
Setelah kepergian murid klan Hu dan murid sekte Cakar elang, Yang feng bersama Xia san serta Cang yuan melanjutkan langkah nya untuk mencari Yang lie juga Lien hua.
"saudara Feng.. kita sudah selama ini, tapi belum juga bertemu dengan saudara Lie dan saudari Hua.." kata Xia san, mereka terus mencari keberadaan Yang lie dan Lien hua..
"hari sudah mulai gelap, sebaik nya kita beristirahat dulu malam ini dan besok kita lanjutkan mencari mereka.." ucap Yang feng..
"lihatlah.. Disana.." seru Cang yuan melihat kearah sebuah celah yang cukup besar membentuk seperti terowongan dibawah bukit..
mereka kemudian beranjak menuju celah dibawah bukit tersebut.
"kita beristirahat disini saja malam ini.." ucap Yang feng setelah berada didepan celah yang membentuk terowongan itu..
"seperti nya tempat ini lumayan luas.." kata Xia san, ketika ia melihat kedalam celah tersebut yang memang terlihat nyaman untuk mereka beristirahat.
"ya sudah kalau begitu.. aku akan mencari binatang buruan untuk makan kita malam ini, kalian berdua tunggulah disini.." kata Yang feng..
"apakah kau akan pergi sendiri..?" tanya Xia san..
"biar aku ikut untuk menemani Saudara Yang feng..!" sahut Cang yuan dengan antusias..
Yang feng hanya diam, ia menatap Cang yuan datar tanpa ekspresi dan komentar.
"huh.." mendapatkan tatapan seperti itu, Cang yuan mendengus kesal dengan menggelembungkan kedua pipi nya.
"baiklah.. aku dan saudari Yuan akan tinggal disini untuk menyalakan api sambil menuggu kau datang.." ucap Xia san kemudian..
Yang feng pun segera pergi untuk mencari binatang buruan, ia melesat menyusuri hutan yang ada didalam fana kecil tempat mereka saat ini.
Yang feng berkelebat keatas pohon, ia melompat dari dahan satu ke dahan yang lain nya.
setelah cukup jauh dari tempat Xia san dan Cang yuan berada, Yang feng melihat seekor beruang yang sangat besar dengan bulu berwarna merah sedang tertidur dibawah sebatang pohon.
Pohon tersebut berada persis didepan sebuah batu besar yang condong kearah jurang dan seperti hendak jatuh kebawah.
"hmm. Ada binatang spritual disini.." gumam Yang feng..
Beruang merah masih belum mengetahui keberadaan Yang feng yang sedang mengawasi nya.
"apa yang dilakukan nya disana.." gumam Yang feng lagi, ia mengamati seekor beruang merah tersebut seperti sedang menjaga tempat itu..
Yang feng mencoba mengalihkan perhatian beruang merah tersebut dengan melemparkan sebuah batu ketempat arah lain, namun beruang merah tidak bergeming dari tempat nya.
Yang feng kemudian melesat, dirinya memutuskan mendekati beruang merah itu dan bermaksud untuk berhadapan langsung dengan nya.
__ADS_1
'goarr..
Beruang merah terbangun. Dengan mata merah dan sorot mata yang buas menatap kearah Yang feng, Ia tampak marah dengan kehadiran Yang feng disana yang dianggap sudah mengusik ketenangan nya.
Dengan aura dan niat membunuh yang kuat, beruang merah itu langsung menyerang Yang feng.
Yang feng yang sudah siap, dengan sigap ia melompat dan menghindari serangan beruang merah tersebut.
'bukk..
Yang feng mendaratkan pukulan di rusuk beruang merah itu hingga membuat nya terjungkal.
Beruang itu nampak terkejut dengan kekuatan fisik Yang feng, ia terhenyak sejenak merasakan sakit akibat dari pukulan Yang feng.
Beruang merah kembali bangkit dan menatap Yang feng penuh selidik, ia merasa heran dengan kekuatan besar yang dimiliki Yang feng sebagai manusia fana.
"seperti nya kau bukan berasal dari fana ini, siapa kau sebenar nya..?" tanya beruang merah curiga..
"hah.. apakah mahluk jelek sepertimu memiliki kelayakan untuk mengetahui siapa aku..?" ucap Yang feng dingin..
"cuihh.. Sombong sekali kau. Aku tahu kau adalah mahluk ribuan tahun yang tidak tahu malu. dengan memakai raga anak itu, kau menyamar dan menyembunyikan wajah tua mu agar terlihat lebih muda.." kata beruang merah dengan nada muak..
"lalu jika memang benar, apakah kau merasa iri dengan wajah tampan ku.!?" ucap Yang feng merasa bangga..
