REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
menjemput Li mei


__ADS_3

diperjalanan..


Yang feng melepaskan tangan nya dari pinggang Li mei saat mereka sudah sedikit lebih jauh dari tempat walikota berada.


"kakek..paman.. Kalian tidak apa apa..?" tanya Yang feng..


"kami baik baik saja.." jawab si paman..


"untung lah kau segera membawa mei'er, kalau tidak orang orang pendekar tingkat tinggi suruhan walikota pasti akan segera bermunculan.." sikakek menimpali dengan napas tersengal sengal..


"mei'er, apa kamu baik baik saja..?" tanya paman nya..


"aku baik baik saja paman.." jawab Li Mei..


"lalu bagaimana selanjut nya, apa yang akan kita lakukan..?" Yang feng bertanya..


"entahlah, biarkan kita sampai di rumah dulu untuk memikirkan rencana selanjut nya.." paman nya menjawab Yang feng..


"kita harus cepat, sebelum mereka dapat menyusul kita.." kata Si kakek..


"bagaimana dengan nona Li mei.!? dia tidak bisa cepat berlari.." kata Yang feng..


Mereka memandang Li mei sesaat dan berpikir.


"feng'er kau bawalah mei'er lebih dulu, biarkan aku dan paman Zhang yong yang akan menghadang mereka jika mereka datang mengejar.." kata Si kakek..


"itu bener feng'er.! bawalah mei'er kerumah paman. mintalah pada bibi nya untuk membawa Li mei pergi. Bibi nya sudah tau nanti akan membawa Li mei kemana.." kata paman nya menimpali..


"tidak paman.! Akan lebih baik paman Zhang Yong yang membawa nona Li mei lebih dulu, biarkan aku bersama kakek menghadang mereka nanti.." kata Yang feng..


"cepatlah kalian pergi jangan terlalu banyak untuk berpikir.." si kakek mendesak untuk segera pergi..


"baiklah jika begitu, kalian berhati hatilah. Ayah kami pergi dulu.." kata paman nya..


Li mei menatap Yang feng sebentar, kemudian berpamitan pada kakek nya lalu pergi bersama paman nya.


Tidak lama kemudian, tiga orang pria pendekar suruhan walikota pun datang.


Mereka semua berada ditahap pendekar raja. Satu pendekar raja tingkat dua, dan dua pendekar raja tingkat tiga dan akhir.


"hahaha.. Katakan dimana gadis itu..?" kata salah seorang dari pendekar suruhan walikota..

__ADS_1


"bukankah kalian bertiga.!? lalu dimana yang satu lagi dan gadis itu.." kata suruhan yang satu nya lagi..


"kalian sengaja tinggal berdua untuk menghalangi kami dan membiarkan yang satu nya pergi membawa gadis itu..?" kata suruhan yang berada pada tahap pendekar raja tingkat akhir menimpali..


"apakah kalian berdua merasa yakin untuk menghadapi kami bertiga.." pendekar raja tingkat akhir melanjutkan kata kata nya dengan percaya diri..


"haha..hahaha..hahahaaaa..." disambut gelak tawa yang dua lagi...


"cukup..!!" Yang feng membentak orang orang suruhan walikota tersebut..


Mereka bertiga suruhan walikota, mendadak menghentikan tawa nya dan melihat kearah Yang feng.


"Kami merasa yakin atau tidak yakin itu bukan urusan kalian.!! Satu hal yang pasti, kalian para anjing anjing walikota terkutuk itu harus meninggalkan jasad kalian bertiga disini.." kata Yang feng dengan enteng nya, sambil menunjuk dan menatap jijik pada mereka bertiga..


"tutup mulut mu bocah.."..


"sombong sekali kau bocah.." kata para pesuruh itu bergantian dan menatap remeh kepada Yang feng..


Si kakek hanya diam mendengarkan perbincangan mereka dengan posisi bersiaga jika mendapat kan serangan tiba tiba.


"hah..tidak perlu banyak bicara lagi. Sekarang apa mau kalian.!? Meninggalkan jasad kalian disini, atau pergi kembali dengan hidup hidup selagi aku memberikan kesempatan..?" Kata Yang feng tegas dengan suara penuh penekanan..


