
Kini Yang feng tampak berkelebat diatas rerimbunan pohon. ia berusaha untuk mengejar orang orang yang sudah membunuh sikakek, sekaligus orang orang yang sama yang telah membawa Li mei pergi.
Seperti sedang berlari di udara, ia melangkah cepat dengan melompat dari ujung dahan satu ke ujung dahan yang lain seakan kaki nya tak menyentuh ujung dahan tersebut.
Dengan peningkatan kultivasi nya yang cukup signifikan, kemampuan teknik meringankan tubuh dari Yang feng pun semakin meningkat jauh.
akhir nya Yang feng pun telah berhasil menyusul dan, melihat keempat orang yang sedang membawa Li mei dalam keadaan tubuh tidak dapat begerak.
'wuzz..
Yang feng segera melompat turun, lalu muncul didepan keempat orang berjubah dengan badan membelakangi mereka.
"Hei.! Apa yang kau lakukan disana.? Kenapa kau menghentikan langkah kami.!?" Bentak orang yang berambut gimbal merasa geram..
Namun Yang feng hanya berdiri diam, dan tak bergeming.
dengan pakaian berwarna putih serta rambut panjang yang diikat juga tangan dilipat kebelakang, Yang feng berdiri gagah layak nya seorang grand master sedang menghentikan langkah keempat orang berjubah tersebut.
"Menyingkir Lah nak.. kami tidak mempunyai waktu untuk bermain main dengan mu..!" Suara si alis tebal menimpali..
"Cuihh.."
"Apa kalian pikir aku juga mempunyai waktu untuk bermain main dengan kalian..!?"
"Cepat kalian lepaskan wanita itu..!!" Ucap Yang feng dengan suara penuh penekanan, kemudian ia memutar tubuh nya berhadapan dengan keempat orang berjubah..
"Hah..! apa hubungan mu dengan gadis ini.!? Jangan jangan kau adalah bocah ingusan yang juga menjadi target kami..?" ucap orang berbadan gemuk, sekaligus orang yang membawa Li mei..
"Kalau begitu, kebetulan sekali kau muncul didepan kami. jadi kami tidak perlu repot untuk mencari mu.." ucap beralis tebal dengan senyum menyeringai, lalu mengeluarkan aura membunuh yang kuat..
Si rambut merah yang tak banyak bicara dan tidak suka dengan drama, segera melesat menyerang Yang feng lebih dulu sambil menebaskan pedang nya.
Yang feng juga yang sedari awal telah siap dalam mode pertarungan, secara sigap ia menghindar dan berkelebat di udara.
Masih dalam posisi di udara, Lalu dengan cepat Yang feng memutar tubuh serta mengalirkan energi Qi kemudian mengarah kan sebelah telapak tangan nya ke depan lawan.
'bustt..
__ADS_1
Laksana angin yang bertiup kencang, tekanan energi Qi cukup kuat dari Yang feng menghantam dan menghempaskan tubuh si rambut merah hingga ambruk.
Ketiga orang berjubah lain nya tersentak menyaksikan hal tersebut. Mereka yang semua berada ditahap pendekar raja, sulit untuk percaya melihat apa yang baru saja terjadi di depan mata nya.
hanya dengan tangan kosong dan dalam pertarungan tiga jurus, seorang bocah ditahap pendekar ahli telah mampu menjatuhkan seorang rekan nya.
Kini keempat orang berjubah mulai memahami perkataan dari Long gor, saat Long gor tampak ragu tentang jumlah mereka yang cuma berempat untuk melakukan pekerjaan mereka.
Tiga orang lainnya saling memandang seakan memberi sebuah isyarat. Si Gendut pun kemudian meletakkan dan menyandarkan tubuh Li mei dibawah pohon. lalu secara bersamaan, mereka bertiga mulai menyerang Yang feng.
Tak lama kemudian, Si rambut merah kembali bangkit dan bergabung kedalam pertarungan untuk membantu ketiga rekan nya.
Pertarungan pun berlangsung sengit, dengan empat orang anggota jubah ilusi melawan seorang Yang feng.
menyadari situasinya yang kian sulit, Yang feng segera mengeluarkan pedang kesunyian dari cincin ruang nya.
