REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
terapi jiwa


__ADS_3

Setelah murid dari akademi menyerah dan Yang lie dinyatakan menang, berlanjut dengan para peserta berikut nya untuk maju melakukan pertarungan.


Peserta yang tersisa hanya dua orang, nomor mereka pun dipanggil untuk naik keatas arena.


"peserta kita tinggal dua orang yang tersisa untuk melakukan pertarungan dibabak pertama ini. nomor dua puluh tujuh dan delapan puluh tiga.." terdengar panitia menyebutkan nomor peserta terakhir..


Dengan nomor delapan puluh tiga yang ada pada Yang feng, Yang feng pun maju sebagai peserta terakhir. begitu juga yang sebagai lawan nya, ikut maju ke depan.


Satu persatu mereka memperkenal kan diri. sesudah lawan nya selesai memperkenalkan diri, giliran Yang feng untuk memperkenalkan diri nya.


Sekilas Yang feng menatap kearah Yang jian dan Yang lie sambil tersenyum, seakan menyapa mereka berdua.


"perkenalkan nama murid ini adalah Yang feng, kami berasal dari menara perdagangan.." Yang feng memperkenalkan dirinya secara singkat sambil menangkupkan tangan nya..


Ditempat duduk nya, manager jigo tampak bersemangat melihat Yang feng yang akan tampil diatas arena untuk melakukan pertarungan.


Sementara ditempat duduk yang lain, Yang jian dan Yang lie terkejut melihat dan mengetahui siapa yang ada diatas arena.


Yang jian dan Yang lie hampir tidak percaya dengan orang yang mereka lihat. dalam sisi lain nya, mereka berdua juga sangat senang dengan apa yang telah mereka lihat dan ketahui.


"apa kalian sudah siap.." tanya wasit..


"saya sudah siap.." jawab Yang feng dengan tenang..


"hey.! keluarkan senjata mu. apakah kau terlalu menganggap remeh diriku..?" tegur lawan Yang feng, merasa heran melihat Yang feng tidak memegang senjata..


"peserta Yang feng, keluarkan lah senjata mu.! Apakah kau benar benar berniat untuk melakukan pertarungan..?" tegur wasit juga, yang baru menyadari keadaan..


"maaf tuan, saya tidak memiliki senjata. Saya tidak perlu menggunakan senjata.." jawab Yang feng santai, enggan mengeluarkan pedang kesunyian milik nya.

__ADS_1


"cuih.. Sombong sekali kau. Apa kau anggap dirimu sudah paling jago..?" kata lawan nya yang tersulut emosi karena merasa diremehkan..


Yang feng yang sudah menyamarkan tingkat kultivasi nya, sekarang orang lain hanya melihat nya berada ditahap elite tingkat dua. Hanya manager jigo lah yang sudah mengetahui tingkat kultivasi Yang feng yang sebenar nya, saat berada di menara perdagangan.


"saudara Yang feng.! jika kau tidak benar benar ingin mengikuti kompetisi ini, aku harap kau untuk segera keluar arena. Jangan membuang buang waktu.." terdengar suara wasit memperingatkan dengan sedikit marah..


Semua orang yang ada disana pun memandang heran dengan ulah Yang feng..


"pakailah ini.." dengan cepat Yang jian melemparkan pedang nya..


"terima kasih paman.." ucap Yang feng setelah menangkap pedang milik paman nya Yang jian..


"silahkan.." kata Yang feng singkat, mempersilahkan lawan nya untuk memulai..


"apakah guru mu tidak sanggup untuk memberikan mu pedang.!?" lawan nya memprovokasi..


"Cihh.. terimalah ini.." kata lawan nya langsung melompat ke depan dan menebaskan pedang nya kearah Yang feng..


Yang feng dengan santai menghindar hanya dengan membuka dan menggeser sebelah kaki nya. Yang feng tidak menggunakan pedang nya untuk menangkis.


Lawan yang melihat nya meras kesal. merasa dirinya seperti diremehkan, dia pun menyerang semakin cepat dan menggila.


Yang feng masih belum menggunakan pedang nya. Yang feng hanya menggoyang goyangkan badan nya ke kiri dan ke kanan untuk menghindar tanpa menggeser pijakan kaki nya.


"hanya segitu kah..?" tanya Yang feng dengan senyum mengejek..


"terlalu sombong.." kata lawan nya yang merasa sangat kesal dengan gaya Yang feng.


"buktikan lah, aku tidak akan menggunakan senjataku.." kata Yang feng santai..

__ADS_1


Lawan yang mendengar perkataan Yang feng merasa jijik menganggap Yang feng terlalu sombong. Diapun menggunakan qi nya dan mengalirkan ke pedang milik nya.


"pedang mistik ~ tiga serangkai..


Lawan nya yang sudah terbakar emosi tidak dapat lagi mengontrol qi nya, dia mengeluarkan seluruh energi nya. Energi qi berwarna merah kuning hijau keluar dari ujung pedang nya, seperti membentuk uliran yang saling menjalin melesat kearah Yang feng.


Tidak mau berlama lama dan merasa bosan, Yang feng bermaksud untuk segera menyelesaikan pertarungan.


"ruang kesunyian ~ terapi jiwa..


Dengan memutar tangan nya kearah depan membentuk lingkaran, yang feng menciptakan pusaran gelombang energi berwarna hitam.


"buzzz..


Energi pedang tiga serangkai seperti terhisap kedalam pusaran dan mengalirkan energi lain seperti merambat kearah pedang milik lawan Yang feng.


Lawan nya kini serasa terkena sengatan aliran listrik bertegangan tinggi. dirinya mengalami tekanan yang cukup berat, jiwanya juga seperti tertusuk oleh ribuan jarum listrik. Dia pun ambruk tak sadarkan diri.


Semua peserta menatap ngeri kepada Yang feng, mereka menganggap yang feng adalah seorang monster.


'bagaimana mungkin orang yang masih berada ditahap elite tingkat dua sudah memiliki kekuatan jiwa seperti itu..?' bathin mereka..


Mereka sebelum nya tak pernah menemukan orang ataupun pendekar di semesta fana yang memiliki kekuatan jiwa yang seperti itu.


Yang jian dan Yang lie merasa heran sekaligus bangga melihat perubahan yang ada pada Yang feng sekarang.


Mereka yang mengetahui kalo sebelum nya Yang feng tidak bisa melakukan kultivasi dan mengira Yang feng telah mati dihutan misteri, tapi kini mereka melihat Yang feng masih hidup bahkan mempunyai kultivasi yang cukup hebat.


Ditempat duduk nya, manager Jigo sangat senang sekali melihat Yang feng telah menang..

__ADS_1


__ADS_2