
Sesuai dengan perkiraan waktu yang diharap kan, rombongan dari menara perdagangan akhir nya tiba di ibu kota tanpa kendala diperjalanan. tiga hari sebelum perhelatan mereka pun kini telah sampai di menara akademi, tempat dimana acara akan diselenggarakan.
Menara akademi sendiri merupakan sebuah sarana pelatihan di bidang kesastraan dan beladiri yang didirikan langsung dari kerajaan.
Menara akademi juga dibawah naungan lima pendekar suci sebagai penatua, mereka bersifat tersembunyi yang selama ini tak pernah tampil didepan publik. satu pendekar kaisar sebagai ketua akademi serta, seratus para tetua pendekar raja dan pendekar ahli yang terbagi sebagai pengurus, guru maupun pelatih.
Yang feng dan kedua anggota lain nya turun dari kereta kuda, menyusul kemudian manager Jigo yang turun.
Orang orang tidak ada yang tau sebenar nya manager jigo, selalu ditemani oleh dua orang pengawal bayangan yang berada ditahap pendekar raja tingkat dua.
rombongan manager Jigo disambut oleh para pengurus akademi dan langsung diarahkan ke tempat wisma para tamu. Disana ternyata sudah banyak tamu yang hadir terlebih dulu.
__ADS_1
tamu tamu yang sudah hadir lebih dulu, mereka rata rata berasal dari berbagai sekte aliran putih dan netral serta klan yang ada dikerajaan Hao. Jika ada juga satu ataupun dua sekte serta klan yang lain, itu karena mereka mendapatkan undangan khusus dari kerajaan atau petinggi akademi.
Rombongan Yang feng ikut gabung, berbaur dengan para murid peserta kompetisi yang lain nya.
Hari yang ditentukan pun telah tiba. tepat sebelum dimulainya acara, muncul satu rombongan lagi yang juga sebagai rombongan terakhir. Mereka adalah rombongan dari Yang jian, Liu bai dan empat para murid nya.
Yang feng terkejut melihat paman nya yang baru datang, Yang feng juga melihat kedua orang yang sudah ditolong nya didalam hutan ada didalam rombongan.
Sekilas Yang feng dan Cang yuan bertemu pandang, Cang yuan juga merasa terkejut melihat Yang feng sudah berada disana.
Di arena pertandingan, di jejeran kursi para pengurus mereka semua adalah berasal dari menara akademi. Terlihat ditengah lapangan satu orang sebagai wasit, dipinggir lapangan ada barisan sepuluh kursi sebagai juri, diatas tangga para juri ada satu kursi sebagai ketua dari akademi.
__ADS_1
Dan di jejeran kursi tamu yang lain, mereka adalah tamu tamu istimewa rombongan dari pihak kerajaan serta para undangan kerajaan.
Acara pun dibuka, kata sambutan serta peraturan peraturan dalam pertarungan pun disampaikan oleh seseorang yang tiba tiba datang entah dari mana muncul nya.
"selamat datang untuk para murid peserta kompetisi, dan para wali yang telah hadir disini. Terima kasih karena kalian telah mau datang untuk memenuhi undangan kami. Seperti yang kalian ketahui, menara akademi adalah wadah para muda untuk menimba ilmu beladiri dan kesastraan. Dan kalian juga sudah mengetahui, menara akademi didirikan sudah sejak lama oleh pihak kerajaan. adapun acara kompetisi ini dilakukan adalah, bertujuan untuk dapat melihat bakat bakat jenius muda dari sekte aliran putih serta klan yang ada di daerah kekuasaan kerajaan Hao. dan tujuan utama nya, mereka yang dianggap layak oleh pihak kerajaan akan diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit serta pegawai istana yang lain sesuai dengan bakat nya.." begitulah suara kata sambutan terdengar dari kursi paling atas, berada terpisah dari jejeran kursi para pengurus yang lainnya..
Semua mata tertuju kepada orang yang ada diatas. mereka terpana dengan aura yang dipancarkan nya, menandakan kalo orang tersebut sudah berada pada pendekar tingkat tinggi atau grand master.
Diatas terlihat seorang pria tua berjubah putih dan rambut yang keselurahan nya adalah uban, serta janggut panjang yang juga sudah memutih. pria tua itu telah mengalirkan Qi yang cukup kuat, sehingga menciptakan gelombang energi suara yang menggema dan sangat jelas dapat didengar oleh semua orang disana.
"kalian juga harus ingat..! dalam kompetisi ini tentu nya memiliki peraturan. bilamana ada yang melanggar peraturan, peserta akan di diskualifikasi dan kalian juga harus siap menanggung segala konsekuensi nya.." suara pria tua itu berhenti sesaat, kemudian melanjutkan lagi kata kata nya..
__ADS_1
"Pertama, sesama peserta dilarang saling membunuh. kedua, tidak ada hal kecurangan apapun sesama peserta dalam kompetisi. Ketiga, para wali dilarang untuk ikut campur dalam pertandingan para murid. sekecil apapun hal itu, biarkan pihak dari akademi yang menentukan penyelesaian nya. Keempat, hal hal yang terjadi di menara akademi yang ditimbulkan oleh kalian dan mengakibatkan kerugian pada menara akademi, kami menekankan kalian harus mengganti seluruh kerugian nya. Demikian lah penjelasan yang saya sampaikan, dan saya berharap kalian dapat mengerti.." kata pria tua tersebut melanjutkan, dengan penuh penekanan dan terdengar sangat berwibawa..
Selesai menyampaikan kata sambutan serta peraturan peraturan nya dengan panjang lebar, pertandingan pun segera dimulai..