
Setelah selesai menyerap energi dari inti kehidupan binatang spritual, Yang feng mengambil beberapa macam tumbuhan herbal yang banyak tersimpan didalam cincin ruang nya.
Yang feng memilah pada masing masing bagian tumbuhan obat tersebut. lalu menciptakan array membentuk segel formasi seperti bintang mempunyai lima sudut, yang tercetak diudara tepat setinggi dada nya dan berjarak satu setengah meter didepan nya.
"api awan..
ia menjentikkan jari yang langsung mengeluarkan api, kemudian mengarahkan dan menembakkan nya pada array, seketika api berwarna ungu pun menyala mengikuti garis garis formasi.
Yang feng tidak menggunakan tungku pembakaran yang umum digunakan oleh para alkemis untuk memasak obat, ia hanya menciptakan array yang membentuk segel formasi dan pengendali elemen api sebagai ganti tungku pembakaran yang tentunya memerlukan kekuatan jiwa serta energi yang cukup besar.
Lalu Yang feng mengangkat semua tumbuhan obat tersebut ke udara yang sebelum nya telah selesai ia pilah pada masing masing bagian, kemudian membungkus nya dengan gelembung gelembung energi transparan yang ia ciptakan, layak nya kuali pembakaran berada diatas api.
Yang feng berniat untuk membuat pil penyembuh luka dalam serta pemulih energi dalam jumlah yang lumayan banyak.
tumbuhan obat itu kemudian secara perlahan mulai meleleh dan membentuk cairan.
"ikat..
Beberapa gelembung transparan yang berisi dari macam cairan tumbuhan obat lalu menyatu layak nya komposisi yang sesuai takaran dan menyisakan dua bagian.
"wujud..
Cairan tersebut pun memadat membentuk puluhan butir pil bulat pada setiap bagian nya.
Kini puluhan butir obat penyembuh berwarna coklat yang memiliki garis nadi berwarna merah darah, serta puluhan obat pemulih energi berwarna putih yang memiliki garis nadi berwarna keemasan telah terbentuk.
Yang feng segera memungut kedua macam obat tersebut lalu menciptakan dua gelembung energi transparan kemudian memasukan pil tersebut dan menyimpan nya kedalam cincin ruang yang ia miliki.
"wah.. Mengagumkan.." seru Xian san tiba tiba, saat Yang feng usai menyimpan pil yang ia buat..
Xian san yang terbangun ketika Yang feng sedang membuat pil, lalu dirinya memperhatikan secara diam diam dan menatap takjub atas apa yang dilakukan oleh Yang feng.
__ADS_1
"kenapa kau belum beristirahat..?" tanya Yang feng..
"aku terbangun, lalu aku tertarik untuk melihat saat kau sedang membuat pil.." jawab Xian san..
"saudara feng.. Kau memang sangat luar biasa, mampu membuat pil yang berkualitas baik tanpa tungku pembakaran.." ucap Xian san lagi..
"pil yang aku buat adalah pil awan, pil para dewa berkualitas rendah dan hanya memiliki satu nadi pengikat. kultivasi serta energi ku belum cukup mampu untuk membuat pil awan berkualitas baik. Namun untuk manusia fana, pil ini sudah diatas kualitas sempurna.." ucap Yang feng memberitahu..
" apa.!? Kau mampu membuat pil para dewa..?" tanya Xian san membelalakkan mata antara percaya dan tidak percaya, namun ia telah melihat sendiri kualitas pil yang dibuat oleh Yang feng..
"sudahlah, ini sudah hampir pagi. Lebih baik beristirahat lah.." ucap Yang feng..
Xian san tak bergeming, ia masih tertegun menatap Yang feng yang dianggap nya penuh dengan misteri.
"apakah kau masih ingin seperti itu..?" ujar Yang feng yang kemudian menyadarkan Xian san..
Keesokan harinya..
Yang feng, Xian san juga Cang yuan, kembali melanjutkan petualangan mereka didalam hutan yang ada di fana kecil tempat mereka saat ini.
"Hoh.. itu aku hanya mempelajari nya sendiri.." jawab Yang feng..
