
Di Kediaman Zhang yong..
"ayah.. apakah tidak lebih baik jika kalian menunggu kedatangan feng'er, agar kalian dapat pergi bertiga.!? setidak nya dia akan dapat membantu jika terjadi sesuatu pada kalian.." Zhang yong memastikan keputusan sikakek yang berniat kembali ketempat tinggal nya di kampung, sambil mereka melangkah keluar menuju halaman depan..
Sikakek menghela napas panjang, diam sesaat dan menatap Zhang yong dalam.
"Yong'er.. Tidak seharusnya kita untuk menggantungkan hidup selama nya kepada orang lain. ada kala nya suatu saat nanti dia akan pergi meninggalkan kita. kita juga tidak tahu dirinya berasal darimana. Maka itulah kita harus bisa belajar menggantungkan nasib ditangan kita sendiri.." ucap sikakek, seakan memberi pengertian kepada Zang yong..
"Lagi pula kita sudah menunggu nya lama disini tapi dia tidak kunjung datang. aku berpikir dia sudah pergi entah kemana langkah akan membawa nya. tanpa ada beban yang membatasi.." kata si kakek lagi..
"Baiklah ayah, jika itu sudah menjadi keputusan ayah untuk kembali sekarang bersama mei'er.." kata Zhang yong pasrah dengan keputusan sikakek..
"Mei'er apa kau sudah siap untuk kembali bersama kakek.!?" Sikakek menatap dan bertanya pada Li mei..
"Sudah kek.." Li mei menjawab..
Tepat saat mereka sudah berada dihalaman depan, mereka dikejutkan oleh empat sosok pria berjubah merah.
"Haha.. kenapa kalian terlihat sangat terburu buru..?" Tanya salah satu dari empat orang berjubah yang berambut gimbal dan berwajah garang dengan golok besar di pundak nya, sambil tertawa saat tiba tiba muncul..
"Siapa kalian..?" Tanya Zhang yong, bersikap waspada..
"Haha.. sebegitu penting kah buat kalian untuk mengetahui siapa kami..?" Ucap yang lain nya, berbadan gemuk dan berkepala botak..
"Baiklah akan ku beritahu. karena sebentar lagi kalian akan mati, dan agar kalian tidak mati dengan penasaran.! Kami adalah pembunuh bayaran dari kelompok jubah ilusi, yang dibayar oleh walikota untuk membunuh kalian dan membawa kembali gadis itu.." kata yang berbadan gemuk itu lagi, dengan tawa mengejek..
"Yong'er lindungi lah mei'er, selamatkan dia. Biar aku yang menghalangi mereka.."ucap sikakek..
"Tapi ayah..?"
"Sudah jangan banyak bertanya, Kita juga tidak akan mampu untuk melawan mereka. cepatlah pergi.." belum sempat Zhang yong meneruskan kata kata nya, si kakek mendesak Zhang yong untuk segera pergi membawa Li mei..
Para anggota kelompok jubah ilusi yang menyadari gelagat dari Zhang yong yang akan pergi pun berteriak.
"Hah.. apa kalian pikir, kalian akan bisa lolos dari kami..!?" Kata salah seorang beralis tebal dan berdiri paling depan diantara kelompok jubah ilusi tersebut, dengan tatapan dingin dan aura membunuh yang kuat..
"Sudahlah, lebih baik cepat kita bunuh mereka saja.!" Ucap seorang lain nya berambut merah yang sedari tadi hanya diam, merasa tidak sabar dengan perbincangan yang didengar nya..
Keempat orang dari kelompok jubah ilusi tersebut merupakan tim yang berjulukan muka iblis.
Kelompok jubah ilusi biasanya mengumpulkan beberapa anggota dan membentuk sebuah tim untuk melakukan pekerjaan nya, salah satu nya adalah tim muka iblis.
secara bersamaan, mereka berempat kemudian menyerang si kakek dan Zhang yong.
__ADS_1
Pertarungan terjadi dengan waktu yang sangat singkat, karena memang perbedaan kekuatan yang begitu jauh. Hingga sikakek dan Zhang yong pun terdesak.
'slazz..
Lengan sikakek terkena goresan yang cukup dalam dari pedang musuh.
'slazz..
'bukk..
Tak lama berselang, Si kakek kembali terkena sayatan pedang diperut dan tendangan yang sangat keras bersarang di dadanya hingga membuat nya terpental jauh.
'brukk..
Si kakek ambruk ke tanah dengan tubuh bersimbah darah, dan menghembuskan napas terakhir nya.
"Kakekk.." pekik Li mei segera menghampiri kakek nya, ia terkejut melihat si kakek yang telah tewas..
Zhang yong, yang melihat keadaan tersebut pun tidak bisa berbuat apa apa.
"Biadab kalian.." umpat Zhang yong merasa geram..
