REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
Lembah tanpa dasar


__ADS_3

Kini Yang feng sudah hampir tiba di kediaman milik Zhang yong. Namun mendadak energi didalam tubuh nya serasa bergejolak.


Tanpa pikir panjang, ia segera ambil posisi duduk sila untuk mengetahui apa yang terjadi pada energi didalam tubuh nya.


'busstt..


Yang feng kelimpungan hampir terjerembab. jiwa nya seakan ditarik begitu saja menuju alam kesadaran nya, dan diiringi dengan kemunculan cahaya ke biru biruan disana.


"Apa kau merasa kesal..?" Suara cahaya itu bertanya kepada Yang feng..


Yang feng hanya diam tertunduk tak berkata kata. namun sebenar nya, didalam hati ia merasa dongkol karena dirinya seakan ditarik paksa layak nya menarik seekor domba.


"Katakan apa protesmu..?" Suara cahaya itu lagi, seakan memperhatikan perubahan mimik pada wajah Yang feng..


Yang feng tetap diam, ia berusaha untuk menyembunyikan rasa kesal nya.


"Ya sudah jika tidak ada protes.."


"Sudah waktu nya kau lepas dari petualangan mu di maya dimensi ini. Selanjut nya kau akan meneruskan kultivasi mu di lorong lembah tanpa dasar, dimana tempat batas ruang dan waktu berada. Sebelum waktunya engkau aku pulangkan ke fana kecil tempat mu semula.." suara dari cahaya itu..


"Kalau begitu, biarkan aku terlebih dulu untuk menemui paman Zhang yong dan nona Li mei.." pinta Yang feng..


"Ketahuilah.! Apa yang kau rasakan tentang mereka ataupun kehidupan yang ada disini, tidaklah nyata. Semua itu aku buat seolah nyata, tidak lain hanya untuk melengkapi perjalanan mu dalam melakukan kultivasi. Tetapi apa yang telah kau dapat disini ataupun perubahan yang terjadi pada tubuhmu, semua itu adalah nyata.."


"Namun jika kau ingin lebih dulu menemui mereka, aku akan memberimu kesempatan. Dan setelah itu segeralah kau masuk kedalam cincin ruang milik mu.." suara dari cahaya itu lagi, lalu cahaya tersebut menghilang..


Jiwa Yang feng juga kini kembali kedalam wujud nya. ia pun melanjutkan langkah hingga sampai di kediaman Zhang yong dan Li mei saat ini berada.


"Paman.. nona Li mei.. sudah saat nya aku pergi dari maya dimensi ini. Aku akan kembali ketempat asal ku di semesta fana.." ucap Yang feng..

__ADS_1


Setelah Yang feng memberikan penjelasan dan cukup lama mereka berbincang, akhir nya Yang feng memutuskan untuk berpamitan.


"Baik lah feng'er.. jika memang harus begitu, Kami juga tidak bisa menghalangi langkah mu.." ucap Zhang yong yang memaklumi keadaan nya..


"Hati hatilah feng'gege.." ucap Li mei yang langsung memeluk Yang feng erat, sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh..


Li mei merasa berat untuk membiarkan Yang feng pergi, dimana kini perasaan suka yang ia miliki terhadap feng timbul semakin mendalam.


namun karena posisi dan keadaan seperti yang telah Yang feng jelaskan, akhirnya Li mei pun dengan berat hati merelakan Yang feng untuk pergi.


Yang feng yang masih polos dan belum mengerti akan perasaan Li mei, dirinya hanya diam mematung tidak membalas sampai cukup lama. hingga akhirnya Li mei melepaskan pelukan nya.


"Terima kasih nona mei.." Yang feng berkata, setelah Li mei melepaskan pelukan nya..


Yang feng melangkah keluar.. Namun ketika kaki Yang feng baru saja melangkah keluar rumah! tiba tiba keadaan disekitar sejauh mata ia memandang, seluruh nya telah berubah.


