REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN

REINKARNASI DEWA SEMESTA AWAN
sekte pondok bambu


__ADS_3

Sebelum kompetisi benar benar dimulai, panitia kembali memberi penjelasan tentang aturan main nya.


"untuk babak pertama kompetisi, lima orang pertama dalam tiap klan atau sekte akan melawan lima orang berikut nya dalam klan atau sekte lain. Jika murid kurang dari lima dalam klan maupun sekte, mereka akan digabungkan dan dipanggil berdasarkan nomor nya. lawan dari masing masing peserta akan ditentukan oleh panitia, sesuai dengan pengaturan yang telah dibuat oleh panitia tanpa mengetahui siapa orang dibalik nomor tersebut. dan bagi peserta yang kalah, tidak dapat melanjutkan ke babak berikut nya.." terdengar suara panitia menjelaskan aturan main nya..


"peserta yang terhitung kalah, apabila peserta telah menyerah ataupun keluar dari garis arena pertarungan. sekali lagi saya ingatkan dan harus kalian ingat adalah, dilarang saling membunuh dalam kompetisi.!" panitia tersebut melanjutkan kata kata nya..


Para peserta kini maju satu persatu sesuai dengan nomor nya yang dipanggil. mereka memperkenalkan diri, juga asal serta sekte ataupun klan masing masing.


Untuk pembukaan pertarungan, terlihat diatas arena yang tampil pertama adalah murid murid dari menara akademi sebagai tuan rumah.


sementara di pihak lawan, mereka adalah murid murid sekte pondok bambu yang juga berasal dari kerajaan Hao..


Pertarungan pertama telah dimulai. mereka pun saling serang dengan kemampuan dan keunggulan masing masing dalam penggunaan senjata.


Murid murid dari akademi semua memakai pedang sebagai senjata. sedangkan dari pondok bambu menggunakan tombak untuk senjata mereka.


dalam gerakan gerakan pertama hingga sepuluh sampai tiga puluh jurus, belum terlihat perbedaan diantara masing masing peserta. mereka masih terlihat sama sama kuat.


Memasuki ke empat puluh jurus, Kini sudah mulai terlihat perbedaan diantara mereka. murid murid dari menara akademi tampak lebih unggul, mereka lebih mendominasi serangan.


'slazz..


'slazzz..

__ADS_1


sayatan sayatan pedang pun sudah terlihat membekas di tubuh dan merobek baju beberapa murid dari pondok bambu.


Kini mereka masuk dalam tahap menggunakan qi, pancaran sinar energi mulai terlihat pada senjata masing masing.


'boom..


'boom..


kekuatan energi dari senjata mereka pun saling berbenturan..


Pada jurus jurus ke enam puluh hingga ke tujuh puluh, peserta dari murid murid pondok bambu pun tumbang semua. Diantara mereka ada yang terlempar keluar arena, dan ada juga yang menyerah.


Diluar pertarungan, Yang feng hanya duduk dengan tenang. berbeda dengan para peserta lain yang terlihat begitu ramai berantusias.


Sebagian diantara yang hadir disana, ada yang merasa kagum dengan kemampuan para murid murid akademi. ada juga yang merasa kasihan dengan murid murid dari pondok bambu yang terlihat mengenaskan.


Sebenar nya tujuan utama Yang feng mengikuti kompetisi tersebut bukan karena mengejar hadiah atau gelar. Yang feng melakukan itu, tidak lain hanya untuk mencari tau tentang informasi dan keberadaan orang orang yang telah menghancurkan Klan Yang.


Tapi kini Yang feng sudah melihat paman nya, Yang feng bisa menanyakan langsung tentang apa yang sudah terjadi selama ini saat dirinya berada di tengah hutan.


Yang feng sangat senang dapat melihat dan mengetahui keadaan paman dan kaka nya Yang Lie baik baik saja. Apalagi ketika mengingat klan nya yang telah hancur, Yang feng berpikir paman nya sudah mati.


Ingin rasa nya Yang feng segera menghampiri paman nya, tapi karena acara masih berlangsung akhirnya Yang feng menundanya sampai acara selesai.

__ADS_1


Ditempat duduk lain, Yang jian dan Yang lie masih belum menyadari keberadaan Yang feng yang ada disitu. Sementara Cang yuan sesekali matanya memandang kearah Yang feng.


Cang yuan merasa penasaran dengan sosok misterius Yang feng. Cang yuan berpikir ketika bertemu dan menolong nya didalam hutan, Yang feng justru masuk ketengah hutan misteri. tapi sekarang bisa tiba tiba berada disini terlebih dulu.


"sembilan belas... tiga puluh lima.... empat puluh tiga.... tujuh puluh dua.... sembilan puluh lima.." panitia kembali memanggil nomor lima peserta pertama yang akan maju, dan kemudian memanggil nomor lima peserta berikut nya sebagai lawan.


Tepat pada saat terdengar panitia menyebutkan nomor empat puluh tiga dan tujuh puluh dua, kedua teman Yang feng anggota dari menara perdagangan maju keatas arena.


Dan ketika panitia menyebutkan nomor sembilan puluh lima, Cang yuan pun juga maju dan naik keatas arena.


Sebelum naik keatas arena, cang yuan sempat menoleh kearah Yang feng. Mata Yang feng hanya tetap tertuju ke depan, dengan sikap tenang tanpa menoleh ke kiri maupun ke kanan tidak perduli tentang siapa yang akan maju.


Dalam hati Cang yuan merasa kesal dengan dingin dan sikap masa bodo nya Yang feng.


'sombong sekali..' bathin Cang yuan..


Mereka yang ada di atas arena pun masing masing memperkenalkan diri dan menyebutkan asal, serta sekte ataupun klan mereka.


"perkenalkan, nama murid ini adalah Cang yuan. Kami dari sekte pedang angin, dan kami berasal dari daerah kerajaan Gong.." terdengar Cang yuan memperkenalkan diri secara singkat dengan menangkupkan tangan nya..


Setelah memperkenalkan diri, sekali lagi Cang yuan melirik kearah Yang feng untuk melihat ekspresi dari Yang feng. tapi Yang feng hanya tetap dengan wajah datar nya dan merasa tidak perduli.


dari lima orang pertama ada dua wanita. Selain Cang yuan, ada satu wanita lagi yang berasal dari sekte teratai es. dan dari lawan mereka semua adalah laki laki.

__ADS_1


"apakah kalian sudah siap..?" terdengar wasit memberikan aba aba..


"murid siap.." terdengar para peserta menjawab bersamaan, dan pertarungan pun dimulai..


__ADS_2