Seketika aura disekitar Pertarungan mereka berubah drastis dengan menimbulkan sebuah rasa ketakjuban.
keempat orang berjubah terkesiap menatap pedang yang ada ditangan Yang feng, rasa keserakahan dan keinginan yang kuat untuk memiliki pun timbul dibenak mereka.
Namun dalam sekejap, aura tersebut berubah menimbulkan rasa kengerian serta suasana mencekam dengan aura kematian yang pekat merembes keluar dari pedang kesunyian milik Yang feng.
Hingga memasuki pertarungan dalam jurus yang ke tiga puluh dua kemudian...
"Tingkat lima ~ gelombang kesunyian..
'boomm..
Tebasan Energi Qi yang dahsyat dari pedang milik Yang feng, tak ayal menghantam tubuh Keempat orang berjubah hingga terpental jauh.
Mereka berempat pun terhempas kebelakang dalam jarak lima belas meter dan mengeluarkan darah segar dari mulut mereka.
Belum sempat keempat orang berjubah bangkit berdiri ataupun sekedar menyadari situasi nya. Tanpa pikir panjang lagi, serangan yang feng yang selanjutnya pun segera menyusul.
'pedang kesunyian ~ bayangan kesunyian..
'slazzz..
__ADS_1
'slazzz
Puluhan bayangan pedang sabit berwarna hitam melesat, membabat habis kepala keempat anggota jubah ilusi hingga terputus.
Setelah membunuh mereka, Yang feng memasukkan kembali pedang kesunyian kedalam cincin ruang nya lalu melangkah mendekati empat mayat tanpa kepala itu. ia mengambil salah satu pedang berwarna merah milik si rambut merah.
"Pedang ini lumayan juga.!" gumam Yang feng mengamati pedang yang ada ditangan nya..
"aku tidak perlu lagi harus selalu menggunakan pedang kesunyian dalam setiap pertarungan ku.." ucap Yang feng lagi dengan sedikit senang, ia menganggap pedang kesunyian merupakan harta langit yang sangat luar biasa dan tiada tanding..
Tidak lupa Yang feng mengambil cincin penyimpanan yang menempel ditangan empat mayat tersebut, lalu memindahkan seluruh harta yang ada disana kedalam cincin ruang milik nya.
Yang feng pun kemudian segera menghampiri Li mei, dan membuka kembali titik akupuntur yang menutup aliran darah nya.
"Feng'gege.." teriak Li mei setelah tubuh nya dapat digerakkan, ia langsung menubruk tubuh Yang feng..
Li mei memeluk Yang feng erat dan menangis dida Yang feng, seolah ingin menumpahkan segala perasaan yang dirasakan nya selama ini.
Yang feng terkejut. ia gelagapan dan hanya diam terpaku sesaat, tidak tahu harus berbuat apa.
"Nona mei, ada apa dengan mu..?" Tanya Yang feng polos, berusaha untuk melepaskan pelukan Li mei..
Yang feng merasa heran melihat sikap Li mei yang tidak biasa dan tiba tiba memanggil nya dengan sebutan gege.
Bukan malah melepaskan, Li mei justru mengencangkan pelukan nya dan menangis semakin keras di dada Yang feng.
Yang feng pun kian bertambah bingung dengan ulah Li mei, hingga berhasil membuat dirinya menjadi serba salah.
Setelah cukup puas Li mei menumpahkan perasaan nya dengan memeluk Yang feng, Li mei pun perlahan melepaskan pelukan nya.
" Apa kau sudah merasa lega sekarang..?" tanya Yang feng, dengan menatap Li mei..
"emm.." Li mei menjawab sambil menunduk dan hanya dengan menganggukkan kepala nya..
"yasudah kalau begitu, lebih baik kita segera kembali kerumah paman mu.." ajak Yang feng kemudian..
Sesaat mereka mengingat kodisi di rumah paman nya yang masih kacau balau, selepas penyerangan yang telah dilakukan oleh anggota dari kelompok jubah ilusi.
__ADS_1
Lalu Yang feng menggendong Li mei, dan bergegas pergi menuju tempat tinggal Zhang yong...