"Kau bisa membuat pil sebagus itu dengan mempelajari nya sendiri.!? Apa kau sedang bercanda..?" tanya Xian san lagi, merasa tidak percaya..
"buat apa aku membohongi mu.!?" ucap Yang feng santai..
Cang yuan yang tidak mengerti apa apa, hanya diam mendengarkan percakapan Yang feng dan Xian san.
'apa yang sedang mereka bicarakan..?' batin Cang yuan dengan wajah sedikit muram, merasa dirinya di abaikan..
"Sungguh langit menganugerahi mu bakat luar biasa.. selain Qigong mu cukup tinggi, kau juga menjadi seorang alkemis hebat dan mungkin di semesta fana ini belum ada yang bisa membuat pil sebaik dirimu.." puji Xian san..
__ADS_1
"Kau terlalu memujiku. Aku yakin, bahkan hanya di benua timur saja banyak alkemis hebat yang jauh lebih baik dari diriku.." jawab Yang feng..
"Tetapi selama berada di sekte pedang angin, aku belum pernah melihat nya. para tetua juga patriark sekalipun, tidak pernah menggunakan pil seistimewa seperti yang kau buat.." kata Xian san..
"Mungkin karena engkau belum cukup jauh saja untuk menjelajahi betapa luas nya semesta fana ini.." sahut Yang feng ringan, sambil terus melangkah cepat..
"Jika pun ada, aku yakin mereka dapat menguasai nya di usia yang sudah tidak muda lagi. namun di usia mu yang masih sangat muda, kau telah mampu mengimbangi mereka yang telah hidup dan berlatih selama berpuluh puluh tahun. Bukan kah itu jenius muda yang sangat berbakat nama nya..?" Xia san bersikukuh..
"Itu semua bukan lah sebuah bakat.. tapi kerja keras serta tekad kuat lah, yang dapat menentukan kehidupan kita kelak akan mengarah kemana dan seperti apa. Walaupun tidak seratus persen yang terjadi sesuai dengan keinginan kita.." ucap Yang feng..
"Sejak awal aku terlahir dengan meridian yang cacat, sehingga aku tidak bisa menyerap energi untuk membentuk dan'tian serta meningkatkan kultivasi ku. Namun dengan tekad untuk menjadi lebih kuatlah yang telah membawa takdirku menjadi seperti sekarang.." lanjut Yang feng..
"Kau juga pasti bisa melakukan nya jika kau mau mempelajari dan melatih dirimu.." ucap Yang feng lagi..
"Apakah kau mau mengajariku..?" Tanya Xian san..
"Aku bukanlah seorang guru dan aku bukanlah orang yang layak untuk mengajarimu. aku juga masih belajar sama sepertimu. Sebaiknya kau mencari guru yang lebih pantas.." kata Yang feng..
"Jika kau tidak mau mengajariku, bolehkah aku ikut belajar dari guru yang sama dengan mu..?" Pinta Xian san sungguh sungguh..
"kau tidak akan bisa menemui guruku, karena aku tidak mempunyai guru.." kata Yang feng lagi..
"Lalu kau belajar semua itu dari mana..?" Tanya Xian san lagi merasa penasaran..
"Sudah aku katakan, aku hanya mempelajari nya sendiri.." ucap Yang feng, enggan memberitahukan tentang darimana ia mendapatkan pengetahuan nya..
"sudahlah, kita tidak usah membahas nya lagi.." kata Yang feng kemudian..
Xian san terdiam. Ia tidak melanjutkan perkataan nya lagi, karena Yang feng sudah melangkah lebih cepat dan meniggalkan mereka dibelakang.
"Saudara San. Apa kau sungguh sungguh berniat belajar dari saudara Yang feng..?" Tanya Cang yuan, yang sedari tadi hanya mendengarkan perbincangan antara Xian san dengan Yang feng..
__ADS_1
"Aku mengharap begitu. aku merasa kemampuan nya sama dengan seorang master, bahkan lebih hebat dari guru kita maupun para tetua yang ada di sekte pedang angin. Tetapi sepertinya dia tidak mau untuk mengajariku.." ucap Xian san nampak lesu..
"Aku juga tidak menyangka kalau selama ini dia adalah seorang master yang telah menyembunyikan kekuatan nya.." timpal Cang yuan..