REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
sekte teratai es


__ADS_3

pertarungan berlangsung cukup sengit, dan masih belum ada yang tumbang. semua para murid yang ada diatas arena menggunakan pedang sebagai senjata mereka.


'sett...


'settt..


Pedang mereka saling menebas dengan ganas..


Cang yuan terlihat lincah dalam memainkan pedang . seakan menyatu dengan hembusan angin, gerakan nya sangat cepat.


Sesekali Cang yuan melompat seperti melayang di udara sambil melakukan tusukan dan memutar ujung pedang untuk mengecoh lawan nya.


Setiap tebasan tebasan dari pedang milik Cang yuan menghasilkan dorongan angin pipih yang mengandung energi layak nya pedang angin.


'bukk..


'gedubrakk..


Tiba tiba dua orang teman Yang feng dari menara perdagangan terlempar keluar arena. mereka terkena pukulan dan tendangan dari lawan nya.


Pertarungan wanita dari sekte teratai es juga tak kalah sengit. gerakan pedang nya sangat indah namun mematikan.


bagaikan peri es sedang menari ditengah turun nya hujan salju, wanita itu menimbulkan rasa ketakjuban pada semua orang yang menyaksikan permainan pedang nya.


pada setiap tebasan yang dilalui oleh pedang milik wanita itu menyisakan gelombang hawa dingin, menandakan pemilik nya sebagai pengguna elemen es.


Selain pandai dalam penggunaan pedang juga didukung oleh paras nya yang cantik, menambah keindahan pada keseluruhan dari wanita tersebut.


Semua orang yang disana berdecak kagum dan terpana melihat nya, kecuali Yang feng yang selalu setia dengan wajah datar nya. menganggap semua biasa saja merasa tidak ada yang istimewa disana.


'slaz..


'slaz..


Dua sayatan pedang milik wanita murid sekte teratai es itu kini mengenai lengan dan perut lawan..


'bukk..


Tendangan keras nya pun tak mau ketinggalan, kemudian ikut menyusul menghantam dada lawan hingga terhempas keluar arena..


'bukk..

__ADS_1


'gedubrakk...


Tak lama setelah itu, laki laki satu lagi yang berada pada lima rombongan dari mereka terlempar keluar arena menyusul dua teman Yang feng yang sudah lebih dulu kalah.


mereka yang sudah menyelesaikan pertarungan dan menang, akan keluar dari arena terlebih dahulu.


Kini tinggal Cang yuan dan lawan nya berada diatas arena.


Cang yuan semakin mempercepat gerakan dan permainan pedang nya. Cang yuan kembali melompat, menebaskan pedang nya lalu berputar melakukan tusukan. Tepat saat ujung pedang mendekati lawan, lawan nya pun menghindar kesamping.


Ketika menyadari lawan nya akan menghindar, dengan cepat Cang yuan menekuk tangan nya mengikuti arah lawan.


'slazz..


Satu goresan ujung pedang milik Cang yuan akhirnya bersarang di dada lawan nya..


Cang yuan menjejak kan kaki nya ketanah sesaat. tak ingin menyia nyiakan peluang saat lawan nya terkecoh, Cang yuan kembali melakukan lompatan dengan cepat untuk mengambil kesempatan berikutnya.


'slazz..


Goresan kedua yang cukup dalam pun memberikan tanda pengenal di perut lawan nya.


'bukk..


Selesai melakukan dan memenangkan pertarungan, Cang yuan memberikan hormat dengan menangkupkan tangan nya.


Sekilas Cang yuan menatap kearah Yang feng. tetapi Yang feng tidak juga menunjukkan ekspresi, Cang yuan kemudian melangkah keluar arena..( yang sabar ya Cang yuan, memang sulit mencairkan bongkahan es. Apalagi kalo sudah jadi gunung es balok..😂)


pertarungan untuk seluruh murid peserta kompetisi terus berlanjut, sudah lebih dari separuh peserta yang menyelesaikan pertarungan.


Kini tiba giliran Yang lie untuk tampil, Yang lie melangkah memasuki arena pertarungan.


Ketika melihat Yang lie melangkah untuk maju, Yang feng mulai bersikap dan merasa tertarik untuk melihat pertunjukan yang akan diperlihatkan Yang lie.


Cang yuan yang sedari awal selalu memperhatikan Yang feng, merasa heran dengan perubahan sikap yang ditunjukan nya.


'siapa dia.!? Siapa saudara Yang lie untuk dia.!? mengapa dia terlihat begitu tertarik dengan pertunjukan yang akan ditampilkan saudara Yang lie.?' bathin Cang yuan, seribu pertanyaan di hati nya akan sosok Yang feng yang begitu misterius buat nya..


Setelah memperkenalkan diri dan murid semua menyatakan siap, Yang lie pun menggenggam pedang nya erat bersiap untuk melakukan pertarungan melawan murid lain nya dari menara akademi.


Yang feng tak bermaksud untuk bermain main karena sudah mengetahui kemampuan dan kesadisan dari murid murid akademi pada pertarungan sebelum nya.

__ADS_1


'wuzz..


Dengan teknik meringankan tubuh yang sudah berada ditahap elite tingkat empat. Yang lie melompat cepat ke depan, melakukan tusukan kemudian berputar lalu melakukan tebasan dengan lima langkah gerakan serangan pedang secara berturut turut.


Lawan yang menyadari serangan cepat dari Yang lie tanpa memberikan jeda, segera menangkis kemudian melompat mundur beberapa langkah untuk menghindar.


"tampak nya kau sangat bersemangat sekali.." kata murid dari akademi tersebut menatap remeh kearah Yang lie..


"apakah kau berpikir, kau sedang bermain main..?" jawab Yang lie dengan tatapan dingin, lalu mengalirkan Qi ke pedang nya..


"hoh..baiklah, aku takkan sungkan lagi.." kembali murid akademi berkata dengan percaya diri nya, kemudian melompat maju dengan cepat melakukan serangan..


Yang lie menangkis dengan cepat, lalu menghindar, sesaat mundur dalam beberapa langkah.


memfokuskan Qi kemudian mengalirkan nya sampai ke ujung pedang.


"pedang angin ~ angin ribut..


Yang lie mengarahkan ujung pedang nya kearah lawan, mengeluarkan energi angin berwarna bening seperti air yang memadat berputar putar dan melesat bagaikan peluru.


"menara formasi ~ penolak angin..


Dengan cepat murid akademi mengalirkan qi dan menyilangkan pedang nya menciptakan formasi perlindungan dari energi milik nya.


'boom..


Benturan energi pun terjadi, angin ribut milik Yang lie menghantam energi pertahanan murid akademi.


Menyadari hal tersebut akan terjadi dan tujuan serangan pertama bermaksud untuk tipuan, dengan cepat Yang lie melipat gandakan energi nya kembali melakukan serangan yang kedua.


"pedang angin ~ pembelah bulan..


energi angin membentuk pedang sabit yang besar melesat dengan sangat cepat.


'boom..


Serangan berikut nya milik Yang lie menghantam energi pertahanan murid akademi untuk kedua kali nya..


murid akademi yang terlambat untuk menyadari nya, terkejut dan mengumpat dalam hati. murid tersebut tak sempat untuk menghindar akhirnya, terpental dan ambruk dalam posisi bersimpuh mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.


Yang lie yang mengira musuh nya masih belum kalah dan belum keluar dari arena, ingin melakukan serangan berikut nya.

__ADS_1


"cukup, aku menyerah.." terdengar suara dari murid akademi menyerah dan melambaikan tangan nya..


__ADS_2