Si kakek melirik kearah Yang feng sebentar dan menggelengkan kepala pelan, lalu menatap arah lawan nya kembali..


mereka bertiga saling pandang, sejenak kemudian menatap kearah Yang feng bersamaan.


"aduh takut.!! Haha..haha..hahahaha.." kata mereka meledek Yang feng lalu kembali tertawa terbahak bahak..


"hoh.. Baiklah, kesempatan ditutup. Sekarang majulah kalian.." kata Yang feng memasang kuda kuda dan siap melakukan pertarungan..


Melihat gelagat Yang feng, orang suruhan walikota pun bersiap untuk melakukan serangan.


"serang mereka.." kata pendekar raja tingkat akhir yang berada paling depan memerintah mereka berdua..


'kurang ajar. enak saja dia hanya bisa memerintah..' bathin pendekar raja yang ditingkat tiga, lalu mereka mulai menyerang.


'bamm..


Pada serangan pertama, Yang feng langsung adu pukulan tangan kosong dengan pendekar raja yang ada di tingkat dua.


Pendekar raja itupun terdorong tiga langkah kebelakang dan, merasakan tangan nya kebas setelah adu fisik dengan Yang feng.

__ADS_1


'kuat sekali tenaga fisik bocah ini..' bathin pria tersebut sambil menatap waspada pada Yang feng.


Yang feng yang sudah memiliki tulang kaisar tingkat sempurna, segera melompat mengulangi serangan nya tanpa jeda bermaksud untuk melakukan pertarungan dengan mengadu kekuatan fisik.


'bamm..


adu pukulan diantara mereka berdua terulang. dimana saat pendekar raja tersebut tidak sempat untuk menghindar, terpaksa dirinya menangkis dengan melakukan adu pukulan untuk menghalau serangan Yang feng.


Pendekar raja tersebut kini terdorong lebih jauh, lima langkah kebelakang dengan tangan semakin kebas serta menahan rasa nyeri didada nya.


'kurang ajar, kenapa sangat begitu keras tangan bocah ini.?' lawan Yang feng membatin lagi.


Sadar melihat gelagat Yang feng ingin kembali melakukan serangan fisik yang ketiga kali nya, dengan cepat pendekar raja tersebut mengalirkan qi dan mengumpulkan energi nya di kepalan tangan.


'boomm..


Kini Yang feng yang terpental kebelakang sejauh sepuluh langkah, dan bersimpuh mengeluarkan seteguk darah segar dari mulut nya.


Yang feng berdiri sambil mengusap darah di bibir nya.


"hei bocah.! Aku akui fisik mu memang cukup kuat, tapi itu saja tidak akan cukup.." kata lawan Yang feng sambil menahan nyeri didada nya..


Segera pendekar raja tersebut melompat dengan cepat untuk melakukan serangan susulan. Yang feng pun dengan sigap untuk menghindar, menghalau serangan lawan nya dan melanjutkan pertarungan.


Sementara itu, si kakek berhasil memberikan pukulan pada dada lawan nya dengan menggunakan Qi.


'bukk..


Lawan nya terpental hingga sepuluh langkah kebelakang dan mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.


'kurang ajar, si bangsat itu hanya diam saja..' bathin pria pendekar raja tingkat tiga tersebut, kemudian berteriak.


"woy kampret.. Cepat bantu aku, jangan cuma diam saja membatu seperti itu.." teriak pria itu merasa jengkel pada teman nya.


"hah.. Hanya melawan orang tua saja kau tak mampu.." ucap pendekar raja tingkat akhir meledek..


"jangan cuma banyak bacot cepat bantu aku.." katanya lagi, sambil terus menghindari serangan yang dilakukan si kakek..


Pendekar raja tingkat tiga itu kini sudah dalam keadaan terdesak oleh serangan si kakek, tapi teman nya hanya diam saja menonton.


'bukk..

__ADS_1


Suara yang renyah terdengar lagi dari kaki sikakek memberi tanda pengenal diperut lawan nya.


Lawan nya kembali terpental jauh dan kembali mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya...


__ADS_2