
Baru saja sampai di halaman rumah, Si kakek sudah berteriak teriak memanggil Li mei.
"mei'er.."
"mei'er.."
Teriak sikakek memanggil manggil Li mei dengan wajah cemas..
Si kakek buru buru masuk ke rumah untuk melihat Li mei. Bukan nya melihat Li mei, Si kakek justru menemukan rumah sudah dalam kondisi berantakan.
Si kakek mulai panik. Si kakek dan Yang feng mencari cari ke sekeliling rumah sambil memanggil manggil Li mei, tapi mereka tidak juga menemukan Li mei.
"kek, sepertinya mereka sudah membawa nona mei pergi.." kata Yang feng pada si kakek..
Yang feng dan Si kakek masuk kedalam rumah, mereka berpikir untuk membuat sebuah rencana.
Tidak lama kemudian, mereka pun akhir nya memutuskan untuk pergi ke kota..
...----------------...
Di kota..
"mei'er, bagaimana perasaanmu saat ini.!? Apa kamu tidak merasa bahagia..?" seorang lelaki muda berkata kepada Li mei..
"lepaskan aku.." kata Li mei dengan suara kesal..
ketika dibawa dari desa nya, Li mei langsung dikurung disebuah kamar menunggu waktu untuk dinikahkan dengan salah satu putra walikota.
"sabarlah, bukan kah sebentar lagi kita akan segera menikah.." kata pria tersebut dengan senyum lebar..
"biarkan aku pergi. Aku tidak mau menikah dengan mu.." kata Li mei lagi dengan suara sedikit mengeras..
"hahaha..kau tidak mungkin bisa untuk menolak nya, karena besok kita akan sudah menikah. dan saat itu tiba kau telah menjadi milikku selama nya..Hahaha.." kata pria itu dengan tertawa terbahak bahak, lalu keluar meninggalkan Li mei sambil terus tertawa..
"pelayan.. Kalian jaga dia baik baik, jangan sampai dia pergi.." kata pria itu..
"baik tuan muda.." kata dua pelayan wanita yang menjaga diluar pintu kamar Li mei..
Diluar, orang orang terlihat sibuk menata ruangan dan mempersiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan putra walikota.
__ADS_1
Tamu serta kerabat wali kota yang dari jauh tampak telah berdatangan, mereka sudah tibah lebih dulu.
"selamat untuk tuan walikota Jing quo yang akan menikahkan putra nya. semoga keberkahan akan selalu menemani.." ucap para tamu yang datang memberikan selamat..
"hahaha..terima kasih untuk kalian yang sudah mau datang.." jawab walikota Jing quo dengan bangga..
"fu'er kemari lah.. berikan sambutan kepada para tamu yang sudah datang.." kata Jing quo lagi menyuruh putra nya..
"aku Jing fu yang akan menikah besok, mengucap kan selamat datang untuk paman dan bibi semua.." kata putra walikota yang akan menikah. Bernama Jing fu..
Semua para tamu yang sudah hadir kini dijamu dan diberikan ruangan untuk mereka beristirahat.
Keesokan hari nya..
acara pernikahan pun dimulai, Semua para tamu undangan sudah berdatangan.
Saat nya acara pemujaan bagi kedua pengantin untuk dilakukan. Ketika mereka hendak bersujud didepan altar pemujaan.
"hentikan.." terdengar suara berteriak..
Semua orang terkejut dan melihat ke asal suara berada.
"kalian tidak bisa melanjutkan pernikahan ini.." kata suara itu lagi, yang ternyata adalah kakek Li mei..
Saat mereka akan menuju rumah walikota, si kakek dan Yang feng singgah dikedai paman nya Li mei untuk memberitahu yang terjadi pada Li mei.
"hentikan mereka, jangan biarkan mereka untuk merusak acara pernikahan ini.." teriak walikota memerintah orang orang suruhan nya..
orang orang walikota serempak maju menyerang mereka bertiga. pertarungan pun terjadi.
"feng'er, tolong kau selamatkan mei'er dan bawalah dari sini. Biar kami mengalihkan perhatian mereka.." kata Si kakek..
"baik kek.." jawab Yang feng..
Yang feng segera mengarah ketempat Li mei berada. tidak mau berlama lama, yang feng pun mengeluarkan pedang kesunyian dari cincin ruang nya
Seketika aura keagungan pun keluar dari pedang tersebut, seakan membuat orang yang memegang tampak sangat berwibawa.
Per Sekian detik kemudian, perlahan aura keagungan kini berubah menjadi aura kematian yang sangat pekat mengintimidasi merembes keluar dari pedang kesunyian.
__ADS_1
Yang feng yang telah menguasai teknik pengendalian jiwa, mencegah aura nya untuk mengarah kepada orang orang yang ia kenal.
Semua tamu yang datang terlihat panik. diluar jangka dari tekanan aura tersebut, mereka masih dapat lolos dan lari untuk menyelamatkan diri.
Yang masih ada dalam jangkauan tekanan aura tersebut, kini semua terlihat berkeringat dengan wajah penuh ketakutan.
Tubuh mereka juga serasa sudah tidak dapat digerakkan lagi, terutama mereka yang kultivasi nya masih berada ditahap rendah.
Kemudian dengan cepat Yang feng bergerak. melesat membunuh para pengawal walikota yang masih berada ditahap senior juga elite, sambil terus melangkah mendekat kearah Li mei.
'slazz..
'slazzz..
Dengan lincah nya Yang feng menebas kepala mereka satu persatu. seakan tanpa beban, Yang feng menikmati setiap pembunuhan yang ia lakukan.
Mereka bergidik ngeri melihat keganasan Yang feng yang seakan menikmati setiap pembunuhan yang ia lakukan.
"cepat hentikan dia, bunuh mereka semua.." teriak walikota panik, melihat keganasan Yang feng membunuh para pengawal nya..
Sikakek dan paman nya mengalihkan perhatian dengan melawan para suruhan walikota yang berada ditahap pendekar raja dan pendekar ahli.
Mereka yang sedang bertarung juga sempat menghentikan pertarungan sesaat, ketika merasakan aura yang ditimbulkan ole pedang kesunyian yang ada digenggaman Yang feng.
Menyadari pergerakan musuh yang melambat dalam sepersekian detik, dengan cepat si kakek dan paman nya mengambil kesempatan.
'slazzz..
'lazzzz..
Sikakek dan si paman menebas kepala lawan lawan nya, hingga kepala kepala itu berjatuhan dan menggelinding ditanah..
para tamu dan orang orang yang ada disitu semua lari berhamburan membubarkan diri setelah lepas dari tekanan aura milik Yang feng.
Saat kepanikan terjadi, Yang feng melompat cepat dan berkelebat segera menyambar Li mei lalu membawa nya pergi.
Melihat Yang feng telah berhasil membawa Li mei pergi, Si kakek dan si paman juga lari meninggalkan pertarungan untuk menyusul Yang feng.
Sebelum nya mereka telah merencanakan pergerakan yang akan di lakukan, tujuan mereka sedari awal adalah hanya untuk menyelematkan Li mei dan membawa nya.
__ADS_1
kekuatan yang walikota miliki sangatlah besar karena mampu untuk membayar para pembunuh bayaran dan pendekar tingkat tinggi.
Mereka takut orang orang suruhan walikota lain nya yang sudah berada ditahap pendekar tingkat tinggi akan berdatangan, akhir nya mereka pun lari dan berhasil membawa Li mei pergi..