
" agar otakmu tidak bebal, dan tidak hanya menggerutu bisa mu. Sekarang tugas mu adalah mencari tahu misteri di semesta fana ini. bukan kah suatu saat kau harus kembali ke asal mu di semesta awan.!? Sekarang pergilah selesaikan tugasmu jangan hanya bermalas malasan lagi. Jangan buat aku marah dan melemparkan jiwa mu kembali ke penjara akhirat dan jiwa mu akan perlahan redup dan mati disana.." kata suara itu, lalu cahaya itu perlahan menghilang..
Bersamaan dengan hilang nya cahaya itu, yang feng pun tersadar. Jiwa nya kembali ke alam normal nya.
beberapa kali Yang feng mengedipkan mata nya, tubuh dan baju nya pun sudah basah dibanjiri keringat..
Segera Yang feng bangkit dan keluar dari dalam goa, dia ngeri akan ancaman dari cahaya itu.
" huh memang nya siapa dia mengatur ngatur..!" gerutu Yang feng..
"baru saja bersantai sebentar sudah digangguin..apa aku salah untuk sekedar menikmati hidup ini.." gerutu Yang feng berlanjut..
Segera Yang feng melesat keluar dari tengah hutan misteri dengan perasaan kesal dan menggerutu disepanjang jalan..
__ADS_1