Yang feng melihat kebelakang.. Rumah Zhang yong yang baru saja ditinggal satu langkah oleh nya, kini tiba tiba saja menghilang entah kemana.


Semua terjadi begitu saja, bagaikan sebuah bayangan didalam pikiran yang dapat kita rubah kapan saja sesuai keinginan kita. kini Yang feng seperti berdiri ditengah padang pasir yang luas dan nampak tak bertepi.


"Hahh..


"Aku yang telah bodoh terbawa arus kehidupan disini. padahal sebelumnya, ia sudah mengatakan bahwa aku berada didalam maya dimensi.." celetuk Yang feng mengingat suara dari cahaya biru itu, ia tampak nyengir kuda dan merasa bodoh..


Yang feng pun bergegas masuk kedalam cincin ruang milik nya.


"Ternyata semua harta hasil jarahan ku masih berada disini.." ucap Yang feng, merasa senang dengan tersenyum lebar.


Yang feng segera duduk dan bersiap untuk ber kultivasi, demi melaksanakan semua petunjuk yang di berikan oleh cahaya biru itu kepada nya.

__ADS_1


Dalam posisi telah duduk ber kultivasi, tubuh Yang feng kini terasa seperti melayang turun didalam sebuah lembah tanpa dasar yang gelap.


Tubuh Yang feng terus saja bergerak turun. tetapi dirinya seperti tidak merasakan hal tersebut, hingga dalam kurun waktu yang cukup lama ia berada diposisi seperti itu.


Pada kenyataan nya ia seperti sedang menempuh sebuah perjalanan, namun perubahan perubahan telah terjadi pada kultivasi dan tubuh nya.


'degg..


'degg..


Suara hentakan teredam didalam tubuh Yang feng terdengar beberapa kali, mengiringi lonjakan energi serta peningkatan tahap kultivasi nya.


Kini energi didalam dan'tian nya terlihat semakin membuncah naik. jalur meridian Yang feng seakan tiada henti meneteskan energi, layaknya sumber mata air yang terus mengalir dari dinding sebuah sumur dan mengisi ruangan nya yang dalam hingga air itu tampak hampir mencapai permukaan sumur tersebut.


Dan'tian milik Yang feng pun seperti sedang beregenerasi. warna kehijauan dari dan'tian miliknya terlihat semakin kental yang menyerupai warna lumut.


energi didalam ruang dan'tian nya juga menimbulkan kabut semakin tebal, serta mengeluarkan sinar cahaya kehijauan yang memancar lebih jauh dan bertambah terang


Sorotan cahaya ungu yang keluar dari ketiga jiwa Yang feng pun tidak kalah terang, Sehingga benturan dari keduanya kini menghasilkan pantulan serta efek cahaya yang membentuk seperti wadah baru didalam tubuh nya.


efek benturan cahaya tersebut telah membentuk gelembung transparan, yang menyelimuti wadah jiwa juga wadah energi Yang feng.


Ya..! Ketiga wadah didalam tubuh Yang feng kini telah terbentuk. wadah jiwa, wadah energi serta wadah kesadaran yang sekaligus membungkus wadah jiwa juga wadah energi nya.


semakin lama, wadah jiwa serta wadah energi Yang feng mengeluarkan efek sinar yang semakin pekat. seakan mengekstrak sebuah cahaya.


secara perlahan dan semakin jelas, mulai terlihat satu lingkaran berwarna keemasan seperti membentuk sebuah segel yang mengikat ketiga wadah yang ada didalam tubuh Yang feng.


kini wadah kesadaran Yang feng sudah terbentuk dan berada ditingkat lingkaran pertama.

__ADS_1


kultivasi Yang feng juga saat ini sudah berada ditahap pendekar kaisar tingkat akhir, serta kwalitas tulang nya telah berada ditingkat tulang naga sejati.


Sepuluh tahun berlalu Yang feng melakukan perjalanan kultivasi didalam lembah tanpa dasar, sekaligus melintasi ruang batas waktu untuk ia kembali ke semesta fana tempat asal nya..


__ADS_2