"itu sudah menjadi takdir ku sebagai mahluk yang baik, sehingga aku diberikan hidup kembali kedalam tubuh anak yang tampan ini.." ucap Yang feng dengan percaya diri..
"lalu mau apa kau kemari dan mengusik ketenangan ku..?" kata beruang itu lagi, merasa semakin muak dengan kepercayaan diri Yang feng..
"aku mau membunuhmu, dan menjadikan mu untuk santapan kami malam ini..!" ucap Yang feng datar..
Beruang merah tersebut terkejut mendengar perkataan Yang feng, dirinya merasa tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
"apa..!?" seru beruang itu memastikan pendengaran nya..
"baiklah aku perjelas sekali lagi. Sebenar nya aku berniat mencari binatang buruan buat santapan aku dan kedua temanku malam ini. aku sudah cukup lama mencari tapi aku belum mendapatkan nya dan Kebetulan sekali aku bertemu dengan mu disini. jadi apa salah nya jika aku menjadikan mu buat santapan kami malam ini.!?" ucap Yang feng dengan senyum menyeringai dan tatapan yang dingin..
beruang tersebut menjadi semakin waspada menatap kearah Yang feng.
'gila..mahkluk macam apa dia.!?' batin beruang merah..
"bersiaplah.." teriak Yang feng dan langsung menyerang dengan sebuah pukulan..
'wuszz..
__ADS_1
Pukulan Yang feng berhasil dihindari beruang merah dan mengenai sasaran hampa.
Yang feng pun mengalihkan serangan nya secara cepat dengan mengarahkan kedua telapak yang telah dialiri qi cukup kuat.
'bomm..
gelombang energi qi dari serangan Yang feng menghantam tubuh beruang merah tersebut hingga ambruk.
Lalu Yang feng mengeluarkan pedang merah nya, bayangan pedang berwarna merah yang cukup besar pun melesat menebas kepala beruang merah hingga terputus.
Yang feng kemudian menghampiri mayat beruang itu dan mengambil kristal inti kehidupan nya. lalu memasukkan tubuh beruang kedalam cincin ruang yang ia miliki.
"apa yang dijaga nya disini.!?" gumam Yang feng ingin tahu apa yang dijaga beruang ditempat itu..
Yang feng segera melompat mendekati batu besar yang nampak condong ke jurang tersebut.
'aura disini terasa sangat kuat..' batin Yang feng, ia semakin penasaran dengan apa yang ada disana.
Dari atas batu terlihat ada celah yang bisa dilalui dan mengarah turun kebawah batu besar tersebut.
Yang feng terus melangkah turun melewati celah yang ada di antara batu dan tebing tempat batu itu menempel. namun semakin Yang feng melangkah turun, aura yang dirasakan nya pun semakin lebih kuat.
"mengapa aura ini sama seperti aura yang ada dalam jiwaku.!?" gumam Yang feng merasa familiar dengan aura tersebut..
Yang feng pun mencoba untuk menekan aura yang ada disana agar dirinya dapat terus melangkah turun kebawah batu tersebut.
"haahh.." Yang feng terbelalak melihat apa yang ada didepan nya..
"apa aku tidak salah lihat.!?" seru Yang feng merasa terkejut, seraya menggosok gosok mata untuk memastikan penglihatan nya..
"bunga awan tujuh nadi.!?" pekik Yang feng merasa sangat senang, mata nya berbinar binar melihat nya..
Yang feng melihat setangkai bunga yang tampak mekar namun tidak memiliki daun. Bunga tersebut berwarna putih dengan sembilan kelopak yang memiliki tujuh garis berwarna biru seperti nadi disetiap kelopak nya.
"bukan kah bunga ini seharusnya tumbuh disemesta awan.!? Sedangkan disemesta awan bunga ini sangatlah langka, lalu mengapa bunga ini berada disini..?" ucap Yang feng masih penasaran dengan keberadaan bunga tersebut..
Bunga awan adalah tumbuhan yang sangat langka, apalagi bunga yang ada didepan nya sekarang telah memiliki tujuh nadi.
biasanya bunga tersebut tumbuh dan terdapat di semesta awan, bunga awan juga hanya mampu dipelihara oleh dewi dewi tumbuhan penjaga taman kerajaan awan.
Bunga awan biasanya dipakai oleh para dewa dalam meningkatkan kultivasi untuk membuka gerbang ketingkat selanjut nya, terlebih mereka yang ingin menembus gerbang untuk mencapai semesta langit.
"aku tidak menyangka, semesta fana ini banyak menyimpan misteri yang bahkan sangat langka didapat kan disemesta awan namun terdapat di semesta ini.." ucap Yang feng merasa takjub..
__ADS_1
Yang feng segera memetik bunga tersebut dan menyimpan nya kedalam cincin ruang yang ia miliki...