REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
Maya dimensi


__ADS_3

Semua peserta kemudian dipanggil dan diarahkan menuju ruangan yang lumayan luas.


didalam ruangan, ada sebuah dinding batu besar membentuk seperti bukit kecil yang memiliki garis segel energi setengah lingkaran setinggi orang dewasa.


Wasit, kepala akademi dan, seorang tua berjanggut putih yang sebelum nya duduk di paling atas, mengantarkan semua peserta menuju ruangan tersebut.


"ini adalah pintu menuju fana lain.." kata seorang tua menunjukkan sebuah garis setengah lingkaran yang ada disana..


"kehidupan disana layak nya kehidupan di alam liar. kalian berdirilah persatu tim didalam lingkaran garis, dan tempelkan telapak tangan kalian di dinding. Kalian akan dikirim, yang mungkin nanti akan berada ditempat terpisah dengan tim lain nya di fana sana.." kata seorang tua itu lagi menjelaskan..


"kalian berhati hati lah ketika berada disana. Ingat.! dalam hal ini, kalian juga akan diuji bagaimana dalam menghadapi sebuah masalah. Seorang pendekar sejati tidak pernah merasa dirinya akan selalu menang dan pantang mundur, kemudian menganggap dirinya tidak akan pernah terkalahkan. Suatu keputusan tepat harus bisa diambil. kapan dia harus melangkah untuk menghindari sesuatu, dan kapan dia harus bertindak menghadapi sesuatu hal.." kata seorang tua tersebut, melanjutkan perkataan nya untuk memberikan nasihat..


Semua peserta pun dikirim seorang tua tersebut melalui aray teleportasi.


Tubuh mereka seakan melayang di dalam ruang hampa yang gelap, mereka juga merasakan pusing seperti orang yang kekurangan oksigen.


sesampai nya ditempat lain..


'dimana ini..!? Mengapa energi disini sangat berbeda dengan semesta fana tempat asalku.?' bathin Yang feng bertanya tanya.


Yang feng melihat kesekeliling yang ternyata adalah hutan dan bekas reruntuhan benteng sebuah kerajaan. Yang feng juga merasakan perputaran waktu yang sangat cepat disana.


"kemana yang lain nya.!? Mengapa seperti tidak ada tanda tanda keberadaan mereka..?" Yang feng menggumam, setelah cukup lama berjalan mengitari daerah tersebut..


Dari jauh, samar samar Yang feng mendengar sebuah pertarungan. Yang feng segera berkelebat mendekati tempat pertarungan tersebut dan hinggap disalah satu pohon yang rindang.


"hai pak tua.! Lebih baik kau menyerah. Kau tidak akan sanggup untuk melawan kita semua. dan cepatlah kau serah kan gadis itu. jika kau tidak mau menyerah kan nya, terpaksa kami akan bertindak lebih kejam padamu.."


"apa kalian pikir orang seperti kalian masih memiliki sisi baik.!? Dan apa kalian juga berpikir akan semudah itu aku menyerahkan nya..?"


"kalau begitu kami akan memaksa mu! ayo kita serang dia.."


Dari atas pohon, Yang feng melihat dan mendengarkan percakapan seorang pak tua yang berada ditahap pendekar raja, dengan tujuh orang pria setengah baya yang semua nya pendekar ahli tingkat dua dan tingkat akhir.


'siapa mereka.!? Mengapa ada kehidupan manusia lain nya disini..?' bathin Yang feng merasa bingung.


Tujuh orang itu pun kembali mengeroyok dan melakukan serangan kepada pak tua tersebut secara bersamaan.


'trang...


'trang..


Terdengar suara pedang mereka saling beradu. mereka telah bertarung dalam beberapa puluh jurus hingga saat ini.


'bukk..

__ADS_1


'bukk..


Pak tua terkena pukulan dan tendangan yang membuat nya terhuyung. Tepat saat salah satu dari mereka akan menebaskan pedang nya.


'takk..


Tangan orang itu terkena lemparan potongan ranting kayu kecil dari Yang feng dengan menggunakan QI.


'krentangg..


Pedang orang itu terjatuh. lalu dengan cepat Yang feng melompat ke depan mereka.


"siapa kau bocah, mengapa kau ada disini..?" Bentak seorang yang diduga sebagai ketua tujuh orang itu sedikit waspada..


