
Di kota Dai pwok.. Manager jigo sedang mengadakan seleksi para jenius muda yang berbakat, untuk mengikuti kompetisi di ibukota mewakili menara perdagangan.
"nona Shu ling, kau sudah mendapat kan kabar dari saudara Yang feng..? Tanya Jigo kepada Shu ling saat menemui shu ling ditempat kerja nya..
" belum tuan.." jawab Shu ling..
"hmm.. Kompetisi akan diadakan dua minggu lagi, dan satu minggu lagi orang orang dari menara perdagangan harus sudah berangkat. Apakah dia tidak akan datang..!?" kata manager Jigo sambil mengusap janggut nya yang belum terlalu panjang..
" aku tidak tau pasti tuan apa saudara Yang feng akan datang atau tidak.." kata Shu ling..
"apa dia tidak ada memberitahu mu sebelum nya tentang rencana nya..?" tanya jigo
"tidak ada tuan, saudara yang feng tidak pernah membahas tentang rencana nya untuk kompetisi ini.." jawab Shu ling..
"hoh..baiklah. jika dia datang menemui mu, suruh dia untuk menemui ku. Katakan padanya aku sudah menuggu nya.." pesan jigo kepada Shu ling..
"baik tuan, aku akan menyampaikan pesan tuan jika dia datang.." jawab Shu ling..
"hmm..aku harap dia akan datang.." gumam jigo pelan sambil melangkah menuju ruangan nya..
Jigo merasa khawatir jika Yang feng tidak jadi ikut. Jigo menaruh harapan yang besar kepada Yang feng, karena Jigo telah melihat aura yang dipancarkan oleh tubuh Yang feng, serta kultivasi nya yang sudah ditahap ahli pada usia nya yang masih sangat muda.
Sedangkan umum nya usia usia sebaya nya masih berada ditahap senior, dan elite untuk para jenius berbakat. itupun sudah pada usia tujuh belas tahun. Sedangkan Yang feng masih berusia sekitar lima belas tahun kurang, namun pancaran aura tubuh nya tampak seperti orang yang sudah dewasa. itu karena kekuatan tulang nya sudah pada tingkat kaisar.
...----------------...
Satu minggu kemudian tepat satu hari akan keberangkatan rombongan menara perdagangan menuju ibu kota kerajaan Hao.
__ADS_1
" saudari Ling apa mereka sudah berangkat..?" suara Yang feng dari arah belakang Shu ling..
Yang feng yang baru saja tiba, dengan buru buru langsung menemui Shu ling di tempat nya bekerja.
" saudara feng akhirnya kau datang juga. Mereka akan berangkat besok, beruntunglah kau segera datang.." jawab Shu ling ketika menoleh kebelakang..
Shu ling sangat senang karena melihat Yang feng sudah datang. ingin rasa nya Shu ling segera memeluk Yang feng, tapi Shu ling masih bisa menahan diri karena malu.
"apakah mereka sedang menunda keberangkatan nya demi menungguku..?" kata Yang feng..
"tidak.. memang Kebetulan mereka akan berangkat besok. Manager jigo selalu menanyaiku tentang dirimu, dia sangat berharap kau ikut dalam kompetisi ini atas nama menara perdagangan..." kata Shu ling..
"mengapa dia terlalu berharap padaku, bukankah menara perdagangan telah banyak merekrut jenius muda berbakat.!?" kata Yang feng merasa bingung..
" entahlah aku tidak tahu. Mungkin karena dia merasa kagum dengan tingkat kultivasi mu.." Shu ling menebak..
"manager jigo ada diruangan nya, cepatlah kau temui dia karena dia sudah lama menuggu mu.." jawab Shu ling..
"baiklah aku akan menemui dia sekarang.." Yang feng beranjak pergi untuk menemui manager Jigo diruangan nya..
'tok..tokk..
Suara Yang feng mengetuk pintu ruangan manager jigo.
"masuk lah.." suara dari dalam..
"maaf tuan Jigo, karena sudah membuat anda menunggu.." suara Yang feng setelah masuk..
__ADS_1
"hoh..saudara Yang feng, akhir nya kau datang juga. aku sudah lama menunggu mu dan untung lah kau datang. ayo duduklah.." kata jigo merasa senang dengan hadir nya Yang feng..
"baik lah tuan.." kata Yang feng dan langsung duduk..
"sebaik nya kita sambil minum teh, biar lebih santai untuk mengobrol.." kata jigo, dan menyuruh pelayan nya untuk menyiapkan teh..
"terima kasih.." kata Yang feng..
"aku sering bertanya kepada nona Shu ling tentang dirimu, aku berpikir kau tidak akan datang.." kata jigo membuka obrolan santai mereka..
" maaf jika sudah lama membuat tuan menunggu.." kata feng meminta maaf lagi..
"hoh..tidak masalah, karena sebelum nya juga kau tidak pernah berjanji untuk ikut. Aku hanya terlalu berharap padamu, dan untung nya kau pun datang.." kata jigo sambil tersenyum lebar..
"jadi kapan kita akan berangkat..?" tanya Yang feng
"besok, seminggu sebelum kompetisi kita harus sudah berangkat karena kita harus menempuh perjalanan selama tiga hari untuk sampai di ibukota. belum lagi jika ada kendala dijalan. menurutku akan lebih baik jika kita lebih cepat tiba disana.." kata jigo memastikan..
"berapa orang dari menara perdagangan yang ikut..?" tanya yang feng..
"aku hanya memilih dua dari mereka. sebelum nya aku berpikir akan membawa lima orang, tapi karena ada kau disini aku hanya akan memilih dua orang bersama mu.." kata jigo lagi..
"baiklah jika begitu.." kata Yang feng menyetujui keputusan Jigo..
"sebaik nya kau beristirahat lebih dulu, biar aku menyuruh pelayan mengantarkan mu ke kamar yang sudah disediakan. Jika ada yang kau perlukan kau bisa menyuruh pelayan, atau kau bisa mengatakan nya langsung padaku.." kata jigo, kemudian menyuruh pelayan mengantarkan Yang feng ke kamar yang sudah disediakan..
"terima kasih tuan.." kata Yang feng, lalu pamit pergi meninggalkan manager jigo menuju kamar nya..
__ADS_1