"Mengapa kau terlihat begitu sedih.!? Bukankah sebentar lagi kau juga akan menyusul untuk menemui nya.? Hahaa.." ucap orang orang dari kelompok jubah ilusi, dengan tertawa senang melihat keputusasaan Zhang yong..
'slazzz..
'slazz..
Sabetan pedang mereka secara bergantian menyasar tubuh Zhang yong dan,
'bukkk..
satu tendangan keras dari mereka dengan energi Qi mendarat mulus didada Zhang yong, Hingga membuat Zhang yong ambruk ditanah.
Mereka berempat pun segera pergi meninggalkan tempat itu dengan salah satu dari mereka yang bertubuh gemuk membawa Li mei di pundak nya, setelah terlebih dahulu menutup jalur akupunktur Li mei agar ia tidak dapat bergerak.
Diperjalanan..
"Luan.. bagaimana dengan yang seorang lagi, bukan kah seharunya mereka bertiga bersama satu orang bocah ingusan.!? lalu dimana bocah ingusan itu..?" Kata seorang berambut gimbal kepada rekan nya beralis tebal yang bernama Lu luan..
"Entahlah, sekarang lebih baik kita membawa gadis ini lebih dulu. Biar yang lain nya kita urus nanti.." jawab nya..
Kembali ketempat Zhang yong..
__ADS_1
Saat Yang feng baru tiba didekat rumah Zhang yong, ia curiga dengan keadaan tempat disekitar nya. Seperti bekas baru terjadi pertarungan.
"Kakek.." teriak Yang feng, terkejut dengan sosok sikakek yang tergeletak ditanah..
"Paman.." teriak Yang feng lagi, menghampiri sosok Zhang yong yang tergeletak..
"Uhukk.." Zhang yong sadar..
"Paman.. Apa yang terjadi, siapa yang sudah melakukan ini..?" Ucap Yang feng dengan gempuran pertanyaan..
"Uhukk.." Zhang yong kembali batuk saat ingin mulai berbicara..
Melihat keadaan Zhang yong, dengan sigap Yang feng mengambil pil dari cincin ruang nya dan memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Zhang yong.
Yang feng kemudian membantu Zhang yong untuk duduk, lalu ia mengalirkan energi murni nya ke tubuh Zhang yong.
seketika tubuh Zhang yong terasa seperti hawa dingin mengalir ke dalam tubuh nya, dan secara perlahan hawa dingin tersebut berubah menjadi hangat hingga membuat tubuh nya menjadi lebih nyaman dan relax.
"Paman, Siapa yang telah melakukan ini..?" Tanya Yang feng pada Zhang yong, setelah selesai mengalirkan energi dan melihat tubuh Zhang yong sedikit lebih baik dari pada sebelum nya..
"Mereka adalah anggota dari kelompok jubah ilusi, kelompok pembunuh bayaran suruhan walikota.." jawab Zhang yong, setelah cukup kuat untuk berbicara..
"Feng'er.. tolong cepatlah kau selamat kan mei'er.! Mereka sudah pergi membawa mei'er.." kata Zhang yong kemudian dengan sedikit panik, ia merasa cemas saat sejurus kemudian mengingat akan keberadaan Li mei..
"Kemana mereka pergi paman..?".tanya Yang feng..
"Mereka membawa mei'er ke tempat walikota, mereka berjumlah empat orang dan baru saja pergi.." ucap Zhang yong lagi..
Yang feng tampak diam.. Yang feng mencoba untuk mencerna situasi nya. Ia seperti sedang mengingat sesuatu hal dan, berusaha merangkaikan dengan sebuah kejadian yang baru di ceritakan Zhang yong.
Memang sebelum nya.! ketika diperjalanan. dengan samar Yang feng sempat melihat empat sosok orang berjubah berlari dengan cepat, ketika ia sedang mampir sebentar untuk sekedar membasuh muka di sungai.
Namun ia tidak merasa curiga dan tidak memperhatikan apa yang sedang dibawa oleh mereka, karena Yang feng juga bersifat cuek dengan hal hal yang dianggap nya tidak penting.
"Makan lah ini untuk mengobati luka dalam paman.." kata Yang feng memberikan satu buah obat berwarna merah, yang juga pernah ia berikan pada sikakek..
Setelah memberikan satu buah obat tersebut, Yang feng segera pergi untuk mengejar orang orang yang sudah membawa Li Mei.
Dengan kemampuan teknik meringankan tubuh tingkat tinggi, Yang feng berkelebat di udara dan melesat dengan cepat.
dalam sekejap mata kemudian, ia pun hilang dari pandangan Zhang yong.
Zhang yong hanya melongo melihat gerakan Yang feng yang begitu cepat.
__ADS_1
"Sungguh luar biasa anak ini.." gumam Zhang yong dengan menggelengkan kepala..