"aku tidak tahu siapa kalian, dan kalian juga tidak perlu tahu siapa aku. aku hanya tidak suka dengan tindakan kalian seperti segerombolan orang pengecut mengeroyok satu orang yang sudah tua.." kata Yang feng..


"menyingkir lah bocah, ini bukan arena tempat mu bermain.." bentak orang tersebut lagi..


"hah.! apa kalian pikir semesta ini hanya milik kalian.!? terserah, aku mau berada dimana.." kata Yang feng menatap mereka jijik..


"baiklah bocah, jangan katakan aku tidak pernah untuk memperingatkan mu sebelum nya.." kata orang tersebut merasa kesal..


"hoh.. tidak masalah. ayo majulah kalian, tidak perlu banyak bicara.." kata Yang feng lagi menantang mereka..


mereka kemudian menyerang Yang feng juga pak tua itu, dan pertarungan pun berlangsung sengit.


Yang feng merasakan kini tubuh nya cepat lelah saat melakukan pertarungan, dan energi nya pun terasa lebih cepat terkuras.


'bukk..


Satu tendangan keras menghantam dada Yang feng, membuat nya terdorong kebelakang dan hampir rubuh.


"tuan muda.." kata pak tua tersebut berteriak, ketika melihat Yang feng yang hampir rubuh..


"hahaa.. Bocah.! sebelum nya kami sudah memperingatkan mu. tapi sekarang, jangan harap kami akan memberikan pengampunan kepada mu.." teriak orang yang menendang nya sambil tertawa..


Yang feng terdiam sesaat sambil menahan rasa sakit di dada nya.


"rasakan lah ini.." kata yang menendang tadi lagi, langsung melompat untuk kembali melakukan serangan..


Dengan cepat Yang feng menghindar dan kembali melakukan pertarungan. sesekali Yang feng balas menyerang.


Sementara pak tua itu kini dikeroyok oleh lima orang, dia merasa kewalahan menghadapi orang orang tersebut.


'buk..

__ADS_1


'bukk..


Pak tua itu pun akhir nya berhasil mendaratkan dua tendangan diperut kedua lawan nya.


'slazz..


'bukkk..


Satu goresan pedang dan satu tendangan datang tiba tiba dari belakang, memberikan bekas luka di punggung pak tua itu dan membuat nya terjungkal ke depan.


Setelah membuat pak tua itu rubuh, sebagian mereka berpindah menyerang Yang feng. sekarang Yang feng dikeroyok oleh tiga orang.


'slazz..


'bukk...


Yang feng juga terkena sayatan pedang dan tendangan pada danya, hingga membuat nya terpental kebelakang dan terjatuh.


"hahaa.. Sekarang terimalah kematian kalian.." kata ketua dari tujuh orang itu dengan tertawa keras, lalu diikuti oleh tawa dari rekan rekan nya..


Yang feng perlahan bangkit berdiri dan mengokohkan kaki nya membentuk kuda kuda.


Yang feng mengeluarkan pedang kesunyian dari cincin ruang milik nya, kemudian menyerap energi alam dalam jumlah yang besar.


Semua orang yang ada disana terkesima. Mereka terpana dengan pedang yang ada digenggaman Yang feng.


Yang feng memfokuskan qi, mengalirkan energi tersebut ke pedang kesunyian yang digenggam nya.


Yang feng terlihat tidak dapat mengontrol Qi nya, dengan mengalirkan energi yang cukup besar.


Seketika pedang kesunyian mengeluarkan aura sangat kuat. Tubuh mereka bergetar merasakan sebuah aura kematian yang sangat pekat mengintimidasi.


Kini mereka semua jatuh bersimpuh, tubuh mereka pun berkeringat dan tidak dapat digerakkan.


Yang feng mengangkat dan mengarahkan ujung pedang nya kelangit.


"kesunyian tiga ~ guntur kesunyian.."


'jeprett..


Sebuah cahaya yang cukup terang seperti kilat petir menjulur ke langit keluar dari ujung pedang tersebut.


"terimalah kematian kalian.." kata yang feng sambil mengarahkan ujung pedang kepada mereka..


'boom..

__ADS_1


'duarrr..


tubuh tujuh orang tersebut pun meledak dan hancur bagaikan tetelan daging..


__ADS_2